My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Terpaksa Menikahi Gadis Dibawah Umur (25)



🌸🌸🌸


Keesokkan paginya:


Hari ini, Nia mengajak Wina untuk berbelanja ke sebuah Mall ternama. Ditemani oleh Kevin sebagai Boddyguar juga sopir.


20 menit perjalanan, mereka pun sampai ditempat tujuan. Nia dan Wina mulai sibuk berbelanja ini dan itu, dengan dijaga ketet oleh Kevin sang Boddyguar.


Setelah puas berbelanja juga bermain, mereka pun harus pulang mengingat hari sudah mulai senja.


🌸🌸🌸


Presdir Chao pulang dari perusahaan, masuk kedalam mansion menuju ke kamarnya.


"Sayang, aku pulang sayang," panggil Presdir Chao dengan nada sayangnya.


Melepaskan kedua sepatunya, dilanjut melepas kaos kakinya. Tak lupa melepaskan juga jasnya. Melonggarkan dasinya, sambil terus memanggil-manggil istri tercintanya.


"Sayang, kamu mandi ya?" Menuju kamar mandi untuk mengecek keberadaan istrinya.


Raut wajah Presdir Chao mulai berubah menjadi kuatir, karena tak menemukan sang istri dimana pun. Kamar mandi, balkon, walk on closed. Semua sudut dikamarnya telah ia arungi. Tapi, tak juga menemukan keberadaan sang istri.


Dengan membawa perasaan yang tak karuan, presdir Chao berlari menuju lantai bawah. Tak jarang ia hampir tergelincir saat menuruni setiap anak tangga. Pikiran kalut membuat otaknya menjadi eror, ia seakan lupa jika di mansion itu ada lift-nya.


Sampai di lantai bawah, ia berteriak memanggil semua karyawan yang menjaga mansionnya.


Tak lama semua pelayan juga Boddyguar berkumpul dihadapannya.


"DIMANA ISTRIKU!" Teriak serta bentakannya membuat semua yang berada dihadapannya seakan ciut menjadi kecil. Mereka semua begitu terkejut melihat kemarahan tuan mereka yang sangat menakutkan. Tuan Aldrich saja tidak ada apa-apanya, jika dibandingkan dengan kemarahan seorang Chao Tak Aldrich.


Semua yang berdiri dihadapannya terdiam, tidak ada satupun dari mereka yang berani menatap wajah murka tuan mereka. Jangankan menatap, bersuara saja mereka tak dapat. Suara mereka seakan hilang, bahkan mereka juga menahan nafas. Takut suara nafas mereka terdengar oleh tuan mereka yang kini amat sangat menakutkan.


"APA KALIAN BISU. AKU TANYA, DIAMANA ISTRIKU!" Semuanya menunduk semakin dalam, bahkan ada seorang Boddyguar berbadan kekar yang kakinya kini bergetar, celananya sampai basah. Karena tak sangup menahan buang air kecil. Hajatnya tumpah disana saat keget mendengar bentakkan tuannya.


"JAWAB!" Sekali lagi bentakkan itu muncul, membuat seorang pelayan terbatuk-batuk karena tersedak salivanya sendiri.


"AKU TANYA, DIMANA ISTRIKU?" Bentakkan Presdir Chao semakin menggelegar, bahkan urat-urat lehernya terlihat semua. Tampak ia sangat murka saat ini.


Seorang Boddyguar keluar, dari barisan yang bergetar itu. Ia mengangkat kepalanya menatap presdir Chao takut. Tapi, ia memberanikan dirinya untuk menjawab pertanyaan tuannya.


"Pergi bersama Wina! Bukanya aku sudah memerintahkan kalian untuk mengawasi Wina. Sudah kubilang awasi istriku saat bersama perempuan itu. Aku sudah bilang bahwa aku mencurigai perempuan itu. Dan kalian dengan mudahnya membiarkan istriku pergi bersamanya. Bagaimana kalau perempuan itu punya niat buruk pada istriku," bentak Presdir Chao dengan wajah murkanya.


"Lalu, dimana mereka sekarang?" Sambungnya lagi.


"Sampai saat ini mereka belum pulang, tuan." Jawabnya dengan kakinya yang mulai bergetar.


Presdir Chao mengarahkan pandangannya ke jam dinding. Tertera jarum pendek sudah menunjuk kearah angka 10. Itu artinya, istrinya berbelanja hampir seharian penuh. Itu suatu hal yang mustahil terjadi. Pasti terjadi apa-apa pada mereka hingga tak pulang sampai jam segini.


Presdir Chao mulai dipenuhi dengan berbagai macam pikiran negatif. Perasaannya mulai tak enak, seperti ada sesuatu yang mengganjal hingga membuat hatinya sakit. Jika tak ia tahan, mungkin saja ribuan tetes air mata sudah membanjiri pipinya.


"Kenapa kalian tidak menghubungi ku, Ha! Selama itu mereka pergi, apa kalian tidak punya rasa kuatir pada tuan kalian. Apa kalian hanya memakan gaji buta. Bagaimana bisa kalian semua sangat ceroboh," bentaknya seraya mengacak-acak rambutnya kasar.


"Nona berangkat dengan dikawal Kevin, tuan. Kami yakin, Kevin bisa menjaga Nona dengan baik," jawab salah satu dari mereka membela diri. Ia sangat yakin Kevin akan menjaga Nona mereka, kala mengingat bagaiman kuat dan hebatnya Kevin.


"Dasar Bodoh," bentak presdir Chao, mulai kehilangan kendali, ia memukuli seorang Boddyguar yang tadi menjawab pertanyaannya asal.


Yang lainnya hanya menonton tanpa mampu melakukan apapun. Puas memukuli seorang baddyguard yang membuatnya kesal. Presdir Chao bangkit, menunjuk semua Boddyguar, lalu menyebutkan sebuah kalimat.


"Cari istriku sampai ketemu. Jangan pulang sebelum kalian menemukannya. Jika terjadi apa-apa pada istriku. Jangan harap kalian masih bisa bernapas. Cepat pergi, dan cari sitriku," bentaknya membuat semua yang berbaris bubar, kocar-kacir mereka pergi untuk menjalankan tugas dari tuan mereka.


Bersambung...


Like, komen, hadiah, dan vote πŸ™


Maafkan typonya πŸ™


Selamat membaca dan semoga suka πŸ’–


Lope readersss 😘


Hayo, siapa yang belum baca karya terbaru Author. Buruan ramaikan, disana juga ada tebak-tebakannya loh (misteri). Action juga bakal nyelip, karena berbau mafia-mafia gitu. Tapi mengandung bawang, berhappy endingπŸ€—πŸ€—πŸ€—



πŸ’–πŸŒΈ