My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Terpaksa Menikahi Gadis Dibawah Umur (05)



🌸🌸🌸


Setelah pengucapan janji suci. Kini, dua pasangan yang umurnya berbeda jauh, telah sah menjadi suami istri. Pernikahan sederhana itu hanya dihadiri oleh beberapa orang penting saja.


Begitu acara inti selesai, beberapa orang yang hadir pun langsung pulang. Kini hanya tersisa Tuan Aldrich, Presdir Chao, juga Tania. Ketiganya duduk di sofa ruang tamu, dalam keadaan Nia yang masih mengenakan gaun sederhana nya.


"Tania," panggil tuan Aldrich lembut.


"Iya pak!" Jawab Nia cepat.


"Daddy, panggil saya Daddy. Karena sekarang kamu adalah menantu saya," pinta tuan Aldrich.


"I-Iya,Daddy," jawab Nia.


"Kamu pasti kecewa ya? Dengan pernikahan ini. Kamu tenang saja ya Nia! Daddy janji, jika usiamu cukup, Daddy akan memberikan pesta pernikahan yang megah untukmu." Janji tuan Aldrich.


"Tidak perlu, Daddy. Bagi saya ini saja sudah megah. Asalkan Kak Chao Mau bertanggung jawab atas saya, itu saja sudah cukup bagi saya," jawab Nia yakin.


"Kamu adalah gadis yang baik juga sangat dewasa, Daddy kagum padamu," ucap tuan Aldrich memuji Tania.


"Ingat Chao, istrimu masih dibawah umur. Daddy harap kau tidak akan lagi melakukan hal yang tidak-tidak padanya. Apa kau paham?" Ucap tuan Aldrich memgingatkan.


"Siapa juga yang ingin melakukan hal yang tidak-tidak padanya," jawab Presdir Chao ketus.


"Aku sangat tidak yakin," gumam Nia.


"Apa katamu?" Bentak presdir Chao.


"Aku tidak mengatakan apa-apa," jawab Nia.


"Sudah-sudah! Kenapa kalian berdua malah bertengkar," sanggah tuan Aldrich.


"Bik, tolong antarkan Tania ke kamarnya," titah tuan Aldrich pada pelayannya.


"Apa dia akan sekamar denganku, Dad?" Tanya Presdir Chao.


"Tentu saja, diakan istrimu. Tapi ingat jangan macam-macam padanya! Setidaknya tunggulah sekitar 2 atau 3 tahun lagi." Kembali tuan Aldrich mengingatkan putranya.


"Dia sangat cantik bukan! Daddy yakin, kau juga menyukainya. Tapi kau tidak ingin mengakuinya, karena usianya bukan," tebak tuan Aldrich.


"Aku hanya sedikit tertarik padanya," jawab Presdir Chao jujur.


"Daddy tau itu. Percayalah usia bukan penghalang bagimu, untuk mencintai seseorang yang mampu meluluhkan hatimu. Buatlah sedikit perasaan itu menjadi besar seiring berjalannya waktu.


"Aku ingin istirahat dulu, Dad," pamit Presdir Chao.


"Pergilah, tapi ingat pesan Daddy,"


"Aku ingat, Dad." Jawab Presdir Chao lalu kembali ke kamarnya.


Masuk kedalam kamarnya, Presdir Chao dikejutkan dengan pemandangan yang kembali menggoda imannya.


"Kak, bantuin dong. Kok malah bengong disitu," ketus Nia.


"Cerewet sekali," gumam presdir Chao, tapi tetap membantu istrinya melepaskan gaun itu.


"Dasar gadis gila," kesal Presdir Chao.


🌸🌸🌸


Beberapa bulan berlalu, dimalam hari yang begitu sunyi dan sepi. Aeri terbangun, setelah merasakan sakit pada perutnya yang menjalar hingga ke pinggangnya.


"Sayang, sayang, ahhh... Perutku sakit, aahh...," Desis Aeri, tapi tetap berusaha membangunkan Presdir Shilin.


Mendengar ringisan sang istri, Presdir Shilin yang memang telah siaga, langsung terbangun. Dan betapa terkejutnya ia, kala melihat istrinya kini meringis kesakitan.


"Sayang, apa sekarang waktunya," ujarnya langsung akan menggendong Aeri.


"Iya, sakit sekali, aaahh," ringis Aeri, keringat dingin telah membanjiri seluruh tubuhnya. Sesekali ia memejamkan matanya, guna merasai setiap rasa sakit yang amat sangat menghampirinya tiba-tiba.


Dengan sigap Presdir Shilin menggendong istrinya, dan segera membawa Aeri kerumah sakit.


Sampai dirumah sakit, Aeri langsung ditangani oleh dokter. Tak berselang lama datanglah tuan Mou juga nyonya Mou. Dengan wajah kuatir sekaligus bahagia mereka.


"Bagaimana keadaan Aeri, Shilin?" Tanya sang Mommy kuatir.


"Belum tau, Mom. Shilin akan kedalam untuk menemaninya," jawab Shilin dengan wajah cemasnya.


Begitu sampai diruang persalinan. Presdir Shilin langsung memberikan mendekat pada istrinya, yang terus meringis kesakitan.


Aeri memang akan melahirkan secara Cecar, dan hal itu sudah direncanakan jauh-jauh hari. Mengingat keadaan tubuh Aeri yang cukup lemah. Dan tidak memungkinkannya untuk melahirkan secara normal.


Agar istrinya tidak tegang, Presdir Shilin terus mengajaknya berbicara juga bercanda. Tak lama tangisan bayi pecah di ruang persalinan itu. Raut kebahagian tampak memancar dari kedua pasangan itu. Apalagi Presdir Shilin yang memang sangat menginginkan seorang bayi.


"Selamat pak, bayinya laki-laki dan sangat sehat," ujar perawat pada Presdir Shilin. Perawat itu langsung membawa bayinya untuk dibersihkan lebih dulu.


Setelah persalinan selesai Aeri langsung dibawa keruang perawatan. Presdir Shilin selalu berada disamping istrinya, tak meninggalkannya sedetik pun.


Tak lama seorang perawat masuk keruangan Aeri, dengan membawa seorang bayi yang begitu menggemaskan.


"Ini bayi, ibu. Silahkan disusui untuk yang pertama kalinya." Ujar perawat itu.


Dengan sedikit gugup dan gemetar, Aeri menyambut bayinya dengan penuh suka cita. Bahkan cairan bening mengalir begitu saja dari kedua sudut matanya.


Sedangkan Presdir Shilin tak henti-hentinya menghadiahkan ciuman yang bertubi-tubi pada Aeri juga bayinya. Tuan Mou juga nyonya Mou tampak terdiam, keduannya tak dapat berkata-kata saking terharu juga bahagia.


warning : Ada misteri pada usia Tania, jadi jangan berasumsi lain dulu ya reader! Kalau kalian penasaran, ditunggu kelanjutannya ya.


Siapa sebenarnya si Tania ini? Usia saja pakai misteri, apalagi kehidupannya yang sebenarnya🤔


Like, komen, hadiah, dan vote🙏


Maafkan typonya🙏


Selamat membaca dan semoga suka💖


Lope readersss 😘


💖🌸