
πΈπΈπΈ
"Oh, jadi sekarang kamu hamil. "ucap Yong mengelus-elus perut Aurel yang kini sudah sedikit menonjol.
"Iya tuan, saya hamil dan tuan harus bertanggung jawab, "kembali Aurel berteriak.
"Sudah ku bilang, perempuan seperti dirimu tidak akan pernah bisa bersanding dengan ku. Dan aku tidak akan pernah mengakui anak ini, itu tidak akan pernah terjadi, "Bentak Yong membuat Aurel terdiam seketika.
Aurel terdiam, hatinya begitu sakit mendengar ucapan pria tampan yang kini menetap dihatinya. Pupus sudah harapannya, ia sangat berharap pria yang sekarang ia cintai ini mau menjadi ayah untuk anaknya kelak. Cairan bening yang terasa hangat terus mengalir begitu derasanya. Bibir nya bergetar karena manahan agar tangisannya tak pecah.
"Jika tuan tidak ingin bertanggung jawab pada anak ini. Lalu untuk apa tuan mencari saya, dan membawa saya kesini dengan pakaian seperti ini. Walaupun saya gadis miskin yang telah hancur, saya mohon jangan hancurkan lagi saya, tuan. Saya mohon lepaskan saya, biarkan saya yang akan menghidupi anak ini sendiri, "ucap Aurel dengan nada suaranya yang bergetar.
"Melepaskan mu baby, itu tidak akan pernah terjadi my baby. Aku memang tidak akan bertanggung jawab padamu, baby. Tapi dirimulah yang harus bertanggung jawab pada ku. "ucap Yong mengelus bibir sensual Aurel.
"Apa maksud anda, tuan. "tanya Aurel mengerutkan kedua alisnya.
"Tentu saja kamu harus bertanggung jawab. Dengan cara menjadi budak nafsu ku, "ucap Yong langsung ******* bibir Aurel dengan ganasnya.
"hemp...hemp... "Aurel berusaha melepaskan diri dari serangan Yong yang menggila.
Aurel segera mengambil nafas setelah Yong melepaskan nya.
"Jadi ini alasan tuan menangkap saya. Tuan hanya mau menjadikan saya sebagai budak nafsu. Saya tidak mau tuan, lebih baik saya hidup dijalanan. Saya tidak mau menjadi budak nafsu mu, tuan. Dan tuan harus tau saya bukanlah wanita murahan, saya masih punya harga diri, tuan. Saya tidak mau,"Teriak Aurel pada Yong membuat emosi Yong memuncak.
Hancur sudah harapan nya, Aurel tak pernah menyangka diusia nya yang baru menginjak 18 tahun. Tapi ia harus hidup dalam benang kusut yang begitu rumit. Jika ia tau, kalau hidunya akan berakhir sebagai budak nafsu. Aurel akan memilih untuk mati saja.
"Sebelum memutuskan, kamu haru melihat ini dulu baby. "ucap Yong menarik kasar pergelangan tangan Aurel.
"Saya mau dibawa kemana, tuan. Lepaskan saya, "terial Aurel berusaha melepaskan tanganya dari seretan Yong.
Ketika sampai disebuah ruangan, Yong melepaskan cengkraman nya dengan kasar. Hingga Aurel berakhir di lantai, beruntung Aurel berhasil menyanggah tubuhnya. Hingga ia tak mendarat dengan terhentak. Sehingga ia berhasil melindungi janin nya.
Aurel merasa tak asing dengan suara itu, segera aurel mendongakkan kepalanya keatas, Aurel tersentak kaget. Saat melihat Dokter Diana berada dihadapannya. Dengan kondisi diikat diatas kursi, dengan lebam disekitar wajahnya.
Aurel segera mencari kaki Tuan Yong. Memeluk kaki iblis itu dengan erat sambil berkata.
"Baiklah tuan, saya akan menjadi Budak Nafsu, tuan. Tapi saya mohon lepaskan Ibu Diana, dia tidak bersalah dalam hal ini. Saya berjanji akan menuruti semua keinginan tuan. Tapi lepaskan ibu diana, tuan. Saya mohon tuan, "ucap Aurel terus memohon berusaha agar Tuan Yong melepaskan Dokter Diana.
"Pilihan yang bagus baby, begini kan enak. Tapi kau harus ingat baby, jika kau berani macam-macam. Bukan hanya kamu yang akan aku lenyapkan. Tapi Dokter tua itu juga, "ancam Yong mampu membuat Aurel mengangguk mengiyakan.
"Bagus baby. Kalain semua, lepaskan dokter itu, "titah Yong pada bawahannya.
"Baik tuan....,"jawab pengawal itu serentak.
"Ayo baby kita kembali ke kamar, urusan kita belum selesai, "ucap Yong kembali menarik pergelangan tangan Aurel.
Bersambung......
Dikit dulu ya, lagi ada urusan ππ π
jangan lupa Like, komen, hadiah dan voteee π
Rate bintang 5 juga, pleaseesss ππππ
Selamat membaca dan semoga Sukaππ
Maafkan typonya πππ
ππΈ