
πΈπΈπΈ
"Kak Wina! Kakak sedang apa?" Tanya Nia yang heran, saat melihat Wina yang kasuk-kusuk mencari sesuatu.
"Nia, kakak tidak apa-apa kok," jawab Wina gugup. Tanpa menaruh curiga, Nia meletakkan makanan yang ia bawa keatas nakas.
"Ayo kak, makan dulu. Setelah itu minum obat kakak. Aku mau ke kamar ku dulu ya kak. Ini obat sama makanan untuk kakak aku letakkan disini. Jangan lupa dimakan ya, kak!" Ucap Nia mengingatkan.
"Seharusnya tidak usah repot-repor, Nia. Kakak merasa tidak enak," jawab Wina.
"Tidak apa-apa, kak. Aku sudah menganggap kakak sebagai kakak ku sendiri. Jadi jangan sungkan padaku," sahut Nia lagi.
"Terima kasih, Nia. Atas segalanya," ucap Wina jujur.
"Sama-sama kak, aku mau ke kamar dulu. Kakak istirahat saja," ucap Nia lalu keluar dari kamar Wina.
Begitu sampai dikamarnya, Nia langsung mengganti pakaiannya. Mengambil tasnya, ia menyelinap diam-diam keluar dari mansion. Agar tidak ketahuan, Nia memilih keluar dari pintu belakang. Kejeniusannya ia kerahkan agar bisa keluar dari mansion tanpa siapa pun yang mengetahui, termasuk CCTV pintar sekalipun. Karena cctv di mansion berhasil ia retas.
Berhasil menjauh dari mansion, Nia Harus berjalan cukup jauh. Hingga sampilah ia dijalan raya. Menyetop sebuah taksi, Nia menuju rumah sakit.
Samapi dirumah sakit, terburu-buru Nia menemui seorang dokter. Yang sebelumnya juga pernah ia temui.
"Bagaimana dok? Apa hasil test-nya sudah keluar?" Tanya Tania tak sabaran.
"Ini, Nona. Silahkan Nona baca. Ini masih tersegel," kata dokter itu memberikan sebuah maff bersegel pada Nia.
Nia segera membuka maff itu, dan langsung membacanya. Setitik Air mata, membasahi surat yang kini masih ia baca. Entah menangis karena bahagia, atau bersedih. Sepertinya masih dijadikan misteri oleh Authorπ
πΈπΈπΈ
Di negara D:
"Apa kau bilang, Putri Zanna masih hidup. Lalu tinggal dan menikah dengan seorang pengusaha kaya raya. Bahkan xxxxx xxxx juga ada di sana," teriak Ratu Della menggelegar. (Disensor, biar misteri gitu).π
Tanpa mendengar jawaban orang suruhannya. Ratu Della langsung memutuskan panggilan sepihak.
" Ada apa, sayang." Tanya Raja Jeff heran.
"Benar dugaan ku. Yang membuat pejabat menjual saham mereka. Itu adalah ulah putri Zanna. Dia masih hidup dan menikah dengan pengusaha paling kaya di dunia. Kita harus menyingkirkannya. Sebelum ia menjalankan rencananya semakin dalam. Jika hal itu terjadi, maka kita berdua akan hancur. Kau tau, dia bukanlah orang sembarang. Kita juga harus menggunakan otak kita untuk melawannya." Ucap Ratu Della serius.
"Bagaimana bisa, dia masih hidup. Apa dia punya banyak nyawa," ujar Raja Jeff heran.
"Entahlah aku juga tidak tau, kita harus berhati-hati saat ini. Jangan Samapi ada yang tau masalah kita," sahut Ratu Della serius.
"Tapi, kita dalam masalah besar. Jika suaminya juga membantunya untuk balas dendam pada kita," ujar Raja Jeff.
"Untuk itulah, kita harus bertindak cepat dari mereka. Apapun itu, sekuat apapun orang dibelakangnya kita harus tetap melawannya," jawab Ratu Della berapi-api.
"Bagaimana cara kita bertindak. Apa hanya cukup dengan hanya menculiknya," sahut Raja Jeff bingung.
"Apa lagi yang bisa kita lakukan, selain membunuh mereka," jawab Ratu Della santai.
"Aku mengerti rencanamu," sambung Raja Jeff tersenyum sinis.
Bersambung...
Like, komen, hadiah, dan vote π
Maafkan typonya π
Selamat membaca dan semoga suka π
Lope readersss π
ππΈ