
πΈπΈπΈ
"Biar saya sendiri tuan, "ucap annin yang kini telah berada di dalam buthub.
"Tuan, kenapa masih dipanggil tuan, "ucap presdir Shilin dalam hati.
"Kalau di indonesia panggilan istri untuk suaminya apa? "tanya presdir shilin.
"Mas... "jawab annin pelan.
"Kalau begitu, panggil suamimu ini dengan panggilan MAS IN,"jawab presdir shilin tersenyum menatap annin. Senyuman yang tak pernah annin lihat selamai ini, dan annin benar-benar terpesona dengan senyuman itu.
"Ayo panggil MAS IN, "titahnya lagi.
"Iya.. MAS IN, "ucap annin menundukkan wajahnya merasa malu.
"Kalau panggilan dari suami pada istrinya apa?"tanya presdir Shilin.
Annin bingung antara menjawab atau tidak. Ia akan merasa aneh bila mendapatkan panggilan juga dari suaminya. Walaupun kebingungan annin tetap menjawabnya.
"Adek atau Dek. "ucap annin merasa geli dengan panggilan itu.
"Panggilan yang lucu. Kalau begitu MAS IN akan memberikan panggilan pada istri cantik MAS Ini, dengan panggilan DEK AN. Serasi bukan. MAS IN dan DEK AN. "ucap presdir Shilin mendekatkan dirinya pada annin.
...Author: MAS shilIN dan Dek ANninπππ...
"Tuan mau apa? "tanya annin cemas.
"Kenapa masih tuan, "ucap presdir shilin berhenti mendekati annin.
"Maksud annin. Mam... mas In, mau apa?"ucap annin memerah.
"Mau memandikan istri, Mas."jawab presdir shilin santai, lalu melepaskan semua kain yang melekat ditubuhnya tanpa merasa malu. Annin hanya mampu mengalihkan pandangan, tanpa bisa membantah.
Setelah melapaskan semua kain ditubuhnya. Presdir shilin mulai ikut masuk kedalam buthub berukuran besar itu.
"Ternyata di pandai mencari kesempatan dalam kesempitan,"ucap annin yang pastinya hanya didalam hati.
Dengan santai presdir shilin mengambil sebuah spons, lalu menuangkan sedikit sabun cair.
"Sini, Mas bantu bersihkan tubuhmu, "ucap presdir shilin.
"Tidak usah malu-malu. Kita harus terbiasa seperti ini. Mom dan daddy juga selalu mandi bersama. Itulah kenapa mereka selalu harmonis. "jelas presdir shilin meyakinkan annin.
"Tapi anin.... "
"Sudah, tidak perlu malu-malu. "ucap presdir shilin memotong ucapan annin yang belum selesai. Lalu mengangkat tubuh annin, dan meletakkan tubuh annin dipangkuannya.
Annin hanya pasrah. Entah kenapa dia juga merasa senang diperlakukan seperti itu oleh suaminya.
"Mas bantu lepasin ya, "ucap presdir shilin lalu melepaskan kaitan bra annin. Tapi dengan cepat annin memegang bra nya agar tak terlepas.
"An sayang, kenapa bisa berbekas dan memerah seperti ini, "presdir shilin berkata sedikit panik. Saat melihat ada yang membekas di kulit mulus annin.
"It.. Itu karena B.. Bra nya sudah kekecilan, "jawab annin sedikit terbata menahan malu. Annin menundukkan wajahnya dalam, saking malunya.
"Benarkah. Tapi masak iya bra bisa mengecil sendiri. Atau gundukkan kelapa muda MAS ini yang membesar. "ucap presdir shilin tersenyum jail.
"Oh tuhan, aku hanya ingin dia berubah menjadi baik. Bukanya menjadi mesum.Ah... Aku bisa gila, jika terus begini. Dan kenapa juga dia bilang gundukkan ini punya dia. Ini kan punyaku dan juga anakku kelak. "pekik annin dalam hatinya.
"Sini Mas bantu bersihkan."ucap presdir shilin langsung mengambil bra annin dan melemparnya keluar dari buthub.
Dari belakang annin, presdir shilin tersenyum puas. Ia telah berhasil mendekatkan Dirinya pada sang istri. Melihat sang istri hanya bereaksi memerah ia menjadi semakin berani. Dan ia juga senang istrinya tak takut ataupun trauma padanya.
"Tuhkan semakin membesar. Nanti setelah dari rumah sakit, kita ke mall dan berbelanja pakaian dalam untuk istri cantik Mas ini, "ucap presdir shilin membersihkan tubuh annin.
Jangan tanya bagaimana kabar annin. Ia sudah akan meledak. Ia senang Jika suami arogan dan kejam nya telah berubah. Tapi ia juga kecewa, karena suaminya bukan hanya berubah nenjadi baik tapi juga mesum.
Bersambung.....
Like dan komen ya, hadiah dan vote nya jugaπ
Maafkan typonya, selamat membaca dan semoga suka πππ
Haduh.. setelah ini masuk konflik lagi π
Jangan ada yang tertipu dengan alurnya ya, nanti ada yang kena prank lagi πππ
ππΈ