
πΈπΈπΈ
"Selamat bersenang-senang keponakanku tercinta. Kevin, Danial semangat. Goll kan dengan lancar," tutur Raja Jeff memeletkkan lidahnya pada Kevin juga Danial.
Setelah tersenyum puas menatap kedua keponakannya. Raja Jeff juga Ratu Della membalikkan badan mereka akan pergi dari penjara itu.
Tanpa diduga oleh keduannya, Kevin juga Danial malah mengunci tubuh keduannya agar tak bergerak.
Saat itulah, Presdir Chao dan yang lainnya datang bersamaan. Zanna juga Anna menatap tak percaya apa yang mereka lihat.
Para pengawal yang lain langsung memborgol kaki dan tangan Raja Jeff juga Ratu Della. Presdir Chao segera menuju istri tercintanya, ia berusaha melepaskan semua tali yang mengikat tubuh istrinya.
Sedangkan Pangeran Jain, membantu melepaskan ikatan tali di tubuh Putri Anna. Pangeran Jain seakan tuli tak mendengarkan teriakan-teriakan histeris kedua orang tuannya, yang meminta untuk dilepaskan padanya.
"Bawa kedua orang tua saya kepenjara para penghianat." Titah Pangeran Jain, lirih, agak berat dihatinya, untuk memenjarakan kedua orang tuanya sendiri. Tapi, apa boleh buat. Ia harus adil dalam menegakkan hukum di nergaranya. Tanpa ampun, ia akan menghukum siapa pun yang bersalah termasuk kedua orangtuannya sendiri.Semua pengawal berbondong-bondong mengawal kepergian Raja dan Ratu mereka yang akan segera mereka Kurung dipenjara.
Pangeran Jain hanya berharap agar kedua orang tuannya berubah. Jika tidak, ia siap untuk memberikan hukuman yang setimpal pada kedua orang tuanya. Itulah kesepakatan yang telah ia sepakati bersama dengan Presdir Chao.
Setelah ikatan tali yang melilit tubuhnya terlepas, Zanna langsung memeluk erat suaminya. Ia menangis sejadi-jadinya, rasa takutnya ia tumpahkan bersamaan dengan air matanya yang terus mengalir. Tubuhnya bergetar, saking takutnya. Ia benar-benar telah jatuh Cinta pada sang suami. Ia hampir saja putus asa, bahkan ia sempat merelakan suaminya untuk sang kakak. Ia juga takut menjadi istri yang sudah tidak suci lagi untuk suaminya. Semua hal itu begitu membuatnya takut.
"Tenanglah sayang, aku tidak mungkin membiarkan siapapun menyentuhmu. Ayo kita keruamah sakit dulu, kamu terluka sayang." Tutur Presdir Chao mengingat jari istrinya yang teriris.
"Sebentar saja kak, biarkan aku memelukmu sebentar saja," lirih Zanna.
"Baiklah," ucap presdir Chao mengelus punggung istrinya.
"Saya akan pergi duluan, tuan Chao. Ayo kak!" Pamit Pangeran Jain, memopong tubuh kakaknya Putri Anna.
Sekarang, tinggallah sepasang suami istri itu yang masih saling memeluk. Zanna merasa sangat nyaman berada di dalam dekapan suaminya.
Tak lama, tak lagi terdengar segukkan sang istri, Presdir Chao kira istrinya telah tenang. Namun, saat ia melepaskan pelukannya. Tiba-tiba saja Zanna terkulai lemas dan kembali kepelukkan presdir Chao. Presdir Chao baru sadar bahwa ternyata sang istri telah kehilangan kesadarannya.
Dengan segala kepanikannya, ia membawa tubuh istrinya ke rumah sakit yang tersedia di istana.
πΈπΈπΈ
"Tenanglah tuan, Putri Zanna baik-baik saja. Putri Zanna hanya kekurangan cairan tubuh saja. Setelah diinfus kondisinya sudah kembali pulih. Begitu juga dengan Putri Anna, keduannya sudah siuman saat ini. Tuan, sudah bisa menjenguknya," jelas Dokter kerajaan sopan.
"Terima kasih, Dokter," ucap Presdir Chao lalu bergegas masuk keruang rawat istrinya.
"Terima kasih banyak, dokter," ucap Pangeran Jain tulus, lalu menyusul Presdir Chao untuk memeriksa keadaan kedua kakaknya.
"Bagaimana perasaanmu, sayang?" Menggenggam kedua tangan istrinya erat.
"Aku baik-baik saja, kak. Aku tidak menyangka kakak akan datang. Ak-aku...," tutur Zanna kembali bersedih. Tidak terbayangkan olehnya jika saja suaminya tidak datang untuk menolongnya. Entah apa yang akan terjadi.
"Sudah, sayang. Jangan bersedih lagi, ada aku disini. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu. Aku bahkan belum menyentuhmu sedikitpun, mana mungkin aku membiarkan lain menyentuhmu lebih dulu," tutur Presdir Chao, menciumi luka di jari istrinya. Berharap dapat mengurangi rasa sakitnya.
Bersambung...
Baikkan Othor, dua-duanya Othor selamatin. Jangan lupa kopinya yahππ
Nggak jadi deh adegan dor dornya. Next gimana nih, adegan dor-dor, atau dor-dor di emmπππππππ
Like, komen, hadiah dan vote π
Maafkan typonya π
Selamat membaca dan semoga suka π
Lope readersss πππ
ππΈ