
🌸🌸🌸
"Chao, kau benar-benar telah mengecewakan Daddy. Daddy mau, kau menikahi gadis itu, sekarang juga," teriak serta bentakan sang Daddy membuat nyali kearoganan seorang Chao ciut. Sosok Daddy yang begitu ia rindukan sedari kecil, kini telah kecewa padanya. Ia telah mengecewakan Daddynya yang dulu begitu ia ianginkan. Dan hal itu mampu membuatnya patuh, dan tak melawan lagi.
Pandanganya langsung tertuju pada seorang gadis, yang kini tengah menangis histeris sambil memegang selimutnya erat.
Dengan keadaan yang begitu mendukung kesalahan. Membuatnya tak dapat lagi membela diri. Jelas apa yang dilihat oleh Daddynya saat ini, benar terlihat sangat nyata terjadi. Memejamkan matanya Chao akan kembali berucap.
"Baiklah, kalau itu yang Daddy inginkan. Chao siap menikah dengannya," ucap presdir Chao, memberikan pandangan mata elangnya pada Nia. Dan hal itu membuat dia gemetar ketakutan.
"Bagus, Daddy senang akan keputusan mu. Daddy hanya tidak ingin kau menyesal seperti yang telah Daddy lakukan pada Mommymu. Daddy tidak ingin kau juga menderita seperti Daddy dulu. Daddy bangga padamu. Karena kamu sangatlah gantelman karena sudah berani bertanggung jawab akan kesalahan yang kamu lakukan. Bersiaplah, Daddy akan menyiapkan pernikahan sederhana untuk kalian berdua. Daddy bangga padamu, nak." Ucap tuan Aldrich tersenyum bangga. Menepuk pelan pundak Presdir Chao. Setelah itu ia pun keluar dari hotel itu.
Kini yang tersisa hanya mereka berdua. Nia semakin gemetar katakutan, kala kembali melihat betapa menyeramkannya mata elang seorang Presdir Chao.
"Kau, kenapa kau berbohong pada Daddy ku," bentak preadir Chao sukses membuat Nia keget.
"A-apa m-maksud om. Saya berbohong apa?" Tanya Nia sedikit terbata karena takut.
"Hey aku bukan Ommu," bentak presdir Chao kesal
"Aku yakin kau tau, bahwa aku tidak memperkosamu?" Tambah Presdir Chao lagi.
"Kakak, kakak sangat jahat. Apa salah saya. Kenapa kakak tega memperkosa saya, hiks...hikss..," kata Nia menangis tersendu-sendu. Tak lupa panggilan Kakak ia berikan untuk Presdir Chao.
"Aku bilang, aku tidak memeprkosamu," bentak presdir Chao.
"Apa kau melihat ada darah di selimutmu?" Tanya Presdir Chao lagi, dengan tak tinggal nada bentakkannya membuat Nia semakin katakutan.
"Darah apa tuan? Untuk apa ada darah?" Tanya Nia polos disela-sela tangisnya.
"Saya tidak bodoh, tuan. Saya adalah siswa yang paling pintar disekolah. Bahkan saya sudah kelas 3 SMA, walaupun umur saya masih 15 tahun." Jawab Nia membanggakan prestasinya.
"APA! USIAMU BARU 15 TAHUN!" Ucap Presdir Chao kaget, ketika Nia menyebutkan usianya.
"Kenapa memangnya dengan usia saya? Walaupun tubuh saya seksi bak gitar spanyol, tapi usia saya masih sangat muda. Huhuhu, apa lagi gunanya tubuh indah ini, bila sudah dirusak oleh Om-Om...Huwaaaa....," Kembali tangis Nia pecah saat mengingat lagi kejadian yang menimpanya itu.
'Berhenti mengataiku Om-Om. Aku bukanlah Ommu," bentak presdir Chao semakin kesal.
"Dasar perempuan Bongsor, tubuh sebesar itu. Tapi usia angka segitu. Ngakunya paling pintar disekolah, tapi darah itu saja tidak tau," gerutu Presdir Chao.
"Ini bukan bongsor, tuan. Ini suatu kelebihan yang diberikan tuhan pada saya. Saya memang murid yang sangat pintar. Tuan saja yang aneh, mana ada hubungannya antara diperkosa dengan darah. Juga Kami tidak belajar hal yang tidak penting seperti itu disekolah." Jawab Nia kesal, rasa kesalnya mampu menutupi rasa takutnya yang sedari tadi mengganggunya.
"Ini benar-benar Gila. Bagaimana mungkin aku bisa menikahi gadis dibawah umur ini," gerutu Presdir Chao lagi.
Bersambung.......
Akan ada sedikit misteri disini ya, ditunggu ya reader 😅
Like, komen, hadiah, dan vote🙏
Maafkan typonya🙏
Selamat membaca dan semoga suka💖
Lope readersss😘
💖🌸