My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
part 29



Tuan tang xiahao:


"Yuna sampai kapan kamu seperti ini?, kamu makan apa sih, berat sekali"


Seketika Yuna terkejut....


Yuna:


"ahh iya, saya akan lepaskan"


Yuna pun segera turun dan melepaskan tangan Tuan tang xiahao yang menyambutnya di bawah tadi saat jatuh.


Yuna:


"Tuan tang xiahao maaf kan saya"


Tuan tang xiahao:


"iya untuk kali ini, kedepannya saya tidak akan berbaik hati lagi, biar aku saja yang ambilkan kotak obat nya"


Yuna:


"i...iya"


Dan Tuan tang xiahao pun mengambil kotak obat yang ada di atas lemari, dan memberikannya pada Yuna.


Tuan tang xiahao:


"ini!!"


Yuna:


"oh iya, terimakasih"


Tuan tang xiahao:


".............................."


Yuna:


"Tuan tang xiahao duduk saja biar saya yang oleskan obatnya pada luka anda"


Tuan tang xiahao:


"iya, ayo ke ruang TV"


Yuna:


"ayo....."


Dan mereka memutuskan untuk pergi ke ruang TV, setelah sampai di ruang TV, Yuna mempersilahkan Tuan tang xiahao untuk duduk terlebih dahulu, setelah duduk Tuan tang xiahao di kursi sofa Yuna pun duduk di bawah beralaskan karpet, Tuan tang xiahao terkejut melihat sikap Yuna, dan ia menyuruh Yuna untuk duduk diatas kursi sofa juga bersamanya.


Tuan tang xiahao:


"Yuna?"


Yuna:


"iya Tuan!!"


Tuan tang xiahao:


"naik ke atas dan duduk di sofa"


Yuna:


"tapi Tuan adalah bos saya dan saya hanya sekretaris"


Tuan tang xiahao:


"hah!!! cuma sekretaris bodoh yang melakukan hal ini, naik ke atas"


Yuna:


"ah.., baik"


Dan akhirnya Yuna duduk di atas bersama Tuan tang xiahao, Yuna merasa gugup...


Yuna:


"Tuan, tangan anda"


Tuan tang xiahao:


"apa yang akan kamu lakukan dengan tanganku?"


Yuna:


"Hahaha..., aku hanya mengobati lukanya saja, tidak ada yang lain"


Tuan tang xiahao:


"🙄iya hati-hati"


Dan Tuan tang xiahao mengangkat tangannya dan memberikannya pada Yuna.


Seketika Yuna tertawa dengan terbahak-bahak


Yuna:


"hahaha!!!"


Tuan tang xiahao melihat Yuna tertawa dan ia pun berkata dalam hatinya"istriku, aku senang melihat tawamu, aku seperti melihat sesuatu yang sangat indah, yang selama ini susah ku gapai, dan sekarang sudah terpenuhi, maafkan aku Yuna aku tidak bisa memberitahu mu apa yang sebenarnya terjadi di antara kita, karena aku tidak ingin melihat kamu sedih, sekali lagi maafkan aku".


Yuna yang melihat Tuan tang xiahao yang termenung, Yuna penasaran apa yang dipikirkan oleh Tuan tang xiahao.


Yuna:


"Tuan tang xiahao, ada apa?, apa ada sesuatu?"


Tuan tang xiahao:


"oh iya, tidak ada apa-apa, lakukan saja apa tugas mu"


Yuna:


"oh iya"


Yuna langsung mengambil obatnya dan mengoleskan nya pada luka yang terdapat di tangan Tuan tang xiahao, Tuan tang xiahao pun mengeluh sakit.


Tuan tang xiahao:


"ahhh......😫"


Yuna:


"hahaha, sakit Tuan tang xiahao?"


Tuan tang xiahao:


"siapa yang sakit, orang hanya menguap saja huaommmm" (nada suara menguap)🙄


Tuan tang xiahao:


"ahhhhh!!!!"


Yuna:


"hahaha, sabar ya, hampir selesai"


Tuan tang xiahao mengarahkan pandangannya pada yuna, Tuan tang xiahao juga memandang Yuna dengan seriusnya yang sedang mengobati luka yang ada pada tangannya, dan ia pun berkata dalam hatinya"sekretaris Yuna, sampai kapan aku hanya bisa memanggil mu dengan sebutan sekretaris, semoga saja suatu saat aku bisa memanggilmu dengan sebutan ' istriku ' dihadapan mu dengan nyata".


