My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Terpaksa Menikahi Gadis Dibawah Umur (16)



🌸🌸🌸


"Perutku sakiiit sekali, kak." Presdir Chao terkejut melihat istrinya yang kini menangis, juga meringis menahan nyeri di bagian bawah perutnya.


"Astaga! Apa semua perempuan di dunia ini mengalami nyeri haid? Apa sangat sakit, sayang?" Tanya Presdir Chao kuatir sekaligus heran. Heran dan kuatir, apalagi ketika mengingat saat adiknya Annin/Aeri yang juga mengalami dismenore yang bahkan dibawa kerumah sakit. Apakah Nia juga sesakit adiknya Annin/Aeri. Pikirnya.


"Sakitnya sama seperti nyeri saat digigit kelabang/lipan, kak." Jawab Nia menahan nyerinya, bahkan keringat dingin sudah membasahi rambutnya.(pengalaman Othor. Tapi bener, nyerinya sama)πŸ˜­πŸ˜‚


"Astaga, sesakit itu," jawab Presdir Chao kaget mendengar ucapan istrinya. Dia juga pernah di gigit kelabang/lipan dan menurutnya, itu sangatlah nyeri.


"Aku juga kurang darah kak, apa bisa minta tolong pelayan untuk bawakan obat pereda nyeri juga obat tambah darah," tanya Nia dengan nada suaranya yang mulai melemah.


Dan sekali lagi Presdir Chao mengganggu pelayan hotel. Tapi karena dia tamu kehormatan, tentu saja pelayan hotel selalu siap siaga.


Tak butuh waktu lama, obat-obatan yang dipinta Nia sudah tersedia. Lengkap dengan teh hangat juga teh jahe hangat.


"Apa sudah mendingan?" Tanya Presdir Chao, setelah sebelumnya membantu Nia meminum obatnya.


Nia hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.


"Apa ada yang bisa aku lakukan, untuk meredakannya," tanya Presdir Chao, yang melihat Nia sesekali memejamkan matanya menahan nyeri.


"Bisa bantu elus perutku, kak." Ucap Nia penuh harap.


"Tentu saja," jawab presdir Chao senang, setidaknya dia berguna saat ini. Berbaring menghadap ke arah Nia dengan tanganya menyusup dibalik baju istrinya, dan mulai mengelusnya dengan perlahan.


"Apa sudah mendingan?" Tanya Presdir Chao lagi, Nia mengangguk mengiyakan. Tak berselang lama Nia pun terlelap, rasa nyaman yang diberikan suaminya membuat ia tidur dengan begitu nyenyaknya.


Presdir Chao terus memandangi wajah cantik istrinya, sambil terus mengelus dengan gerakan memutar pada perut istrinya.


Menggunakan tanganya yang masih menganggur, ia merapikan anak rambut istrinya yang berantakan. Lalu mengelap sisa keringat dengan tangnya. Kemudian kembali memandangi wajah cantik istrinya yang benar-benar membuatnya menggila.


Tak lama, presdir Chao pun ikut tertidur, tanpa menyingkirkan tanganya yang bertengger di perut Nia.


🌸🌸🌸


Begitu berhasil, Nia yang sudah tak tahan langsung berlari menuju kamar mandi.


Presdir Chao terbangun, lalu mencari sosok istrinya. Ia kuatir saat menemukan Nia disampingnya.


"Nia! Nia kamu dimana, sayang," teriaknya dengan suara khas bangun tidur.


"Aku didalam kamar mandi, kak. Ada apa?" Tanya Nia didalam sana.


"Apa kamu baik-baik saja, sayang." Tanya presdir Chao kuatir.


"Iya kak, aku baik-baik saja." Jawab Nia segera.


Beberapa menit kemudian,


"Kalau tidak apa-apa kenapa lama sekali, sayang?" Kembali pertanyaan kuatir melanda seorang Presdir Chao.


"Aku benar-benar tidak apa-apa, kak. Ini masih mandi, sebentar lagi aku keluar kok," jawab Nia dari dalam sana.


"Mandi," ucap presdir Chao, dengan pikiran kotornya ia malah membayangkan lekukan tubuh istrinya itu.


"Shiiit, apa yang terjadi pada otakku. Kenapa semua isinya hanya wajah dan tubuh Nia. Aku benar-benar sudah gila," batin presdir Chao frustasi.


Bersambung...


Like komen hadiah dan vote πŸ™


Maafkan typonya πŸ™


Selamat membaca dan semoga suka πŸ’–


Lopeeeee readerssss 😘


πŸ’–πŸŒΈ