My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 137



๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Tiga hari berlalu, dan itu artinya masa pengintaian telah usai. Tuan Yong mulai masuk ke kota untuk menemui tuan Nosa. Setelah sebelumnya ia sudah membuat janji.


Kini, tuan Yong ditamani oleh Zhang, telah sampai disebuah hotel yang dituani oleh gangster Nosa sendiri.


Memasuki hotel, tuan Yong dan Zhang berjalan dengan santai, seakan tidak ada beban dikeduannya.


Sampai dilobby, mereka berdua langsung disambut oleh seorang sekretaris yang sangat seksi. Dan mereka berdua mengekor dibelakang sekretaris seksi tadi. Memasuki Lif khusus menuju ruangan diamana tuan Nosa berada.


Tak lama, sampailah mereka disebuah kamar yang sama luasnya dengan lapangan bola basket. Dari ruang tamu yang kini mereka tempati, terdengar begitu jelas suara-suara des*han yang begitu memanaskan telinga keduannya.


"Faster,"terdengar teriakan tuan Nosa dari dalam kamar tak jauh dari mereka.


Cukup lama keduannya menunggu, hingga akhirnya tuan Nosa keluar dari kamar, dan hanya memakai celana dal*m berukuran pandek dengan bertelanjang dada.


Dibelakangnya mengekor sekitar 5 orang perempuan cantik, yang hanya memakai Cd dan Bra saja. Kelima perempuan cantik itu, tak berhenti memanjakkan tuannya.


Yong bergidik ngeri melihat adegan didepannya. Melihat itu, membuatnya sadar, bahwa selama ini ia juga persis sama seperti uang tuan Nosa lakukan. Ia juga suka menikmati surga dengan banyak wanita.


Pilirannya semakin kuatir, ketika mengingat putrannya. Apakah putrannya nanti juga akan melakukan hal yang seperti Nosa lakukan saat ini.


Memikirkan hal itu, tanganya mengepal sempurna. Ia saja sangat bejat, apalagi tuan Nosa. Ia tak akan membiarkan putranya melakukan hal bejat seperti yang ia lakukan, apalagi hingga melakukan hal bejat seperti yang tuan Nosa lakukan. Yong benar-benar tidak akan membiarkan hal itu terjadi pada putrannya.


'Jadi, ada apa kalian berdua ingin menemuiku," tanya tuan Nosa, sesekali memejamkan matanya, menikmati sentuhan-sentuhan yang dilakukan oleh para wanitannya.


"Aku akan memberikan apapun yang kau inginkan, asalkan kau lepaskan putraku,"jawab tuan Yong to the point.


"Apa ya? Yang aku inginkan selain putramu! Emm... Sepertinya tidak ada lagi yang aku inginkan selain putramu," jawab tuan Nosa santai.


"Uangku banyak, kekuasaanku paling tinggi dinegara ini. Dan yang paling penting, semua kenikmatan didunia ini, bisa dengan mudahnya aku nikmati. Jadi kau ingin menawarkan apa padaku," tambah tuan Nosa lagi.


"Saya yang akan menggantikan putra saya, bukannya kau juga menginginkanku untuk menjadi penerusmu," jawab tuan Yong.


"Aku tidak akan membiarkan putraku masuk kedunia hitam," tegas tuan Yong.


"Ambil saja putamu dari tanganku, tapi jika kau berani dan mampu," ujar tuan Nosa merendahkan tuan Yong.


"Kau ingat kata-kataku, Nosa. Aku tidak akan membiarkanmu menjadikan putraku sebagai penerusmu," ucap tuan Yong tegas, lalu segera pergi dari sana.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Aurel kamu ngapain ngumpulin ASI kamu sebanyak ini. Untuk apa sayang, memangnya kamu mau pergi kemana?"tanya nyonya besar Mou, yang heran melihat menantunnya yang kini sudah menyedot ASI entah berapa botol banyaknya.


"Aurel tidak mau kemana-mana, Mom. Cuma ini ASI nya memang melimpah terus. Kadang sampai basah baju Aurel. Jadi Aurel sedot aja. Mungkin karena seharusnya ASI ini untuk dua baby. Tapi hanya Girren sendiri yang minumnya. Jadi suka nyeri kalau nggak diambil," jawab Aurel.


"Begitu ya, Yasudah lanjut aja. Mom mau main sama Girren lagi," ujar nyonya besar Mou, lalu keluar dari kamar Aurel, setelah sebelumnya mengambil Cucunya.


"Maafin Aurel, Mom. Aurel nggak mungkin betah dirimuah, sebelum putra Aurel ditemukan. Aurel akan segera mendapatkan putra Aurel kembali, apapun caranya," ucap Aurel, lalu kembali menyedot ASI miliknya.


Bersambung.......


Voteee dong mentemen๐Ÿ˜ญ๐Ÿ™


Like, komen, hadiahnya ya๐Ÿ™๐Ÿ™


Maafkan typonya๐Ÿ™


Selamat membaca dan semoga suka๐Ÿ’—


Lope lope readers๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


๐Ÿ’—๐ŸŒธ