My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Terpaksa Menikahi Gadis Dibawah Umur (46)



🌸🌸🌸


"Bangunlah kak, kakak harus bertanggung jawab atas ku. Aku tidak bisa makan enak kalau nggak disuapin kakak. Aku juga nggak bisa tidur nyenyak kalau nggak dipeluk kakak. Kakak mau aku sakit, karena kurang tidur dan juga kurang makan. Apa kakak nggak kasihan sama baby kita. Apa kakak tidak menyayangi kami berdua. Kakak jahat, bangunlah kakak. Kenapa tidur terus, hiks, hiks..." Tangis Zanna semakin menjadi.


"Huwaaaa....kakak jahat, aku nggak mau tau. Kalau terjadi apa-apa padaku juga baby kita, Kakak yang harus bertanggung jawab. Hiks...Jahat," teriak Zanna langsung keluar dari ruangan itu dengan segala kekesalan-nya.


🌸🌸🌸


Keesokkan paginya :


Disebuah ruangan bawah tanah, yang masih berada di mansion Aldrich. Tampak Jeff juga Della, berteriak-teriak minta dilepaskan. Rintihan kesakitan tak lepas saat merka berdua merasakan rasa sakit di paha mereka masing-masing. Peluru yang diberikan oleh putrannya masih tertanam di paha mereka. Dan hal itu membuat mereka terus berteriak.


Tanpa diikat kaki dan tangan. Mereka berdua mengesot menuju kaki tuan Aldrich, dan memohon meminta ampun.


"Kami mohon maafkan kami, tuan. Kami berjanji tidak akan melakukannya lagi. Kami mohon jangan bunuh kami tuan." Mohon keduannya sambil menangis.


"Alasan apa yang mendukung aku, untuk memaafkan kalian berdua?" Tanya tuan Aldrich.


"Putra kami tuan, kasihanilah dia tuan. Dia pasti akan sangat sedih kalau sampai tuan membunuh kami berdua," ujar Jeff.


"Benar tuan, setidaknya kasihanilah putra kami. Kami akan berubah tuan. Kamu tidak akan melakukan kesalahan lagi. Ampuni kami tuan," sambung Della sang istri iblis.


"Baiklah, aku akan memaafkan kalian berdua. Tapi itu aku lakukan hanya untuk putra kalian berdua. Kalau bukan karena putra kalian, aku tidak akan bisa memaafkan kalian berdua," tutur taun Aldrich lalu memutar tubuhnya kebelkang akan pergi.


Dan saat itulah, kedua iblis tak tau diri itu. Membidik, akan melepas peluru mereka untuk tuan Aldrich, yang kini membelakangi mereka berdua.


Dor!


Dor!


"Maafkan aku, pangeran Jain. Aku sudah mencoba memberikan kedua orang tua mu kesempatan. Tapi, mereka tidak memanfaatkannya dengan baik. Kedua orang tua mu, tidak akan berubah walaupun sudah diberikan kesempatan berkali-kali. Aku harap kau tidak membenciku. Sekali lagi maafkan aku," tutur tuan Aldrich, menghadap pada kamera CCTV dihadapannya.


Sebenarnya tuan Aldrich sudah merencanakan segalanya. Ia sengaja melakukan siaran langsung saat menghakimi kedua orang tua pangeran Jain. Pangeran Jain menonton siaran langsung itu. Dan pangeran Jain juga ikhlas kalau seandainya kedua orang tuanya tak juga berubah.


Tujuan tuan Aldrich melakukan itu, agar hubungannya dengan Pangeran Jain tak bermasalah. Pangeran Jain pun juga menyetujui hal itu, karena kalau dibawa pulang, maka hukuman tembak mati juga sudah menanti kedua orang tuannya. Pembunuhan berencana terhadap Raja Grizelle juga Ratu Elissa. Tak akan mungkin dapat dimaafkan begitu saja oleh masyarakat.


Juga perencaan pembunuhan terhadap dua putri kerajaan, juga tak mungkin dimaafkan, ditambah lagi dengan korupsi, penipuan, perbudakkan, dan masih banyak lagi tindakkan kriminal yang dilakukan oleh Kedua orang tau pangeran Jain. Dengan lapang dada, pangeran Jain mengikhlaskan kepergian kedua orang taunnya. Doa-doa terbaik juga menyertai keduannya.


Setelah menghakimi kedua orang tua Pangeran Jain, tuan Aldrich kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan putrannya juga menantu kesayangannya, juga calon cucu keduannya


Bersambung....


Like, komen, hadiah, dan vote πŸ™


Maafkan typonya πŸ™


Selamat membaca dan semoga suka πŸ’–


Lope readersss 😘😘😘


πŸ’–πŸŒΈ