
๐ธ๐ธ๐ธ
Nia ketakutan, ia memejamkan matanya jijik. Saat membayangkan bahwa pria buncit itu akan segera menciumnya. Dan...
Bruuukkk.....
Pria buncit itu, terlempar jauh menimpa tubuh temannya yang lain, saat seseorang yang tak asing bagi Nia, mendaratkan tendangan yang begitu kuat pada pria buncit tadi.
Tak dapat ampunan, para pria sangar itu KO, habis dihajar oleh Presdir Chao yang sangat kuat dalam ilmu bela diri. Ketika Presdir Chao sedang bertarung, seseorang dari mereka mendekat pada Nia, dengan pisau tajam ditangannya.
Nia berusaha untuk bangkit, kala peka akan pria itu yang pasti akan menyanderanya. Dan dengan sisa tenaga yang ada, ia berusaha melumpuhkan pria itu.
Pada akhirnya, Nia berhasil melumpuhkan pria itu, meski terdapat sedikit luka goresan pisau tajam pada pundaknya.
Tak butuh waktu lama, Presdir Chao berhasil melumpuhkan semua pria-pria sangar itu. Sedikit berlari, ia menuju istrinya yang kini terduduk dilantai, dengan salah satu tangannya menahan darah pada luka dupundaknya.
Tanpa bertanya dan tak mengatakan apa-apa, Presdir Chao langsung sigap menggendong Nia dan membawanya ke hotel Dokter Kevin, dokter Kevin adalah dokter pribadi ayahnya. Dan kebetulan hotel tempat tinggal Dokter Kevin tak jauh dari sana.
"Kak, aku duduk dibelakang saja," kata Nia lemas.
"Memangnya kenapa?" Tanya Presdir Chao heran.
"Aku diberikan obat perangsang, Kak. Cepat dudukkan aku di kursi belakang saja," jawab Nia.
"Apa!" Teriak Presdir Chao tak percaya.
"Cepatlah, kak. Sebelum obatnya beraksiii..ahh..." Ucap Nia mulai merasakan panas.
Dengan cepat Presdir Chao meletakkan istrinya dikursi belakang. Kemuadian tancap gas dengan kecepatan tinggi. Dan selanjutnya hanya ada suara Des*han erotis Nia yang terdengar olehnya selama diperjalanan.
Sampai di hotel dokter Kelvin, Presdir Chao langsung membawa Nia pada dokter Kevin.
Beruntung perangsang yang diberikan pada Nia tidak terlalu kuat, sehingga Nia masih bisa menahan diri untuk tidak berbuat aneh pada Presdir Chao.
"Kelvin, cepat bantu istriku," teriak Presdir Chao sambil menggendong istrinya.
"Ada apa padanya?" Tanya dokter Kelvin, yang berusia 29 tahun itu.
"Istriku tak sengaja mengkonsumsi obat perangsang," jawab Presdir Chao.
"Istrimu minum obat perangsang, kenapa malah dibawa padaku. Sewa hotel saja sana! kau tau caranya kan, temukan sebuah lubang lalu masukkan saja. lagi pula kan dia istrimu. Bagaimana sih," oceh Dokter Kelvin malah mengajari si Jomblo Chao.
"Ahahaha...aku bercanda, sebentar aku ambilkan obatnya," segera Dokter Kevin mengambil obat ajaibnya. Dan memberikannya pada Presdir Chao.
Presdir Chao langsung memasukkan obat itu pada mulut Nia. Tak lama Nia pun kehilangan kesadarannya.
"Kenapa istriku malah pingsan?" Ucap Chao kuatir.
"Apa kau sudah jatuh cinta padanya, aku bisa melihat Cinta di matamu saat memandangnya dengan kuatir," Tanya Dokter Kelvin.
"Aku bertanya padamu, kenapa kau malah balik bertanya padaku," kembali presdir Chao murka.
"Istrimu akan baik-baik saja," ucap Dokter Kelvin membalutkan perban pada luka dipundaknya Nia.
"Bawalah istrimu kekamar tamu. Istirahat disini saja, ini sudah larut malam," ucap Dokter Kelvin setelah selesai mengobati luka Nia.
Presdir Chao langsung membawa istrinya masuk ke kamar, yang ditunjuk oleh dokter Kevin, membaringkan istrinya perlahan keatas kasur. Setelah itu ia kembali keluar, guna menemui dokter Kelvin.
Bersambung...
Like, komen, hadiah, dan vote๐
Maafkan typonya๐
Selamat membaca dan semoga suka ๐
Lope readersss ๐
Presdir Chao๐
Tania๐
๐๐ธ