
๐ธ๐ธ๐ธ
Presdir Shilin menggendong Aeri dari kamar akan menuju mobil untuk membawa Aeri kerumah sakit.
"Shilin, Aeri kenapa? Dan mau dibawa kemana?"tanya nyonya besar Mou yang kini tengah menimang baby Girren.
"Biasa Mom, dismenorenya kumat,"jawab presdir Shilin tetap memggendong Aeri.
"Benarkah, apa masih terjadi, sayang. Bukannya kalau sudah berhubungan sakitnya akan berkurang. Pergilah bawa Aeri kerumah sakit dulu. Mom tidak bisa ikut karena harus jagain Girren. Nanti setelah pulang, Mom buatkan jamu tradisional lagi." Ucap nyonya besar Mou.
"Baik Mom, Shilin dan Aeri pamit kerumah sakit dulu,"jawab presdir Shilin.
"Eehh...Tunggu Aeri kenapa digendong-gendong begitu?"tanya tuan besar Aldrich kuatir akan keadaan putrinya.
"Mau bawa Aeri kerumah sakit Dad, dismenorenya kambuh,"jawab presdir Shilin kembali menghentikan langkah kakinya.
"Benarkah, Daddy ikut,"pinta tuan besar Aldrich semakin merasa kuatir pada putrinya itu.
Sampai dirumah sakit, Annin langsung ditangani oleh Dokter Shimming dan juga Asistennya Dokter Luna.
Dokter Luna yang berprofesi sebagai dokter kandungan, langsung bertindak cepat, dan dengan teliti memeriksa keadaan Nonanya itu.
"Apa yang terjadi pada saya Dokter Luna, kenap saya masih merasakan dismenore yang sangat nyeri?"tanya Aeri pada Dokter Luna yang telah usai memeriksa keadaannya.
"Keadaan Nona Annin. Ehh...maksud saya keadaan Nona Aeri baik-baik saja, tidak ada hal apapun yang perlu dikuatirkan."jawab dokter Luna tersenyum manis pada Aeri.
"Tapi kenapa nyeri saya, semakin lama semakin parah saja dok?"tanya Aeri lagi.
"Apakah nyerinya lebih parah dari yang dulu, Nona?"tanya dokter Luna lagi. Dan Aeri menjawab dengan Anggukkan kepalanya.
"Itu terjadi. Karena, sepertinya Nona Aeri mengalami stres ya? Saya sarankan Nona Aeri untuk tidak memikirkan hal yang berat-berat dulu. Usahakan untuk selalu menenangkan pikiran, dan jangan stres. Karena itu akan semakin memperburuk dismenore yang nona Aeri alami. Dan untuk presdir Shilin, ajaklah nona Aeri untuk berlibur, itu bisa menurangi stres dan juga akan membuat Nona Aeri lebih tenang,"jelas dokter Luna panjang kali lebar.
"Tentu saja dokter Luna, Nanti kami akan berlibur dan bulan madu,"jawab presdir Shilin membuat segaris senyum diwajah Aeri, walaupun disela ringisannya karena rasa nyeri.
Setelah itu, presdir Shilin dan juga Daddy Al kelur dari ruangan Aeri. Mereka pergi meninggalkan Aeri yang kini sibuk curhat dengan dokter Luna.
"Dokter luna, akhir-akhir ini saya sering juga mengalami sakit saat berhubungan intim. Apakah memang benar tidak terjadi apa-apa pada saya?"tanya Aeri heran.
"Saya sangat yakin Nona, kondisi Nona Aeri baik-baik saja. Mungkin hal itu terjadi juga dipengaruhi oleh stres yang Nona Alami,"jawab dokter Luna ramah.
"Apakah ada hal yang menggangu Nona? Nona bisa ceritakan pada saya, karena hal itu dapat memberikan sensasi rasa tenang pada kondisi Nona,"ujar dokter Luna lagi.
"Emhm....tidak ada dokter. Hanya saja saya mengkhawatirkan keadaan keponakan saya, yamg sekarang masih diculik. Dan juga saya, saya juga ingin punya baby dok,"jawab Aeri menundukkan wajahnya dalam.
"Nona Aeri, Nona tidak perlu mencemaskan keadaan baby Garren. Apa nona lupa siapa Daddynya. Tuan Yong itu pria yang ahli dalam hal ini, menyelamatkan seseorang yang disandera itu hal umum baginya. Jadi nona tidak perlu mengkhawatirkan hal itu lagi. Dan untuk keinginan Nona agar hamil lagi, itu masih banyak kesempatan Nona. Nona Aeri masih sangat muda, masih banyak kesempatan untuk Nona bisa hamil lagi. Dan yang paling penting nona harus menghindari stres, karena stres dapat menghambat masa kehamilan,"jelas dokter Luna, lagi-lagi membahas stres.
"Nikmatilah bulan madu nona nanti,"ucap dokter luna lagi, menggoda Aeri.
"Terima kasih banyak, dokter Luna,"ucap Aeri tulus dengan kedua pipinya yang telah merah karena malu.
Bersambung.......
Like, komen, hadiah, dan votenya ya๐๐
Maafkan typonya๐๐
Selamat membaca dan semoga suka๐
Saranghae readers semua๐๐๐
Jangan lupa mampir ke karya temen othor ini, bikin greget dan lucu banget. cuslah mampir๐๐๐
๐๐ธ