
Yuna:
"apa!!!, aku akan jadi reporter?"
Tuan tang xiahao pun melepaskan pelukannya dengan Yuna, setelah itu ia mengambil jas dan memakainya, Yuna hanya terdiam dan bingung
Yuna:
"Tuan, maksudnya aku akan jadi reporter di sebuah perusahaan?"
Tuan tang xiahao:
"bisa kita bilang begitu, karena aku tahu setelah ini kau pasti tidak ada pekerjaan lagi, jadi aku mengajukan permohonan ke sebuah perusahaan pertelevisian agar merekrut dirimu" (sambil memperbaiki dasi)
Yuna hanya terdiam dengan pandangan kosong, dalam hati Yuna pun berkata"Tuan, menjadikan diriku untuk menjadi reporter?, kenapa Tuan harus susah-susah demi pekerjaan ku, seharusnya dia fokus pada persiapan untuk keluar negeri dan ikut tes kepresidenan, tetapi kenapa Tuan harus melakukan itu?"
Tuan tang xiahao:
"Yuna, aku ada rapat bisnis di luar kota, aku harus berangkat sekarang juga, kau mau keluar bersamaku?"
Yuna hanya terdiam, melihat keadaan Yuna termenung dan mengabaikan pembicaraannya, dengan segera Tuan tang xiahao menarik tangan Yuna
Tuan tang xiahao:
"Yuna?, apa kau baik-baik saja?, oh iya apa kamu mau menungguku di sini, kalau ia sarapan malam aku suruh Allison mengurusnya untukmu, bagaimana?"
Yuna pun tersadar...
Yuna:
"ti-tidak Tuan, aku pulang saja, Nenek menungguku di rumah, Tuan pergi saja dahulu"
Tuan tang xiahao:
"oh iya?, baiklah aku pergi dulu ya, jaga dirimu baik-baik, kalau ada apa-apa telpon aku yah, dah sayang"
Akhirnya Tuan tang xiahao pun pergi meninggalkan Yuna di ruang tersebut, Yuna masih berdiri dengan perasaan bingung dan pandangan yang kosong
Yuna:
"kenapa Tuan harus melakukan hal ini?, apa dia membujukku untuk menunggunya selama tiga tahun itu?, ini semuamembuat diriku bingung, entahlah aku harus pulang sebelum malam tiba"
Dengan segera Yuna keluar dari ruangan tersebut untuk pulang
(Hari sudah mulai malam 🌃)
...//...
(Di dalam taksi)
Yuna hanya termenung memikirkan perkataan yang di ucapkan oleh Tuan tang xiahao tadi sambil memandangi keluar jendela kaca mobil
Setelah beberapa jam di perjalanan akhirnya Yuna sampai di depan lorong rumahnya, Yuna tidak menyadari bahwa ia sudah sampai, Pak sopir yang sedang mengendarai mobil pun menegur Yuna yang sedang termenung
Pak sopir:
"Hallo Nona, kita sudah sampai"
Yuna:
"……………………"
Yuna masih termenung, karena hal tersebut membuat pak sopir kesal, ia pun menegur Yuna lagi
Pak sopir:
"Nona!!!"
Yuna pun seketika terkejut saat mendengar suara lantang dari pak sopir, dengan segera Yuna keluar dari mobil, secepatnya Yuna pun membayar ongkos, setelah membayar ongkos taksi, Yuna pun membalikkan tubuhnya, tiba-tiba ia di panggil oleh pak sopir taksi tersebut, dengan segera Yuna membalikkan tubuhnya kembali kearah pak sopir tadi
Yuna:
"iya pak!!"
Pak sopir:
"kau seharusnya minta maaf kepadaku karena kau telah membuat kesalahan Nona, apa kau tahu bila kau melakukan hal ini kepada sopir taksi yang lain, mereka akan membawa lari dirimu"
Yuna pun sadar dengan perkataan dari pak sopir, dengan segera Yuna meminta maaf
Yuna:
"maaf pak!!" (sambil menundukkan kepalanya)
Melihat keadaan Yuna, pak sopir pun bertambah kesal dengan segera ia membawa mobilnya dan mengabarkan Yuna, melihat kejadian itu Yuna hanya diam dan ia pun melanjutkan perjalanannya lagi menuju rumahnya
Setelah sampai di depan rumah, tanpa berpikir panjang Yuna pun segera masuk, setelah berada di dalam rumah, Yuna pun menutup kembali pintunya, setelah selesai Yuna mengangkat langkahnya sedikit demi sedikit, Yuna bertambah bingung lagi karena rumah sepi
Yuna:
"Dimana Nenek?, kenapa sepi sekali?, sudah tinggal berdua jangan jadikan rumah seperti kuburan😑"
Karena sudah malam, Yuna berpikir mungkin Nenek sudah beristirahat di kamarnya, Yuna pun memutuskan untuk beristirahat juga dikamarnya, Yuna pun pergi menuju kamarnya, setelah sampai di depan kamar, Yuna pun membuka pintu kamarnya dan masuk, saat membuka pintu kamar betapa terkejutnya Yuna saat melihat....
