
πΈπΈπΈ
Pagi itu annin tampak sangat sibuk berperang dengan peralatan dapur. Tidak ingin dibantu para pelayan, annin telaten berusaha masak sendiri dengan penuh perjuangan. Annin berusaha menahan mualnya saat mengiris daging, apalagi garam dan penyedap rasa. 3 bahan makanan penting itu benar-benar Membuatnya kualahan. Melihat 3 bahan itu dari jauh saja annin sudah mual. Apalagi ini, ia harus berinteraksi dengan 3 jenis bahan makanana itu. Demi membuatkan makan siang untuk sang suami yang kini masih betah berada dikantornya.
Perjuangan masak dengan usaha menahan mual, dan tak jarang juga annin harus bolak balik toilet untuk melegakan rasa mualnya. Dan akhirnya makanan spesial yang akan annin berikan pada suaminya, telah selesai ia siapkan.
Bergegas annin menuju kamarnya untuk sedikit berdandan. Memoleskan wajah ovalnya sedikit make up natural, mengurai rambut gelombangnya, dengan memakai dress cantik berwarna putih. Annin tampil begitu sempurna, dengan memancarkan kecantikkan alami yang ia punya.
Annin membantah saat ibu meilyn ingin ikut dengannya. Dengan bersusah payah akhirnya annin berhasil membujuk ibu mei lyn untuk tidak ikut bersamanya.
Bukannya tidak ingin pergi bersama ibu mei lyn, tapi annin tak tega melihat kondisi ibu mei lyn yang memang tidak selalu sehat. Annin kuatir ibu meilyn tiba-tiba jatuh sakit. Dan lagipula ia tak ingin merepotkan siapa pun.
Ditemani seorang boddygoard annin memulai perjalanan menuju perusahaan suaminya.
Sampai didepan sebuah perusahaan terbesar di china itu, annin sempat tidak berani untuk masuk kedalam perusahaan itu. Tapi mengingat tujuan nya, ia memberanikan dirinya untuk memasuki perusahaan yang besarnya 4 kali lipat dari perusahaan tempatnya bekerja di indonesia.
Sampai di lobby, annin takut untuk bertanya pada pegawai disana. Annin takut ia malah akan dibuli seperti di novel-novel. Apalagi saat melihat sorot mata mereka yang jelas menghinanya, yang kini tengah duduk di ruang tunggu di lobby itu.
Beruntungnya annin, ketika mata sipitnya menangkap seorang bule tampan nan misterius tengah berjalan tergesa menuju lif khusus.
"Sekretatis Chao.... "teriak annin sedikit berlari menuju sekretaris Chao.
Semua pegawai disana menatap tak percaya apa yang saat ini mereka lihat.
"Nona, nona kenapa bisa ada disini? "tanya sekretaris Chao heran.
"Emmm...saya ingin mengantarkan makan siang untuk suami saya, "jawab annin tersenyum.
Lama sekretaris Chao berpikir, namun akhirnya ia terpaksa membawa nona annin pada tuanya. Ia juga tak tega melihat mata annin yang berbinar menatapnya, apalagi menatap bekal yang dibawa annin untuk tuanya. Sekretaris Chao yakin, itu adalah masakan nonanya.
Masuk kedapan lif khusus, mereka menuju sebuah lantai dimana presdir shilin berada.
Sampai didepan sebuah ruangan berukuran besar yang tertulis R. PRESDIR.
sekretaris Chao mengetuk pintu ruangan itu, tak lama terdengar suara baritone yang mempersilahkan mereka berdua untuk masuk.
"Silahkan Nona, "ucap sekretaris chao mempersilahkan annin untuk masuk ke ruangan itu.
Annin berjalan mendekati sosok itu. Yang kini tengah duduk begitu Arogant disingasananya.
"Ada keperluan apa lagi, nona annin menemui saya,"annin syok mendengar ucapan suaminya yang kini mulai mendekatinaya.
"Nona annin adalah perempuan yang sangat cantik. Saya yakin masih banyak lelaki diluaran sana yang menginginkan nona. Dengar ya nona, saya telah sembuh dari penyakit saya. Dan itu artinya, saya sudah tidak membutuhkan nona lagi."ucap presdir shilin menatap annin dengan sinisnya.
"Duarrrr... "bekal yang tadi annin persiapkan dengan bersusah payah buyar seketika, saat mendengar ucapan suaminya yang begitu membuatnya terluka.
Annin tak berkata-kata, namun air mata yang kini mengucur deras dapat menjelaskan semuanya.
"Apa maksud anda tuan, "tanya annin bergetar.
"Apa selama ini, perbuatan baik tuan hanayalah..... "
"AKTING... "ucap presdir shilin menyambung ucapan annin.
Bersambung.......
Maafkan othor, reader. Maafkan othor yang harus memulai Konflikπππ. Karena konflik disini dibutuhkan untuk membongkar SIAPAKAH SI INI, SIAPAKAH SI ITU (membongkar misteri) . Jika tidak dengan konflik bagaimana cara membongkarnya. Kan tidak mungkin SI INI datang sendiri lalu bilang kalau dia adalah Si ini. π
Akan aneh jika shilin dan annin bucin-bucinan terus, tamat dong kalau Gituπ Apa kalian mau ceritanya tamat dengan menggantung.
Jadi maafkan keputusan Othor yang harus membuat cerita ini kembali sedih seperti sinetron ikan terbangπ
Tapi tenang saja annin tidak akan tersiksa lagi kok, paling hanya menangis saja bawaan hamil π π
Segitu saja curhatnya ya, sekali lagi maafkan othor. Selamat membaca dan semoga suka ππππ
Silahkan reader ngamuk di kolom komentar, tuangkan saja sarannya. Pasti akan othor pertimbangkan ππ
Like, komen, hadiah, dan yang paling othor harapkan VOTE ππ
ππΈ