My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
part 36



Yuna:


"dan mata kalian yang telah membohongi kalian semuanya, kalian semua ingin aku bertindak, tapi jangan, kalian akan hilang masa depan kalian bila aku bertindak dan jangan harap kalian bisa melihat keluarga kalian lagi, sungguh menjijikkan sekali perbuatan kalian!!!!" (Yuna mengatakan dengan raut wajah yang jijik)


Yuna pun berkata dengan nada bicara tenang:


"kalau kalian melakukan hal ini lagi, tidak segan-segan aku melaporkan kalian pada Tuan tang xiahao, aku permisi".


Yuna pun akhirnya pergi, Kedua orang tadi seketika terdiam di tempat, orang yang ada disekitarnya tatapan mereka semua menuju Yuna, mereka saling membicarakan Yuna, ada yang bilang "wah baru kali ini aku melihat wanita seberani dia, tipe aku banget tuh!!".


Anindita pun menjawab dengan nada kesal


"aishhhh!!!, wanita baj*ngan"


Yuna pun pergi menuju ruang kerjanya, setelah sampai Yuna pun merebahkan tubuhnya di sofa yang ada disitu.


Yuna:


"menghadapi yang begituan, melelahkan juga ya, oh iya hari ini ada rapat, aku harus ke ruangan rapat sekarang"


Yuna mencari berkas yang ia buat kemarin untuk di bawa ke ruang rapat


Yuna:


"lho!! dimana berkasnya?, bukannya aku menaruhnya disini"


Dengan perasaan takut di tambah bingung, Yuna mencari lagi di mana ia meletakkan berkasnya terakhir


Tiba-tiba seseorang diluar memanggil Yuna


Yuna:


"ada seseorang diluar, gimana ini, pasti rapatnya sudah mulai"


Dan lagi, seseorang yang ada diluar ruangan kerja memanggil Yuna lagi


Yuna:


"gimana ini?, Tuan tang xiahao pasti memarahiku nanti"


Yuna melangkahkan kakinya sedikit demi sedikit mendekati pintu


Yuna:


"Yuna kamu harus kuat"


Akhirnya ia membuka pintu sedikit demi sedikit, setelah pintu terbuka, betapa terkejutnya Yuna, yang ia lihat adalah Alya.


Yuna:


"Alya?"


Alya:


"Yuna?, aku sangat merindukanmu!!, sudah sekian lama aku tidak bertemu dengan mu, dan akhirnya aku bertemu dengan mu"


Alya langsung memeluk Yuna dengan eratnya


Yuna:


"iya, aku merindukanmu juga"


Alya:


"Yuna, hari ini aku senang bertemu dengan mu, aku hari ini ikut rapat bersama mu"


Dengan perasaan senang Yuna pun menjawab:


"oh iya"


Alya:


"iya, Yuna apa kamu sehat selama ini?"


Yuna menjawab dengan nada sedih:


"iya, tapi Alya apa kamu tahu sesuatu?"


Alya pun menjawab dengan penuh penasaran:


"tidak, kalau kamu tidak beritahu aku, mana ada tahu aku".


Yuna:


"ini bukan sesuatu yang lucu"


Alya:


"terus apa dong?"


Yuna pun menjawab:


"berkas yang aku buat hilang, dan didalamnya terdapat sebuah penghasilan penjualan akhir tahun ini yang akan kita bahas di rapat nanti"


Dengan perasaan terkejut Alya pun menjawab:


"apa!!, lho!! kok bisa?"


Yuna pun seketika terduduk di lantai, dengan perasaan sedih ditambah kebingungan, ia pun menjawab:"aku tidak tahu?, apa yang telah aku perbuat?".


Dengan penasaran yang penuh penasaran, Alya pun bertanya:" Yuna dimana kamu terakhir kali menaruh berkasnya?"


Yuna pun menjawab:" di laci meja paling bawah"


Alya pun segera pergi menuju meja Yuna dan memeriksa kembali apa ada berkas atau tidak ada, bertapa terkejutnya Alya bahwa berkas yang disimpan Yuna menghilang, Alya pun kembali lagi pada Yuna, Alya pun mencoba menenangkan Yuna yang sedih.