Yuna:


"akhirnya selesai"


Tuan tang xiahao:


"oh sudah selesai"


Yuna:


"iya"


Tuan tang xiahao:


"oh iya, sekretaris Yuna, aku keluar sebentar, kamu disini dulu ya"


Yuna:


"kemana?"


Tuan tang xiahao:


"sudah, kamu disini saja dulu"


Yuna:


"tapi............."


Tuan tang xiahao:


"iya apa?"


Yuna:


"ya sudah, pergi saja, jangan terlalu lama, aku hanya tidak nyaman tinggal di rumah tunangannya orang"


Tuan tang xiahao:


"ya sudah aku pergi dulu, kalau ada apa-apa silahkan telpon aku"


Yuna:


"nomornya?"


Tuan tang xiahao:


"di laci buku kamarku ada handphone yang tak terpakai kamu bisa pakai itu untuk menelepon ku"


Yuna:


"tapi....."


Tuan tang xiahao:


"apa lagi?"


Yuna:


"🙄 ya sudah hati-hati"


Dan akhirnya Tuan tang xiahao pergi, tinggallah Yuna sendiri, dan ia merasa tidak nyaman karena tinggal di rumah Tuan nya sendiri.


Yuna:


"apa sih!!!, bikin kesal, masa aku ditinggal sendirian, sudah rumahnya sepi lagi, ya sudahlah cuma pergi sebentar doang, oh iya apa yang akan aku lakukan?"


Dan Yuna berjalan sedikit demi sedikit menuju ruang dapur.


Yuna:


"apa aku diam dan duduk saja?"


Dan tiba-tiba perut Yuna bersuara.


Yuna:


"brrrrr....., apa!!! lapar?, tidak jangan lapar ya, kita makan dirumah saja ya, ini rumah orang"


Yuna mengelus-elus perutnya agar tidak bersuara lagi


Yuna:


"aku lapar sekali, oh iya ini rumah orang kaya, pasti makannya enak-enak, aku harus lihat apa ada makanan enak"


Yuna pun pergi menuju kulkas dan membukanya.


Yuna:


"wah!!!!!, banyak sekali daging dan sayuran, eumm....apakah aku akan makan makanan mentah seperti ini, eummm...aku harus melihat ke meja makan, pasti ada makanan yang sudah siap"


Yuna memutuskan untuk pergi ke meja makan dan melihat makanan yang sudah siap, saat yuna membuka penutup makannya...


Yuna:


"apa!!!!, tidak ada makanan, apa yang Tuan tang xiahao makan kalau tidak ada makanan di sini, apakah Tuan tang xiahao makan makan yang siap saji diluar?, sungguh tidak sehat, oh iya Tuan tang xiahao bukannya tinggal sendiri karena asistennya pada cuti semua?, eumm bisa jadi, tapi aku lapar sekali, apa yang harus aku lakukan, apakah aku akan memasak buat ku dan Tuan tang xiahao?, tidak!!!! aku bukan asisten nya aku adalah sekretaris nya, tidak ada dalam peraturan sekretaris harus memasak buat Tuannya sendiri, aduh pusing, ya sudah aku harus memasak sedikit"


Yuna memutuskan untuk memasak, setelah beberapa jam kemudian, akhirnya Yuna selesai masak, masakan yang banyak sekali, Yuna duduk di kursi meja makan sambil menghela nafas karena kelelahan dalam memasak tadi.


Yuna:


"huffff, ternyata lelah juga memasak ya?, aku harus makan makanan nya, aku lapar sekali, tunggu apa lagi, memasaknya memakan waktu yang lama"


Yuna pun makan dengan lahapnya, setelah makan, Yuna pun pergi meninggalkan ruang dapur menuju ruang TV.


Dan setelah sampai Yuna merebahkan badannya ke kursi sofa yang ada di depan TV.


Yuna:


"kenapa lama sekali pulang Tuan tang xiahao, aku merasa ngantuk sekali, apa aku huaommmm.." (nada suara menguap)


Tanpa ia sadari iya pun tertidur di kursi sofa yang terdapat di depan TV.


 


...(continued❤)...