
πΈπΈπΈ
"Kabar bahagia apa yang ingin kau sampaikan?"ucap Tuan Yong santai, duduk di sisi ranjangnya dengan hanya memakai celana boxer pendek, karena yong baru selesai memuaskan nafsunya seperti biasanya.
"Kami telah berhasil menemukan jejak keberadaan Nona Aurel, tuan. "jawab Zhang mantap.
"Benarkah, dimana dia? Akhirnya kalian berhasil juga menemukan gadis sialan itu. Cepat bawa dia padaku"titah Yong berdiri dari duduknya.
"Baik tuan, Sebentar lagi mereka akan segera sampai, "jawab zhang.
"Baiklah, kau boleh pergi. Jangan lupa persiapkan wanita itu, sebelum menemuiku. Kau mengerti maksudku bukan? "tanya Tuan yong menatap Zhang tajam.
"Saya mengerti, tuan. Kalau begitu saya permisi,"jawab zhang lalu keluar dari kamar tuan nya.
"Akhirnya aku mendapatkanmu gadis ku. Lihat saja bagaimana aku akan menyiksa mu. Karena sudah berani mengusik ku, "ucap Yong sinis lengkap dengan senyuman sinisnya. Lalu berjalan menuju kamar mandinya, dan memulai ritual nya di dalam sana.
πΈπΈπΈ
"Nona annin, akhirnya nona pulang juga. Saya takut terjadi sesuatu pada nona, "meilyn berkata seraya mendekati annin yang kini berjalan lemas.
"Nona, nona kenapa pucat sekali, "tanya meilyn cemas. Saat menatap wajah annin yang kini begitu pucat pasi.
"Tidak apa-apa bu, annin baik-baik saja. Hanya telat makan dan jadilah seperti ini. "jawab annin dengan nada suaranya yang terdengar sangat pelan akibat lemas.
"Asataga nona, mari saya antar ke kamar, "ucap meilyn membantu annin berjalan hingga ke kamar nya.
"Non, mau makan apa biar ibu buatkan? "tanya meilyn membantu annin duduk disisi ranjangnya.
"Apa saja buk, "jawab annin.
"Baiklah non, kalau begitu ibu tinggal kebelakang ya, "ucap meilyn meninggalkan annin sendiri dikamarnya.
"Kenapa kepala ku pusing sekali ya. Ahhh... Tubuhku rasanya sangat remuk. Apa yang telah aku kerjakan sampai selelah ini. Tubuhku juga sangat lengket, lebih baik aku mandi dulu,"ucap annin lalu mengambil piyama dan menuju kamar mandi.
Sampai di dalam kamar mandi, annin segera membuka semua kain yang melekat ditubuhnya. Matanya membulat seketika saat melihat banyaknya tanda-tanda merah, yang berada hampir disekujur tubuhnya.
Bukan hanya itu saja, annin juga sempat heran saat ia merasakan nyeri di bagian intinya. Tidak biasanya seperti itu, penasaran annin pun menundukkan kepalanya menatap bagian intinya dibawah sana.
"Aaaaaaa.... "teriak annin memecah didalam kamar mandi itu, saat matanya menangkap bagian terlarang nya begitu berwarna merah keunguan dan bahkan juga membengkak.
Annin segera mengambil handuk nya yang tadi ia bawa. Melilitkan handuk ketubuh nya, annin segera keluar dari kamar dan masih menangis histeris.
"Nona annin, apa yang terjadi non. Nona kenapa menangis? "tanya meilyn kaget, ketika melihat nona mudanya menangis dengan memegang handuknya erat.
"Buk, annin kena penyakit bu. Bagaiman ini bu,annin masih mau hidup bu. Anak annin bagaimana bu, dia bahkan belum lahir bu, annin juga belum tau keadaan adik annin. Annin belum mau mati bu. Usia annin tidak lama lagi bu. Annin takut bu, Huwaaaa...."ucap annin diakhiri tangisan histerisnya.
"Memangnya nona annin kenapa? Sakit! sakit apa non? "tanya meilyn mendekati annin masih menangis histeris. Hormon kehamilan, benar-benar merubahnya menjadi sangat lemah dan juga sangat cengeng.
"Itunya annin bengkak dan ada warna nya bu, Huwaaaaa.... "ucap annin dengan menangis semakin histeris
Bersambung........
**cover nya sementara itu dulu ya, ngajuin kontrak ditolak ππ
jadi banyak yang author revisi termasuk cover, visual dihapus, adegan plus di bab 52 pun othor revisi juga.
Doakan lulus kontrak ya reader, sedih banget ditolak padahal sudah level 8ππ
Untuk cover akan othor ganti setelah lulus kontrak πππ
tuhkan mlah curhat π
Tapi ada reader yang menahan othor nggak ni. kalau nggak ada yang nahan, othor pingin pindah ππ
Tapi kalau ada walaupun 1 orang, othor nggak bakal jadi pindah....
nggak lulus kontrakπππ**
Like, komen, hadiah dan voteeee π
Jangan lupa rate bintang 5 nya ππππ
Selamat membaca dan semoga suka ππ
Maafkan juga typonya πππ
ππΈ