My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Terpaksa Menikahi Gadis Dibawah Umur (45)



🌸🌸🌸


"Bagaimana keadaan putra dan menantu saya, dok?" Tanya Meilyn panik.


"Kami telah berhasil mengeluarkan peluru dari tubuh putra nyonya. Sekarang, putra nyonya kami pindahkan keruang ICU untuk beberapa hari kedepan. karena kedaannya masih kritis. Taun dan nyonya berdoa saja, semoga putra anda bisa melewati masa kritisnya." Jelas sang dokter membaut Meilyn hampir terjatuh pingsan, kalau tidak di tangkap oleh tuan Aldrich.


"Meilyn, sayang. Jangan begini, percayalah, putra kita pasti bisa melewati masa kritisnya," ujar tuan Aldrich menenangkan Meilyn.


"Menatu dan calon Cucu saya bagaimana keadaannya, dok?" Tanya tuan Aldrich sambil membopong tubuh Meilyn yang lemas.


"Nona Zanna dan calon bayinya baik-baik saja, tuan. Nona Zanna hanya panik dan syok, sehingga mengalami kram ringan. Setelah dirawat beberapi hari ia akan kembali pulih. Tapi usahakan untuk membantu Nona Zanna, agar tak lagi panik, syok, apalagi punya pikiran yang berat. Karena hal itu, bisa memperburuk keadaannya juga calon bayinya," jelas sang dokter lagi.


"Syukurlah, terima kasih banyak dokter," seru taun Aldrich berterima kasih pada dokter. Ia sangat bersyukur, karena menantu juga calon Cucunya baik-baik saja. Hanya saja putranya, putarannya yang tak baik-baik saja.


Tapi ia yakin putarannya mampu melewati masa kritisnya.


"Apa kamu boleh menjenguk mereka, dokter," tanya Meilyn sedikit lega. Setidaknya menantu dan Calon cucunya selamat. Walaupun putarannya masih dalam keadaan kritis.


"Putra nyonya belum bisa dijenguk, karena ia butuh perawatan yang intensif. Kalau menantu nonya, sudah bisa dijenguk. Silahkan masuk, nyonya dan tuan," tutur dokter bertubuh gemuk itu, mempersilahkan tuan Aldrich juga Meilyn untuk masuk ke sebuah ruangan rawat dimana Zanna telah dipindahkan kesana.


🌸🌸🌸


"Zanna. kamu baik-baik saja, nak." Tanya Meilyn dengan semberut kuatirnya.


"Mom, kak Chao Mom. Darah Mom," jawab Zanna menangis histeris. Ia masih panik atas apa yang menimpanya beberapa jam yang lalu.


"Zanna sudah sayang, kamu jangan begini. Chao baik-baik saja, sayang. Kamu jangan begini ya. Pikirkan juga bayimu, sayang," tutur Meilyn menenangkan Zanna.


"Tapi, Mom. Bagaimana keadaan kak Chao Mom. Dia nggak akan ninggalin Zanna sendiri kan, Mom. Huwaaaa...." Zanna terus saja menangis histeris.


"Dokter," seru Meilyn memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Zanna.


Dokter datang, dan memeriksa keadaan Zanna. Cukup lama waktu yang mereka butuhkan untuk menenangkan Zanna. Hingga akhirnya Zanna kelelahan sendiri dan terlelap dengan sendirinya. Mereka tak mungkin menyuntikkan obat penenang pada Zanna. Karena keadaannya yang tengah hamil muda.


🌸🌸🌸


Keesokkan paginya:


"Kak, aku mohon bangunlah kak. Zanna akan mogok makan kalau kakak masih belum bangun," ancam Zanna percuma.


"Bangunlah kak, jangan buat aku kautir. Siapa yang akan aku suruh untuk beli apa yang baby kita mau, kalau kakak masih terbaring seperti ini. Aku mohon bangunlah kak. Jangan lama-lama tidurnnya. Kakak tidak merindukkan ku juga baby kita. Dia rindu dipeluk oleh kakak. Aku mohon bangunlah kak," tutur Zanna, dengan menangis.


"Bangunlah kak, kakak harus bertanggung jawab atas ku. Aku tidak bisa makan enak kalau nggak disuapin kakak. Aku juga nggak bisa tidur nyenyak kalau nggak dipeluk kakak. Kakak mau aku sakit, karena kurang tidur dan juag kurang makan. Apa kakak nggak kasihan sama baby kita. Apa kakak tidak menyayangi kami berdua. Kakak jahat, bangunlah kakak. Kenapa tidur terus, hiks, hiks..." Tangis Zanna semakin menjadi.


Bersambung...


Like, komen, hadiah, dan vote πŸ™


Maafkan typonya πŸ™


Selamat membaca dan semoga suka πŸ’–


Lopeeeee readerssss 😘😘😘


πŸ’–πŸŒΈ