
๐ธ๐ธ๐ธ
Walaupun kaget dan merasa malu, namun akhirnya Aeri terpaksa melepaskan pakainnya. Dan dokter Ana segera melakukan ct-san pada tubuh bagian bawah Aeri.
Presdir Shilin berusaha menelan salivanya yang tercekat. Melihat pemandangan seindah itu membuat nafsunya memberontak. Tapi sekuat mungkin ia mampu menahannya.
Setelah selesai melakukan ct-scan, Aeri segera memasang kembali pakaiannya.
Dengan pipinya yang memerah Aeri mendekat kembali pada suaminya.
"Ayo, sayang," ujar presdir Shilin menggandeng jemari istrinya untuk mendekat pada dokter Ana.
Aeri mengikuti walaupun saat ini, tubuhnya mengigil gemetaran. Presdir Shilin semakin menggenggam erat jemari istrinya, kala ia merasakan jari istrinya yang semakin mendingin.
"Kita mulai pemeriksaan berikutnya ya, nona Aeri. Mungkin ini agak sedikit sakit, tuan Shilin bantu menenangkan istrinya ya,"ujar dokter Ana, dengan berbagai macam alat ditanganya.
"Duduk disini, sayang. Buka celananya ya! Tidak perlu malu, rileks saja,"kata dokter Ana lagi.
Aeri pun mengikuti apa yang diminta dokter Ana. Aeri semakin gemetaran, kala melihat alat yang cukup membuatnya katakutan yang kini ada ditangan dokter Ana.
"Tenanglah sayang, angap saja itu terong ungguku," Aeri ingin menangis kala mendengar ucapan suaminya, bukannya membuat istrinya tenang. Tapi presdir Shilin malah membuat Aeri semakin katakutan, karena tuba-tiba mengingat adegan bagaimana presdir Shilin memaksanya dulu.
"Rileks ya," kata dokter Ana mulai memasukkan alat mengerikan itu.
Aeri hanya mampu menahan jeritannya, jari-jarinya sampai memutih saking kuatnya menggenggam tangan suaminya. Sambil memejamkan matanya erat, dengan buliran bening menetes dengan sendirinya.
Presdir Shilin bergidik ngilu melihat itu, hatinya begitu perih kala melihat istrinya yang kesakitan. Rasa sakit yang dirasakan istrinya seolah juga ia rasakan, merasai bagaimana eratnya genggaman istrinya. Ia tak dapat mendeskripsikan rasa sakit itu. Tapi ia tidak bisa berbuat banyak, selain menenangkan dan memberikan semangat pada istri tercintanya itu.
Dan saat itulah ia begitu menyesali perbuatannya dulu, perbuatannya kejamnya dulu. Ia yang selalu menjadi penyebab rasa sakit yang istrinya rasakan. Permintaan maaf saja tidak akan mangobati semua luka yang ia goreskan dihati istrinya. Tapi mulai sekarang presdir Shilin berjanji untuk berusaha membahagiakan istrinya.
Presdir Shilin tampak berseri-seri, kala mengingat ucapan dokter Ana yang membuatnya merasa sangat bersyukur. Dokter Ana mengatakan bahwa istrinya baik-baik saja.
Rahim Aeri baik-baik saja, tidak ada masalah pada rahimnya. Karena mereka tidak terlambat sedikit pun membawa Aeri. Memang hanya ada sedikit infeksi, dan infeksi itu tidak separah Mommy Aerum dulu. Dan sekarang Aeri baik-baik saja.
Tapi memang ada sedikit efek dari pengobatannya. Yaitu, untuk 2 hari kedepan tubuh Aeri akan menjadi lemas dan tak bertenaga. Dan disinilah peran seorang presdir Shilin terlihat. Tampak dari bagaimana cara ia merawat istrinya dengan penuh kasih sayang.
Tak lupa presdir Shilin memilih dan telah menjadwalkan tempat mereka akan berbulan madu. Dan pilihannya jatuh pada pulau Hawai yang mempesona, yang akan menjadi saksi cinta mereka bersatu nantinya.
Bersambung.......
Ditunggu ya Episode "ferfeck honeymoon" nya๐
Karena beberapa episode kedepan, kita akan fokus pada tuan Yong, yang akan menyelamatkan putranya.
Dihari senin, adakah yang bersuka rela memberikan Othor Setangkai bunga mawar atau Secangkir kopi๐ข
Votenya juga ya mentemen, Like, komennya juga dong๐๐๐
Selamat membaca dan semoga suka๐๐
Maafkan typonya๐
lope lope readers๐๐๐
๐๐ธ