Alya:"Yuna, kamu tenang dulu"


air mata Yuna mengalir membasahi pipinya, Yuna pun menutup wajahnya dan seketika menangis.


Alya yang melihat Yuna bersedih ia pun ikutan sedih, Alya pun menanyakan sebuah pertanyaan pada Yuna:"apa ada orang yang masuk ke ruangan kamu tadi malam?"


Dengan air mata terus berderai, Yuna pun menjawab:"tidak, semua karyawan sudah pulang, tinggal aku dan Tuan tang xiahao".


Alya yang mendengar jawaban dari Yuna seketika terkejut, dan Alya pun berkata:"apa!! Tuan tang xiahao?"


Yuna:"iya, aku tadi malam pulang bersama Tuan tang xiahao"


Alya yang seketika tidak habis pikir dengan Jawaban Yuna, ia pun berkata:"Yuna ka....."


Tiba-tiba seseorang datang, dan itu adalah salah satu karyawan yang akan mengikuti rapat juga, karyawan tersebut pun berkata:"sekretaris Yuna, rapatnya akan segera dimulai, semua karyawan menunggu anda di ruang rapat, saya harap anda harus segera ke sana, terima kasih saya permisi terlebih dahulu".


Alya menjawab:"baik"


Yuna berkata dengan perasaan takut:"Alya, apa yang harus aku lakukan?, aku takut Tuan tang xiahao akan memecat ku"


Alya pun menjawab:" Yuna!, lebih baik kita ke sana dulu, kalau tidak Tuan tang xiahao akan curiga dengan kita, ayo kita ke sana".


Yuna:"tapi......."


Alya:"ayo!!!!"


Akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan ruang kerja Yuna dan pergi menuju ruang rapat, setelah tiba disana, Yuna pun duduk di kursi yang sudah di aturkan di sana dan bersebelahan dengan kursi Tuan tang xiahao karena Yuna sekretaris jadi harus bersebelahan dengan kursi Tuan tang xiahao, semua karyawan menatap Yuna dengan dinginnya, Yuna pun terkejut dan takut.


Melihat semua karyawan menatap Yuna, Alya yang tidak terima temannya di lakukan seperti itu, ia pun mencoba menjelaskan kepada karya kenapa mereka terlambat.


Alya:


"maaf, sekretaris Yuna terlambat di karenakan macet di saat perjalanan tadi, mohon karyawan semua harap mengerti"


Dua orang yang di marahi Yuna tadi ternyata mereka ikut serta dalam rapat, yaitu Fany dan Anindita, Anindita pun berkata...


Anindita:


"Yuna, syukurlah kalau kamu datang terlambat, karena itu adalah kebiasaan mu, hahaha"


Fany:


"hahaha"


Dengan perasaan terkejut, Alya pun berkata...


Alya:


"apa!!!!"


Anindita:


"Yuna, ini siapa mu?, oh saya tahu ini adalah teman yang jelek itu, hahaha menjijikkan sekali"


Alya yang tidak terima ia dikatakan jelek, pun berkata...


Alya:


"apa!??, aku jelek?, justru kalianlah yang jelek"


Fany:


"apa??, kamu cari masalah sama kami seperti Yuna"


Anindita:


"hahaha, oh iya aku beritahukan ya, temanmu itu Yuna itu pelakor"


Alya seketika terkejut dengan apa yang Anindita katakan, ia pun menjawab


Alya:


"apa?, kalian bilang teman saya pelakor?, hahaha justru mata kalianlah yang buta, yang tidak pernah mencari kebenaran di sebuah masalah"


Anindita menjawab dengan nada bicara jijik dan sombong:


"kita tidak akan mencari bukti lagi, karena semua sudah jelas dan terjadi di mata semua karyawan yang ada disini, Yuna sekarang di cap buruk di perusahaan ini, namanya akan tercemar seketika"


Yuna hanya terdiam, iya berpikir ia harus mendapatkan semua ejekan dari semua karyawan, karena ia telah melakukan kesalahan terbesar menghilangkan berkas yang akan mereka bahaskan nanti, Alya yang melihat Yuna hanya terdiam.


Alya:


"apa!!!!"


Tiba-tiba Tuan tang xiahao tiba di ruang rapat...


 


...(continued ❤)...