My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
part 42



Yuna terus berjalan tanpa ada masalah sedikit pun, Nona helena yang sedang mengawasi gerak-gerik Yuna dan ia juga menantikan moment yang bagus ini, Nona helena menunggu Yuna berdekatan dengannya agar ia bisa menumpahkan minuman tersebut ke bajunya, dan akhirnya moments yang ditunggu oleh Nona helena pun terjadi, Yuna yang sudah berada di dekatnya, tanpa menunggu lagi Nona helena langsung menyenggol bahu Yuna dan menumpahkan minuman tersebut ke baju Yuna, agar perbuatan dari Nona helena tidak ketahuan bahwa ia sengaja menumpahkan minuman tersebut ke baju Yuna ia mencoba menyenggol Yuna seakan-akan Yuna yang menyenggol dirinya dan membuat minuman di tangannya tumpah mengenai dirinya, Yuna yang melihat bajunya sudah kotor ia terdiam seketika, semua karyawan yang hadir pada malam itu seketika terkejut dengan kejadian tersebut tidak ketinggalan juga Tuan tang xiahao, Tuan tang xiahao juga terkejut, suasana menjadi sangat tegang, melihat keadaan Yuna yang seperti itu, Alya segera menghampiri Yuna dan memegang lengan Yuna, sambil memegang lengan Yuna ia pun berkata...


Alya mencoba menenangkan Yuna dari kejadian tersebut...


Alya:"Yuna, apa kamu baik-baik saja?, apakah ada yang terluka?"


Yuna pun tersadar, ia mencoba menjawab bahwa ia baik-baik saja


Yuna:"ia aku baik-baik saja, tidak ada yang terluka"


Mendengar jawaban dari Yuna, semua karyawan merasa lega, Alya yang tidak terima temannya di ginikan oleh Nona helena, ia pun mencoba menegur Nona helena.


Dengan perasaan marah, Alya pun berkata:


"Nona helena!!!, apa yang telah kamu perbuat kepada sekretaris kami?, kau membuat masalah malam ini di acara sekretaris Yuna sendiri, apa di balik ini semua?, di mana letak malu mu Nona helena?, aku tidak menyangka dirimu seperti ini!!!".


Semua karyawan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Alya, mereka dengan bersama-sama menjawab"betul!!, Nona helena yang selama ini kita kagumi sudah berubah, aku tidak menyangka".


Semua karyawan sudah ribut, mereka semua menuduh Nona helena sengaja melakukannya, tidak terima dirinya di tuduh dan sengaja melakukanya, dengan suara lantang Nona helena pun berkata...


Nona helena:"kenapa Kalian semua menuduhku!!!!?"


Yang tadinya ribut sekarang menjadi tentram, mereka semua terdiam seketika saat Nona helena berteriak


Nona helena:"kenapa kalian menuduhku?, kenapa kalian tidak menjawabnya!!!?, kalian berpikir bahwa aku sengaja melakukan hal ini"


Semua karyawan hanya bisa terdiam, Yuna melihat semua kejadian dan suasana yang tidak memungkinkan lagi, akhirnya Yuna menjawab...


Yuna:"mohon semuanya diam!!!, mohon maaf malam ini bila aku melakukan kesalahan, aku mengakui bahwa aku yang salah, dan telah menyenggol minumannya sehingga tumpah dan mengenai bajuku, maafkan aku!!"


Yuna memohon agar semua karyawan memahami keadaannya, Alya tidak terima Yuna yang menjadi salah, ia pun berkata...


Alya:"Yuna, kenapa kamu membela Nona helena, yang justru ia yang bersalah padamu?, dan kami tidak terima sekretaris kami yang jadi salah, kami melihat semuanya dengan mata kepala kami, jadi kami tidak segan-segan memberikan hukuman pada Nona helena"


Mendengar perkataan Alya, dan lagi semua karyawan setuju apa yang telah dikatakan oleh Alya bahwa Yuna tidak salah tetapi yang salah itu Nona helena


Yuna melihat suasana yang tidak memungkinkan lagi, Yuna berpikir sebaiknya ia pergi saja dari ruangan ini, dan itu membuat suasana akan lebih baik, akhirnya Yuna berkata bahwa ia permisi dan ingin pergi ke toilet


Yuna:"saya permisi dulu!!"


Mendengar jawaban dari Yuna, semua tatapan menuju Yuna, tanpa berbicara lagi Yuna pun segera pergi meninggalkan ruang tersebut dan pergi menuju toilet, Yuna berlari mempercepat langkahnya, setelah beberapa menit berlari, akhirnya Yuna sampai di toilet, tanpa berpikir lagi Yuna segera masuk...


(Di toilet)


Yuna berjalan sedikit demi sedikit menuju kaca toilet yang sudah ada di depannya, sekarang kaca sudah ada dihadapannya, setelah berada di depan kaca, Yuna memandang dirinya di kaca tersebut, air mata Yuna mengalir membasahi kedua pipinya, di bawah tangan Yuna terdapat wastafel, ia segera membasuh mukanya dengan air sambil berkata...