Yuna:
"Nenek?!!!"
Yuna melihat di atas tempat tidurnya sudah ada Nenek yang sedang duduk, dan yang mengejutkannya lagi Yuna melihat testpack di tangan kanan Nenek, dengan segera Yuna berlari dan berlutut di kaki Nenek sambil menangis
Yuna:
Dengan tatapan marah Nenek pun berkata..
Nenek:
"ini apa Yuna, ini apa Yuna!!!!!"
Yuna:
"tidak nek, itu bukan punya Yuna"
Nenek:
"bila kau ada masalah ceritakan pada Nenek, tapi kau menyembunyikan masalah ini pada nenek, ceritakan kenapa ini bisa terjadi??"
Akhirnya Yuna menjelaskan semuanya apa yang terjadi selama ini tentang dirinya pada Nenek, setelah mendengar semuanya, Nenek tersadar dan sedih melihat keadaan Yuna yang harus menanggung semua selama ini
Yuna:
"maafkan aku nek, aku hamil anak dari Tuanku sendiri"
Nenek:
"ya sudah, sebenarnya kau ceritakan semuanya jangan seperti ini, oh iya apa yang ingin kamu lakukan setelah ini"
Yuna:
"Yuna tidak tahu Nek, apa yang akan terjadi selanjutnya pada Yuna, Nek Yuna ingin Nenek tidak usah pikir, karena ini masalah Yuna biar Yuna yang selesaikan"
Nenek:
"apa kamu sanggup?"
Yuna hanya menganggukkan kepalanya
Nenek:
"baiklah, tetapi bila kamu tidak tahan dengan semua ini, ceritakan saja pada Nenek, jangan kamu sembunyikan, apalagi dengan keadaan mu seperti ini, seorang ibu hamil tidak bisa memikirkan yang berat-berat itu akan berdampak pada bayinya juga, yasudah
besok pikirkan lagi, ayo makan!!"
Yuna:
"tidak nek, Yuna sudah siap makan tadi"
Nenek:
"yang betul nih?? gak bohong kan?"
Yuna:
"iya nek, Nenek keluar dulu Yuna mau istirahat"
Akhirnya Nenek pun keluar, setelah Nenek keluar dengan segera Yuna menutup kembali pintu kamarnya, setelah selesai Yuna merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur
Yuna masih memikirkan perkataan yang di ucapkan oleh Tuan tang xiahao tadi
Yuna:
"apa maksud dari semua ini, Tuan tang xiahao melakukan ini semua pasti ada maksud lain di balik ini, eumm...ada yang aneh, sebaiknya aku selidiki untuk menjawab semua pertanyaan ku ini"
Tiba-tiba handphone Yuna berbunyi, dengan segera Yuna mengambil dan mengangkatnya
Yuna:
"hallo, ini siapa ya?"
Direktur pertelevisian:
"ini saya direktur pertelevisian Ceonju, ada informasi sedikit tentang anda, besok anda akan berkerja sama dengan perusahaan kami, dan anda juga akan menjadi bagian dari reporter perusahaan kami, selamat Nona Yuna, semoga kita bisa berkerja sama, apa Nona ada pertanyaan?"
Yuna:
"iya??, tidak ada, jadi besok saya sudah mulai berkerja, tanpa wawancara terlebih dahulu?"
Direktur pertelevisian:
"iya, kami terinspirasi pada anda karena anda bisa memecahkan masalah tentang pembunuhan, jadi kami semua tertarik untuk berkerja sama dengan anda, dan kami juga menjadikan anda sebagai reporter perusahaan kami, dan itu juga berkat Tuan anda"
Yuna:
"oh iya pak!!, terima kasih pak, besok saya akan kesana"
Direktur pertelevisian:
"oh iya Nona"
Akhirnya telponan antara Direktur pertelevisian dan Yuna pun berakhir
Yuna:
"apa Tuan tang xiahao melakukan ini karena aku adalah.............
...(continued ❤️)...