My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 105



🌸🌸🌸


Didalam sebuah ruangan yang lumayan terang, ruangan yang dulunya adalah gudang, jadi sangatlah kotor dan juga berantakan.


Dan diruangan itulah, Aurel terbaring dilantai tanpa alas apapun. Hanya lantai yang kotor dan terasa sangat dingin, dingin yang semakin membuatnya merasakan sakit yang amat sangat.


Tak ada yang bisa ia lakukan. Selain mengatur nafas, menahan agar ia tak berteriak guna menjaga stamina, agar tidak terkuras habis. Karena baru pembukaan 5, maka Aurel masih harus menahan sakit yang saat ini mendatanginya.


Pinggangnya terasa akan lepas dari tempatnya, sedangakan tulang belulangnya, terasa diremuk-remuk saking sakitnya. Itu saja tidak bisa menggambarkan betapa kesakitannya ia saat ini.


Dan distulah, Aurel mengingat ibunya. Rasa bersalah menghantuinya saat ini, apalagi ketika ia mengingat, saat ia membentak ibunya dulu. Betapa berdosanya ia yang telah melukai perasaan ibunya, yang rela mengorbankan nyawa demi melahirkannya kedunia.


Beginikah sakitnya perjuangan ibunya dahulu saat melahirkannya. Betapa luar biasa hebatnya ibu-ibu diluaran sana, mereka bisa menahan rasa sakit yang sedahsyat ini.


Aurel mulai tak karuan, seiring rasa sakit yang datang dengan waktu yang semakin singkat. Tidak ada tangan siapapun yang bisa ia genggam, untuk mencari kekuatan. Tidak juga ada besi penyangga ranjang yang bisa ia genggam, juga untuk mencari kekuatan. Bahkan tidak juga ada seprey atau selimut yang bisa ia genggam, guna mengekspresikan rasa sakitnya.


Hanya tanganya yang mengepal membentuk tinjuan, guna menyalurkan rasa sakit yang kini ia alami. Sedangkan seorang dokter paruh baya yang akan membantunya bersalin, sibuk menghitung uang yang tadinya ia dapatkan.


"Dok-dokter, tol-long sa-saya dok,"ucap Aurel terbata-bata.


"Apa sudah saatnya, "dokter itupun segera memasukkan uangnya kedalam tas miliknya. Setelah itu barulah ia memeriksa keadaan Aurel.


🌸🌸🌸


"Ini makanan untukmu adikku, "ucap Mike memberikan sebuah roti yang berukuran kecil kepada Annin.


"Oh iya, kakak lupa kau sedang diborgol, "ucap Mike membuka bungkus roti. Dan menyuapkannya paksa kemulut Annin yang berukuran kecil.


Dengan berlinang air mata. Annin yang memang sangat kelaparan, berusaha mengunyah roti yang kini menguasai mutnya.


"Soal adik kesayanganmu itu, tidak perlu kau cemaskan. Karena saat ini dia sedang melahirian kedua anaknya. Kakakmu ini lagi berbaik hati. Karena itulah kakak hanya akan menjual salah satu dari mereka saja, "ucap Mike pada Annin.


"Tuan, saya mohon jangan lakukan itu. Saya mohon jangan ganggu Anak-anak dari adik saya. Bunuh saja saya tuan, tapi jangan adik saya. Saya mohon jangan lakukan itu, tuan. " Ucap Annin memohon.


"Dengar ya sayang, Kakak tidak akan membunuhnya ataupun membunuhmu. Kakakmu ini belum bisa melakukannya, karena kakak belum mau mati sia-sia. Ayah tercinta kakak, sudah tau siapa kakak sebenarnya, jadi kakak masih harus bersembunyi dan mencari tempat berlindung yang aman. Kakak, hanya mau membawa satu dari 2 anaknya. Kakakmu ini masih ingin bermain api. Tidak seru bila cerita ini tamat sampai disini saja,"Mike berkata dengan senyuman liciknya.


"Untuk apa tuan mike, saya mohon hentikan semua ini. Jangan lakukan apapun pada mereka, mereka tidak bersalah tuan, "ucap Anni meninggikan nada suaranya.


"Kau berani membentakku, seharusnya kau bersyukur. Karena aku masih akan membiarkan kalian hidup dengan tenang. Setidaknya sampai batas waktunya tiba, Hahahahaha, "kembali Mike tertawa menakutkan.


Bersambung.......


Maaf ya, belum bisa nulis yang panjang dalam satu bab. Masih agak repot, jadi mohon pengertianya πŸ™πŸ˜Š


Saranghae All Reader 😍😘


Like, komen, hadiah, dan voteee πŸ™


Rate bintang 5 juga ya πŸ™πŸ˜‚


Selamat membaca dan semoga suka πŸ’—πŸ˜


Maafkan typonya πŸ™


πŸ’—πŸŒΈ