Yuna:"apa yang terjadi?", kenapa malam ini terjadi kemalangan pada ku?, apa yang telah aku perbuat? sehingga membuat semua jadi hancur, aku tahu bahwa Nona helena sengaja melakukannya, begitu bencinya dirinya pada ku?, dia tidak ingin aku menggangu suasana nya dengan Tuan tang xiahao, betapa bodoh sekali dirinya, sebenarnya aku tidak memiliki tujuan untuk mengganggu mereka, tetapi apa yang telah ia perbuat buruk sekali, aku tahu kedatangan diriku pada acara ini membawa kemalangan, tetapi kenapa!!!!"


Tiba-tiba Yuna merasa perutnya sakit sekali


Yuna:"aduh!!!, perutku sakit sekali, sepertinya aku rasa ingin buang air besar"


...//...


Hati Fany yang sedang dirasuki oleh setan, ia memutuskan untuk mencelakai Yuna, Anindita sedang duduk bersebelahan dengannya, Fany pun berbisik...


Fany:"shhhhh Anindita, ini saatnya kita memberi pelajaran pada Yuna bukan?!"


Anindita:"apa?, bagaimana caranya?"


Fany:"Yuna sedang berada di toilet, ia pasti sedang buang air besar, ini saatnya kita melakukan aksinya, kita akan mengunci sekretaris Yuna di dalam toilet, dan kita akan menuliskan di sebuah kertas bahwa toilet ini sedang di perbaiki, dan kertas tersebut kita tempel di pintu, pasti semua orang tidak akan masuk ke toilet tersebut karena sudah bertuliskan itu, jadi sekretaris Yuna terkunci di dalam toilet itu, dia akan meminta tolong tetapi tidak ada yang bisa menolongnya, karena ruang toilet nya kedap suara, bagaimana?"


Mendengar perkataan dari Fany, Anindita setuju


Anindita:"bagus!!, ide cemerlang, ini saatnya kita membalas apa yang ia perbuat sekretaris Yuna pada kita saat di kantor tadi"


Fany:"baiklah, sekarang kita pergi"


Fanpa permisi Fany dan Anindita segera keluar meninggalkan ruangan tersebut dan pergi menuju ruang toilet yang tempat dimana Yuna berada


Semua karyawan kebingungan dan terkejut melihat Anindita dan Fany yang tiba-tiba keluar tanpa ada sepatah katapun.


Akhirnya mereka sampai di toilet dimana yuna sedang berada di situ, dengan nada suara berbisik, Fany pun berkata...


Fany:"ini toiletnya, sekretaris Yuna ada di dalamnya, kita masuk sedikit demi sedikit agar tidak ketahuan, ok?"


Anindita ragu melihat rencana mereka yang kurang pasti dan akan gagal, Anindita pun berkata...


Anindita:"Fany, apakah ini akan berhasil?"


Fany:


"apa kamu curiga dengan rencana kita?, ini akan berhasil Anindita, percayalah padaku"


Anindita sedikit ragu dengan rencana mereka, tetapi gimana mau buat ia harus membalaskan dendam nya pada Yuna malam ini juga, dan ini adalah kesempatan ia


Mereka berjalan sedikit demi sedikit menuju toilet, dengan perlahan-lahan Fany membuka pintu toiletnya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, akhirnya mereka sudah berada di dalam toiletnya, tanpa berpikir panjang, mereka segera melakukan aksinya.


Fany mengunci pintunya dengan patokan kunci yang sudah ada di pintunya, ia segera menarik kuncinya, setelah pintu terkunci dari luar, Anindita segera mengambil sebuah kertas yang ada di dalam tasnya bersama dengan spidol untuk menulisnya, setelah kertas tersebut di keluarkan dari tas miliknya dan sekarang berada di tangan Anindita, Fany segera mengambil kertas yang berada ditangan Anindita dan segera menuliskan kata " toilet ini dalam tahap perbaikan, jadi dilarang masuk"


Setelah Fany menuliskan kata tersebut, ia pun menempelkannya pada pintu, setelah semua selesai mereka segera kembali ke ruang karaokenya.


Yuna yang sedang berada di dalam toilet, ia merasa perutnya bukan sakit karena buang air besar tetapi ada sesuatu yang membuat perutnya sakit.


Yuna:


"kenapa aku merasa perutku sakit sekali dan sakitnya tidak seperti biasanya, ada apa sebenarnya pada perutku?, bukannya aku membawa obat pereda sakit perut?, iya aku membawanya, lebih baik aku minum obat tersebut, agar perutku tidak terlalu sakit walaupun obat tersebut tidak sepenuhnya pulih, tetapi ini adalah tujuan terakhirku, aku harus segera keluar mengambil obat pereda sakit perut di tas ku"


Akhirnya Yuna memutuskan untuk mencoba meminum obat pereda sakit perut, Yuna pun keluar untuk mengambilnya di tas, saat Yuna membuka pintunya tiba-tiba........


...(continued ❤)...