
πΈπΈπΈ
"Kak, bangun kak. Ini sudah mau siang. Sebentar lagi Adik kakak akan tiba dari China. Kita harus menyambut kedatangan mereka,kak. Baunlah kak," teriak Zanna di telinga suaminya.
"Kenapa selama hamil kau semakin bertambah cerewat, sayang." Jawab presdir Chao kembali memejamkan matanya.
"Iya, memang kenapa kalau aku cerewat. Kakak bangunlah kak. Kalau kakak tidak juga bangun. Aku tidak akan memberikan kakak jatah," ancam Zanna.
"Memang selama seminggu kedepan aku tidak akan mendapatkan jatah darimu, sayang. Apa kau lupa aku tidak boleh menyentuh mu selama seminggu," jawab Presdir Chao dengan suara khas bangun tidur dengan matanya yang masih terpejam.
"Kalau begiti Ciuman, aku tidak akan memberikan kakak ciuman selamat pagi, selamat siang dan juga selamat malam." Ancam Zanna lagi.
"Kau akan bedrest, sayang. Aku bisa mencurinya saat kau tertidur." Jawab Presdir Chao, dengan tersenyum namun matanya masih betah terpejam.
"Dasar kakak mesum," teriak Zanna melemparkan suaminya dengan bantal.
"Ayolah kak, apa kakak tidak penasaran dengan keponakan-keponakan kakak," bujuk Zanna.
"Ayolah, sayang. Tidurlah disini dulu," ujar presdir Chao menepuk bantal disebelahnya, meminta sang istri ikut terlelap bersamanya.
"Ini baru jam 5 subuh, sayang. Mereka pasti masih lama," jawab Presdir Chao santai. Tidak ada lagi sosok Arogan pada dirinya. Cukup saja dulu dia tepat waktu, saat ia menjadi sekretaris tuannya. Untuk sekarang biarkan ia berubah. Jangan lupakan dialah bossnya sekarang. Bahkan ia lebih kaya dan lebih berkuasa dari tuannya dulu. Yaitu, presdir Shilin.
"Tapi Daddy dan Mommy sudah berangkat ke bandara, kak." Jawab Zanna.
"Masih lama, sayang. Mereka pasti akan ke restoran dulu untuk sarapan," jawab presdir Chao masih dengan mata terpejamnya.
"Tapi....," Ucap Zanna terhenti ketika ia mendapatkan sebuah ide untuk membangunkan suaminya itu.
Berakting membekap mulutnya ia sedikit berlari ke dalam kamar mandi. Dan pura-pura mual didalam sana.
Sebenarnya Zanna sudah jarang mual-mual lagi, ia tidak lagi mual setelah mengkonsumsi vitamin yang diberikan oleh dokter Kelvin padanya.
Presdir Chao langsung panik, mengucek matanya kasar, ia langsung berlari menuju kamar mandi. Kala mendengar istrinya yang tengah muntah-muntah.
Tok, tok, tok.
"Sayang, buka pintunya, sayang." Teriak Presdir Chao kuatir.
Hal itu sukses membuat sang suami semakin panik diluar sana.
"Zanna, sayang. Buka dulu pintunnya sayang. Kau baik-baik saja kan, sayang," teriak Presdir Chao semakin menguatkan volume suaranya.
Hoek...Hoek....Hoek
Suara Zanna yang terus muntah-muntah didalam kamar mandi. Saat ini ia muntah-muntah bukan lagi karena sedang berakting. Tapi, ia muntah-muntah yang sesungguhnya. Ia telah kualat karena membohongi suaminya.
Tadinya Ia memang hanya berakting mual-mual saja. Namun siapa sangka, ia malah muntah-muntah yang cukup hebat di dalam kamar mandi itu. Setelah mengeluarkan semua isi diperutnya. Zanna langsung lemas dengan posisi terduduk dilantai kamar mandi.
Braaaakk....
Dengan kepanikannya, Presdir Chao langsung mendobrak pintu kamar mandinya. Ia langsung mengangkat tubuh lemas Zanna. Dan membaringkan istrinya dikasur.
Ia segera menelpon pelayan, minta dibawakan teh hangat juga sarapan ke kamarnya.
Sedangkan Zanna terlihat begitu pucat pasi. Didalam hatinya, ia kapok. Ia tidak akan pernah membohongi suaminya lagi apapun alasannya.
Meski tak berdaya, ia masih bisa mengukir senyum di bibirnya. Ia senang melihat betapa kuatirnya sang suami saat ia sedang tak berdaya. Ia sangat bersyukur suaminya yang Arogan minta ampun itu, ternyata bisa bersikap sangat baik dan romantis padanya.
Bersambung....
Like, komen, hadiah, dan vote π
Maafkan typonya π
Selamat membaca dan semoga suka π
Lope readersss π
Jangan lupa baca juga karya temen Othor ini. Seru pastinya. Like, komen, hadiah dan vote juga yaπππ