My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Terpaksa Menikahi Gadis Dibawah Umur (10)



๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Dia istrimu, kau berhak atas dirinya," kata Dokter Kelvin, baru beberapa bulan berteman mereka sudah sangat akrab hingga saat ini.


"Mana mungkin aku melakukannya. Kau tau dia bilang usianya masih 15 tahun, dia masih dibawah umur!" Jawab Presdir Chao.


"Heh...kenapa orang-orang jenius selalu bodoh kalau masalah perempuan. Tidak di novel, tidak di dunia nyata, sama saja," kembali Dokter Kelvin berucap dengan nadanya yang mengejek.


"Apa kau memngataiku bodoh!" Jawab Presdir Chao tak terima.


"Tentu saja kau bodoh! kau lihat tidak bagaimana bentuk tubuhnya! Kebohongannya terlalu jelas terlihat, kalau dia mengaku masih berusia 15 tahun. 16 atau 17 kek, ini malah 15 tahun. Hanya orang-orang bodohlah yang akan percaya. Sebagai Dokter yang hebat, pintar, cerdas, teliti, dan pastinya tidak jomlo. Tentu saja aku sangat hafal bentuk tubuh setiap manusia, dari lahir hingga menua. Jelas terlihat Tania istrimu tidaklah berusia 15 tahun. Melainkan 21 hingga 22 tahun," jelas Dokter Kelvin menyampaikan pendapatnya, kala menilai dari sudut pandang ilmu medis.


"Apa kau mengira aku tidak curiga," jawab Presdir Chao singkat.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Keesokkan paginya, Presdir Chao kembali membawa Nia ke kantornya. Presdir Chao sudah memaksa agar istrinya tetap istirahat dirumah, mengingat luka dipundaknya masih belum kering. Tapi dengan alasan bosan, dan segala rayuan mautnya. Nia pun berhasil membujuk suaminya, agar mengizinkan nya untuk ikut ke kantor bersama.


Di kantor:


"Yes aku menang!" Teriak Nia ketika mengetahui bahwa ia menang, tentang perdebatan sengit masalah saham kemarin. Bahagia, tanpa sadar Nia mengajar tanganya keatas.


"Aaakh, sakit-sakit," desis Nia kala baru sadar akan perbuatannya barusan membuat lukannya terasa pedih.


"Berhati-hatilah, dasar bodoh," ucap Presdir Chao, sedikit kuatir.


"Mana hadiahku," tagih Nia.


"Apa kau menginginkan nya sekarang sayang, aku selalu siap," ujar Presdir Chao mendekatkan tubuhnya pada Tania.


"ISS.. Apaan sih kak, aku sudah tidak menginginkan tubuh kakak lagi. Sudah tau pasti tidak enak lagi. Sebagai gantinya, berikan aku tabuangan sendiri. Tapi sudah ada cuannya," ujar Nia mengganti keinginannya.


" Opss, tidak bisa diganti lagi, sayang." Jawab Presdir Chao tersenyum licik.


"Beraninya main ancaman, berapa yang kau perlu?" Tanya presdir Chao.


"Tidak banyak, hanya $xxxxxxxx," jawab Nia santai.


"Apa kau gila, uang sebanyak itu ingin kau gunakan untuk apa? Itu bisa kau gunakan untuk membeli sebuah perusahaan. Apa kau seorang Bocil tukang peras," bentak presdir Chao tak percaya.


"Aku tidak ingin beli apa-apa, aku memang ingin membuka usaha sendiri. Kakak sudah tau kehebatanku bukan. Jadi tenang saja, kak. Aku tidak mungkin menipu kakak, yang ada kakak akan untung banyak nantinya," jelas Nia.


"Baiklah, ini kartunya. Awas kalau Samapi kau membohongiku. kau akan mendapatkan hukuman," ucap Presdir Chao, malah memikirkan hukuman apa yang akan ia berikan untuk istrinya itu.


"Terima kasih suamiku tercinta, aku pasti akan mengembalikan uangmu berkali-kali lipat, Muach," ujar Tania memberikan kecupan dipipi suaminya.


"Hanya dipipi saja, aku ingin di bibir. Ayo! Berikan aku ciuman di bibir," titah Presdir Chao siap dengan memonyongkan bibirnya, Dan...


Bersambung.....


Hayo! Siapa yang nunggu adegan tidaaak-tidaaak๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Hahahaha Sabar menunggu ya reader ๐Ÿ‘Œ


Like, komen, hadiah, dan vote๐Ÿ™


Maafkan typonya๐Ÿ™


Selamat membaca dan semoga suka ๐Ÿ’–


Lope readersss ๐Ÿ˜˜


๐Ÿ’–๐ŸŒธ