
πΈπΈπΈ
Keesokan pagainya, Presdir Shilin terbangun ketika tak merasakan pelukan hangat sang istri.
Menduduk dirinya dari berbaring, lalu mengedarkan pandanganya keseluruh ruangan. Mata sipitnya memusat pada pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Dan juga terdengar suara gemercik air didalamnya.
Menandakan ada penghuni didalamnya.
"Tumben sekali, biasanya dia mandi pukul 6 pagi. Ini baru pukul 4 pagi sudah dikamar mandi,"ucap presdir Shilin heran.
"Ahh, gara-gara darah petaka ternyata,"ucap presdir Shilin lagi, ketika melihat ada darah di selimut istrinya. Presdir Shilin pun segera bangun dan mendekati kamar mandi, bermaksud mengecek keadaan sang istri.
Tok-tok, tok, tok...(suara pintu yang diketuk)π
"Aeri sayang,"ucap presdir Shilin disela-sela ketukannya.
Tak ada sautan dari dalam sana, membuat predir Shilin kuatir bukan main. Apalagi mengingat iatrinya yang punya nyeri head yang cukup parah bahkan alergi terhadap obat pereda nyeri.
"Aeri sayang, apa kau baik-baik saja, sayang,"ucap presdir Shilin sedikit berteriak.
Aeri yang sedang berada didalam, berusaha menahan nyeri yang kini melandanya.
Nyeri yang ia rsakan kini, terasa lebig sakit dari pada biasanya. Ia juga sedikit heran kenapa datang bulannya datang lebih awal. Namun, Aeri yang sudah sering mengalami hal ini, tampak tak menghiraukan masalah itu.
Aeri hanya berpikir, mungkin ini terjadi karena efek karena ia pernah mengalami keguguran.
"Aeri sayang, kau sedang apa? Kenapa tidak menyaut,"teriak presdir Shilin yang kini sangat kuatir.
"Aku tidak apa-apa, hanya sedang membersihkan diri saja,"jawab Aeri sekuat mungkin menormalkan suaranya.
"Apa masih lama, jangan membuatku kuatir, sayang,"ujar presdir Shilin lagi.
"Tidak apa-apa, emhm...Sa-sayang tolong ambilkan handuk saja,"ujar Aeri meminta tolong, karena terburu-buru ia pun melupakan handuk dan juga pakaianya.
"Pakain luar dan dalamnya juga kah, sayang,"tanya presdir Shilin jail.
"Iya, itu juga,"jawab Aeri pelan.
"Itu, itu apa sayang?"tanya presdir Shilin semakin jail.
"Pa-pakain luar dan dalam,"jawab Aeri lagi.
"Pakaian dalamnya apa saja,"tanya presdir Shilin berusaha menahan tawa.
Tak ada sautan didalam, presdir Shilin berpikir Aeri merasa malu. Tapi kenyataanya, Aeri sedang menahan rasa nyeri yang datang setiap kali ia bernapas.
"Baiklah-baiklah, akan aku ambilkan,"ucap presdir Shilin akhirnya, lalu mengambilkan semua kebutuhan istrinya. Sebuah dress berwarna pink selutut, dengan pakain dalam berwarna serba merah, warna yang membuatnya tertantang.
Aeri pun membuka sedikit pintu kamar mandi. Betapa terkejutnya Aeri, ketika sang suami tiba-tiba mendorong pintu itu, sehingga mereka berdua sama-sama berada didalam kamar mandi.
Beruntung Aeri masih memakai pakainnya, Aeri segera menunudukkan wajahnya dalam. Berusaha tak memperlihatkan wajahnya yang sudah pucat pasi pada sang suami.
Presdir Shilin yang awalnya berniat menjaili sang istri. Dengan cepat merubah ekspresi wajahnya menjadi terlihat sangat kuatir, keika melihat wajah istrinya yang biasanya cerah kini terlihat begitu pucat, seakan tidak ada darah yang mengalirinya.
"Sayang, kamu kenapa sayang?"tanya presdir Shilin langsung mendekati istrinya, hingga pakain yang tadi dibawanya berjatuhan kelantai kamar mandi yang basah.
"Ak-aku baik-baik saja,"jawab Aeri berkilah.
"Kau sangat pucat,"ucap presdir Shilin kuatir, dan langsung menggendong Aeri.
"Aku mau mandi dulu,"ujar Aeri menolak untuk dibawa keluar kamar mandi.
"Aku yang mandikan,"ucap presdir Shilin langsung membawa Aeri kedalam buthub.
Bersambung.....
**Jumlah vote cover, Terpaksa Minikahi Gadis Dibawah Umur.
Nomor 1 \= 19 reader
Nomor 2 \= 2 reader
Nomor 3 \= 4 reader
Jadi Othor akan pakai Cover nomor satu yaπππ
(Terima kasih yang sebesar-besarnya othor ucapkan, kepada reader yang sudah membantu Othor yang bingung ini. Untuk memilih Cover)ππππ**
Jempolnya mana nih, kok sepi yaππππ
Like, komen, hadiah, dan vote ππ
Maafkan typonyaππ
Selamat membaca dan semoga sukaπ
Jangan lupa Mampir ke cerita Saras ya, dijamin beda dari Ceo pada umumnya. Disini ceweknya yang garang. Jangan lewatkan ya. dijamin bikin kram perutππππ
ππΈ