
๐ธ๐ธ๐ธ
Sore itu annin mengerjabkan matanya, lalu membukanya perlahan. Annin merasa sangat nyaman berada dalan pelukan suaminya. Mendongakan kepalanya guna memandangan wajah sang suami yang begitu tampan saat terlelap.
Pandangan annin terfokus pada bibir seksi milik suaminya, bibir tipis diatas dan tebal dibagian bawah. Entah apa yang merasukinya. Annin Begitu ingin merasakan nikmatnya bibir seksi itu.
"Astaga, apa yang terjadi padaku. Kenapa aku juga ikut-ikutan mesum sepertinya."Batin annin lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tanpa ia sadari jari-jari lentiknya menyentuh pelan bibir seksi suaminya.
"Apa kau menginginkannya? "ucap suara baritone itu terdengar begitu seksi.
"hemp... "pekik annin kaget saat ia mendapatkan serangan tiba-tiba dari presdir shilin.
Sekejab mata presdir shilin telah menempelkan bibir seksinya ke bibir tipis sang istri.
Semula annin memang agak kaget. Namun, annin kembali tenang saat suaminya ******* bibirnya dengan sangat lembut, sangat berbeda dengan kejadian di hotel lalu.
Annin tak monolak apalagi berontak, malahan dia juga ikut aktip membalas ciuman sang suami walaupun sedikit kaku.
"Ooo.... Istriku sudah pandai berci*man. Rasa coklat yang sangat manis, aku sangat suka, "ucap presdir shilin mengyeka salivanya yang tertinggal dibibir sang istri.
Sedangkan annin hanya menundukkan wajahnya karena malu.
"Jika mengingankan apapun katakan saja, Mas In akan memberikan apapun untukmu, "ucap presdir shilin mendapatkan anggukan dari annin.
Presdir shilin tersenyum senang melihat sikap malu-malu annin. Yang terkesan begitu imut menurutnya.
"Apa mau mandi bersama? "tanya presdir shilin mengangkat wajah annin yang tadinya tertunduk malu.
Annin tak menjawab tapi mengangukkan kepalanya pelan. Membuat presdir shilin begitu gemes pada sikap malu istrinya.
Annin tampak kaget dengan kelakuan aneh dirinya sendiri. Sejak kapan dia menyukai hal yang semesum itu.
Mandi bersama! Oh tuhan apa yang terjadi padanya. Mandi bersama adiknya aurel pun ia malu. Apa ini? Kenapa kepalanya langsung reflek menganguk menyetujui ajakan suami mesumnya.
Belum sempat annin mengembalikan pikiran jernihnya. Tiba-tiba tubuhnya telah mengapung diudara, dan mendarat diatas closet.
Setelah mendudukan istrinya dengan aman. Presdir shilin melakukan tugasnya dengan mengisi buthub dengan air hangat lalu memasukkan cairan aroma therapy yang begitu menyegarkan.
Annin yang telah paham kemesuman sang suami, terlihat melepaskan pakaianya satu persatu sendirian.
Presdir shilin tersenyum, melihat kelakuan sang istri yang terlihat sangat seksi dimatanya.
Tanpa ia sadari sesuatu dibawah sana telah mengeras dengan sendirinya.
Setelah menyelesaikan tugasnya, ia kembali mendekati istrinya. Yang kini hanya tinggal memakai bra dan cd saja. Tubuhnya memanas sektika, saat melihat betapa goal body istri imutnya itu.
Annin yang malu-malu tampak menutupi bagian kelapa mudanya yang sedikit menyembul dari tempat persembunyianya.
"Apakah kau tau sayang, semakin ditutupi dan malu-malu seperti itu. Kami para lelaki semakin tak tahan.
Dengan cepat annin berjalan menuju buthub dan segera masuk kedalam buthub besar itu.
Setelah selesai mandi, presdir shilin memasangkan pakaian annin dengan raut wajah kecewanya. Bagaimana ia tidak kecewa, rencananya untuk melancarkan aksinya dikamar mandi gagal total. karena annin tiba-tiba saja mengigil kedinginan.
Setelah selesai berpakaian presdir shilin dan juga annin, langsung menuju lantai dasar untuk makan malam bersama.
Selesai makan malam presdir shilin dan juga annin kembali kedalam kamar, annin yang merasa tubuhnya sangat lelah akhirnya memilih untuk segera tidur saja.
Tak butuh waktu lama, kini annin telah tidur terlelap dalam pelukan sang suami.
Presdir shilin yang masih terjaga, dengan cepat meraih ponselnya yang berdering, agar tak menggangu istrinya yang kini masih terlelap.
Dengan perlahan presdir shilin melepaskan annin dari Pelukkannya. Lalu menuju balkon dan segera mengangkat panggilan itu.
"Hallo, ada apa Chao, "tanya presdir shilin pada sekretaris Chao diseberang sana.
"xxxxx xxxxxx. xxxxx xxxxxxx xxxxx xxx, xxxxxxxxx, begitu tuan, "ucap sekretaris Chao diseberang sana. (sengaja disensor biar misteri gitu)๐
"Shit...Baiklah aku mengerti, "Umpat presdir shilin lalu mematikan panggilan itu.
Lalu presdir shilin kembali masuk kedalam kamarnya. Dan ia dikejutkan dengan annin yang kini menangis tersendu-sendu diatas kasur.
"Ada apa An sayang,"tanya presdir shilin mendekat dan memeluk istrinya erat.
"An... anin...mimpi bur... buruk...Mas... "ucap annin terbata-bata dengan tak berhenti menangis hingga tersendu-sendu.
"Tenang, kamu tenang ya sayang. Ada mas disini."bujuk presdir shilin menenangkan annin. tak lama annin pun kembali tenang dan kembali terlelap dengan memeluk presdir shilin erat seperti sangat takut kehilangan suaminya yang kini telah berubah.
Bersambung.....
Like dan komen, Hadiah dan vote juga dong ๐
Sedih banget minggu ini nggak ada yang ngasih vote๐ญ๐ญ๐ญ
Ingat pesan Oni jangan ada yang tertipu dengan alurnya๐๐๐