My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
part 53



Yuna yang sedang menyusuri pinggiran jalan, dengan Raut wajah yang malu-malu, pipi yang memerah, membuat Yuna bingung sekaligus salting, tiba-tiba Yuna memberhentikan langkahnya dan mengingat sesuatu, dan itu adalah dari kata-katanya tadi


Yuna:


"apa ada salah dengan kata-kataku tadi?, aku rasa tidak, tapi kenapa saat aku mengatakannya pada Kevin, Kevin malam tersenyum, bukankah aku mengatakan yang sebenarnya, eummm... bisa aku pikir sekali lagi"


Setelah beberapa menit Yuna mengulang, mencerna kata-kata yang di keluarkan, akhirnya Yuna pun teringat..


Yuna:


"oh iya!!, jadi karena itu dia tersenyum tadi, karena hal itu, jangan bilang bahwa kevin salah paham dengan kata-kataku tadi, pasti Kevin merasa bahwa selama ini aku menyukai dia, tidak!!!! aku sama sekali tidak menyukai siapapun!!!!, dari dulu aku pernah memberitahu pada Kevin bahwa aku tidak menyukai dirinya, tapi Kevin menganggap lebih, kenapa??, cukup Yuna!! jangan berpikir aneh-aneh, lebih baik aku sekarang pulang, kalau lama-lama seperti ini bisa di anggap gila aku sama orang-orang di sekitar"


Akhirnya Yuna memutuskan untuk menunggu bus lewat, Yuna berjalan sedikit menuju halte bus yang sudah ada di depannya, tidak lama kemudian bus pun lewat dan berhenti tepat di depan Yuna, dengan segera Yuna pun naik, dan bus pun kembali berjalan.


Sekitar dua jam di dalam bus akhirnya Yuna sampai, Yuna pun turun dan berjalan sedikit memasuki lorong rumahnya


Di perjalanan, tiba-tiba handphone Yuna berbunyi, dengan segera Yuna mengeluarkan handphonenya dari dalam tas dan membukanya, Yuna memeriksa siapa yang menelepon dirinya, setelah memeriksa ternyata Yuna mendapat sebuah pesan, Yuna langsung membacanya, setelah membaca isi semua pesannya, bertapa terkejutnya Yuna, ada sebuah kalimat teror yang ia dapat dari seseorang


Yuna:


"apa kau tahu siapa aku?, hahaha kau pasti tidak akan tahu, aku mengirim pesan ini karena kasihan melihat ibumu yang nyawanya tinggal sedikit lagi, aku hanya mengingatkan, ***lebih baik kau mati bersama ibumu***"


Sontak Yuna terkejut, dengan segera ia pun berlari menuju rumahnya, setelah sampai Yuna segera masuk, itu membuat Nenek yang sedang memasak di dapur terkejut melihat kedatangan Yuna yang tiba-tiba, membuat Nenek merasa bingung sekaligus takut.


Tanpa berbicara Yuna langsung ke kamarnya, setelah berada di dalam kamar, Yuna melempar tas yang ia kenakan, dan mengambil laptop dan membukanya, Yuna memeriksa siapakah peneror tersebut, setelah beberapa kali Yuna memeriksanya, dan mencarinya, namun sayangnya hal itu tidak membuahkan hasil, Yuna tidak dapat mencari siapa peneror tersebut, tanpa berputus asa Yuna mencari lagi siapa peneror tersebut sehingga akhirnya Yuna pun tertidur di atas meja kerjanya...


Nenek yang sudah selesai masak, dan seperti biasanya Yuna selalu menghampirinya, tapi sekarang tidak, Yuna tidak keluar juga dari kamarnya, dengan penasaran Nenek pun mencoba masuk ke kamar Yuna, Nenek membuka pintu kamar Yuna dengan pelannya, setelah terbuka Nenek pun masuk, dan melihat Yuna yang tertidur dengan laptop terbuka di depannya, dengan segera Nenek menghampiri Yuna, dan bertapa terkejutnya Nenek saat melihat sebuah pesan yang tertera di depan layar laptop Yuna bertuliskan "kau seharusnya mati bersama ibumu".


"prang..!!!!!!...prang...!!!!"


