My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 138



๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Bagaimana hasilnya?"tanya tuan Yong, sekarang mereka semua sudah berkumpul dimarkas. Ada beberapa yang berada diluar untuk berjaga. Dan kini, mereka sedang mendiskusikan guna memantapkan rencana mereka.


"Tuan Nosa, meminta babysister yang merawat Baby Garren, untuk membawa Baby Garren ke hotelnya, besok. Sekitar jam 3 sore, tuan," lapor Zhang setelah mendengarkan pecakapan tuan Nosa, yang kini tengah duduk dikursi ruang tamu hotelnya. Karena Diruang tamu itu sudah dipasang alat canggih oleh tuan Yong. Dan jadilah, mereka bisa mendengar bahkan melihat apapun yang dilakukan oleh Nosa.


"Bagus. Besok, kita akan langsung bertindak," ujar tuan Yong.


"Persiapkan segalanya, mulai dari sekarang," tambahnya lagi memberi perintah.


"Baik, tuan," jawab Zhang.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Keesokan paginya, 15 menit sebelum jam 3 sore. Semua anggota CruelBlood, mulai beraksi ditugas mereka masing-masing.


Dan melakoni peran dengan penyamaran mereka masing-masing. Sekitar 15 anggota saling membuat kelompok, berpura-pura liburan untuk menginap dihotel. Ada juga yang sengaja membawa perempuan, agar nantinya ia tak dicurigai. Semua anggota yang menyamar akan beraksi pada waktunya nanti.


Sedangkan tuan Yong, Zhang, dan dua anggota CruelBlood yang baru, ikut bersama tuan Yong. Sedangkan satunya lagi ikut menyamar bersama dengan ke 15 anggota lainnya.


Mereka berempat, berhasil masuk kedalam hotel dengan menggunakan jalan belakang. Perlahan mereka berusaha menuju lantai paling atas, dimana ada Nosa disana.


Mereka yang kini memakai pakaina serba hitam, seakan sama dengan dinding-dinding yang juga berwarna hitam. Moloncat sana meloncat sini, manjat sana manjat sini. Berusaha menghindari cctv yang selalu mengintai mereka.


Menaikki lantai atas dengan menggunakan tangga manual, bukanlah perkara yang mudah, karena cukup menguras tenaga mereka.


Tapi usaha mereka tak sia-sia, karena kini, mereka berempat berhasil tiba dilantai paling atas.


Dengan sangat berhati-hati, mereka mulai mendekati pintu kamar hotel milik Nosa.


Dengan kartu yang entah mereka dapatkan dari mana. Tapi yang pasti, pintu itu lansung terbuka ketika ditempelkan oleh Zhang. Kesebuah kotak kecil dipintu canggih itu.


Menjinjitkan kaki mereka, berusaha masuk dengan cepat. Saat masuk kedalam ruangan itu, tidak ada siapa-siapa didalam sana. Padahal mereka berempat sudah mencari kemana-mana, ruang tamu, dapur, kamar, toilet, tak lepas dari geledah mereka, tapi hasilnya tetap nihil. Mereka tak dapat menemukan siapa-siapa. Baik tuan Nosa ataupun Garren putranya.


Sadar bahwa mereka telah dikerjai, keempatnya kompak kocar-kacir meninggalkan kamar itu. Dan segera pergi meninggalkan hotel itu.


Alih-alih berhasil, mereka malah dikerjai oleh Nosa. Dengan perasaan was-was mereka segera kembali ke markas.


Sedangkan para anggota yang lainnya, terpaksa harus menginap disana. Agar tak membuat Nosa semakin curiga. Bila mereka meninggalkan hotel secara bersamaan.


"Apa rencana kita selanjutnya, tuan?"Zhang berseru.


"Apalagi, kita harus jalankan rencana kedua. Kita akan mendatangi Nosa langsung ke markas mereka," jawab tuan Yong dengan emosi yang menggebu-gebu.


Ia benar-benar telah murka, Nosa bahkan berani mengerjainya. Dan ia tidak akan hanya tinggal diam.


"Kau dari mana saja?" tanya tuan Yong, yang curiga pada gerak gerik Ryan, salah satu dari 3 anggota baru. Ryan yang baru datang, saat mereka bertiga sedang berkumpul, tentu saja membuat tuan Yong curiga.


"Saya dari toilet, tuan," jawab Ryan gugup.


"Duduklah," titah tuan Yong oada Ryan yang datang terlambat.


Ada dua anggota baru yang kini bersama mereka. Mereka berdua bernama Ryan dan satu lagi bernama Rain. Diantara keduanya, tuan Yong sangat menyukai cara kerja Rain yang dinilai tuan Yong sangat memuaskannya.


Untuk Ryan, tuan Yong menaruh rasa curiga padanya.


Bersambung.......


Like, komen, hadiah, dan vote๐Ÿ™๐Ÿ’—


Maafkan typonya๐Ÿ™


Selamat membaca dan semoga suka๐Ÿ’—


Lope lope raders๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


๐Ÿ’—๐ŸŒธ