Piring yang sedang berada di tangan Nenek jatuh ke lantai dan pecah, karena saking terkejutnya, suara piring jatuh terlalu keras, membuat Yuna pun terjaga dan terkejut, karena mengetahui Yuna sudah bangun, dengan segera Nenek mengutip pecahan piring menggunakan tangan kosong, sehingga tangan mengeluarkan darah, Nenek tidak peduli, Melihat perilaku Nenek, Yuna segera memberhentikan perbuatan Nenek yang seperti itu..


Yuna:


"Nenek!!!!, cukup!!! tangan Nenek sudah luka, sudah biar Yuna saja, kenapa Nenek melakukan hal ini"


Tanpa mengindahkan perkataan Yuna, Nenek segera membersihkan lantai dari pecahan piring, Yuna hanya bisa memperhatikan perilaku Nenek tersebut, setelah selesai Nenek pun keluar tanpa berbicara pada Yuna, Yuna bingung dengan apa yang terjadi pada Nenek, Yuna pun bangun dan mengecek sekali lagi laptopnya, dan bertapa terkejutnya Yuna saat melihat laptopnya mati..


Yuna:


"bukannya tadi laptop masih hidup yah?, lho!! sekarang mati, ada yang tidak beres nih!!"


Yuna pun mengambil jasnya dan keluar dari kamarnya menuju ruang makan, saat Yuna melihat, ruang makanan sepi tidak ada Nenek


Yuna:


Yuna pun melihat arah sekitar, dan Yuna berjalan menuju kamar Nenek, Yuna memutuskan untuk membuka pintu kamar Nenek, saat Yuna membuka pintu kamar Nenek, Tiba-tiba pintu tidak bisa terbuka, Yuna berusaha membukanya sekali lagi, namun tetap sama, pintu tetap tidak terbuka, dan Yuna memutuskan untuk memanggil Nenek dari luar saja


Yuna:


"Nenek!!!"


Tidak ada respon dari Nenek, Yuna mencoba memanggilnya lagi


Yuna:


"Nenek...., ini Yuna Nek!!, buka pintunya"


Sama halnya tidak ada respon dari Nenek sama sekali, dan Yuna memutuskan untuk keluar sambil singgah di restoran untuk makan di sana.


Yuna pun keluar dan mencari restoran terdekat untuk makan di sana, setelah menyusuri jalan dan melihat mana yang pas, dan akhirnya Yuna melihat sebuah tempat makan yang di mana menurut Yuna itu adalah tempat yang tepat baginya, tanpa menunggu lama Yuna pun pergi ke restoran tersebut, setelah tiba, Yuna pun masuk, Yuna melihat keadaan restorannya, dan tiba-tiba seseorang menabrak Yuna dari depan, seketika Yuna terkejut, Yuna melihat seseorang memakai baju serba hitam dengan topi dan kacamata hitam, tidak jelas karena orang tersebut menutupi mulutnya menggunakan tangannya, tanpa meminta maaf orang tersebut pergi meninggalkan Yuna, Yuna hanya bisa memaklumi, Yuna berpikir orang tersebut buru-buru atau ada hal yang mendadak.


Yuna:


"orang aneh"


Yuna pun duduk di kursi, tiba-tiba Yuna mendapat pesan dari si peneror itu lagi


"kau di restaurant kan?, aku bisa melihatmu"


Yuna pun terkejut, ia pun segera keluar melihat siapa yang menerornya, namun sayang tidak ada orang sama sekali, dengan hati yang masih bingung dan penasaran akan si peneror itu Yuna memutuskan untuk masuk, dan tiba-tiba si peneror itu mengirimkan pesan lagi


"kenapa?, apa kau tidak bisa melihatku?, aku bisa melihatmu"


Karena tidak tahan dengan teror dari seseorang misterius, Yuna memutuskan untuk mencari dimana dia berada, Yuna berpikir dia masih ada di sini


Yuna:


"dia masih di sekitar sini, aku harus mencari siapa di balik ini semua"


Yuna pun keluar dari restoran dan pergi mencari siapa peneror itu, Yuna menyusuri setiap lorong yang ada di pinggir jalan, dan tiba-tiba hati Yuna tertuju pada lorong, Yuna pun masuk ke lorong tersebut dan tiba-tiba..................


...(continued ❤️)...