My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Terpaksa Menikahi Gadis Dibawah Umur (23)



🌸🌸🌸


Seminggu berlalu, Presdir Chao juga Nia bersiap-siap akan berangkat ke rumah sakit, untuk menjemput Wina yang hari ini diizinkan pulang, karena kondisinya sudah lebih baik.


Selama diperjalanan, presdir Chao harus menebalkan telinganya. Agar tak tercemar oleh polusi suara, yang ditimbulkan oleh istrinya sendiri yaitu Tania.


Tania yang memang agak cerewet terus berbicara hingga sampai dirumah sakit. Ia terus mengoceh membuat Presdir Chao tak tahan. Bukan hanya tak tahan akan kecerewetan istrinya, tapi karena saat secerewet itu, menurutnya Tania sangatlah seksi. Aneh memang, tapi itulah yang terjadi padanya.


Tapi, ia tak mungkin mengabaikan saran dari dokter. 2 hari lagi! Ia masih harus menunggu 2 hari lagi. Ia bisa saja memaksa. tapi tak tega, karena Tania masih sering mengeluh lesu juga pusing. Menunggu selama 2 hari, terasa dua bulan bagi Presdir Chao.


Sampai dirumah sakit, mereka berdua langsung menuju ruang rawat Wina. Saat mereka masuk, Wina masih diperiksa oleh dokter. Mereka membuka perban yang melingkar di kepala Wina, lalu menggantinya dengan perban yang baru. Setelah selesai dokter memberikan resep obat, kemudian dokter pun pergi, setelah mengatakan bahwa Wina sudah boleh dibawa pulang.


Wina yang sudah merasa lebih baik, menolak saat Tania menyuruhnya duduk di kursi roda. Wina lebih memilih berjalan sendiri, karena tidak ingin merepotkan siapa pun.


Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di mansion. Begitu sampai tania langsung mengantarkan Wina ke salah satu kamar tamu di mansion itu.


Sedangkan Presdir Chao, langsung menuju perusahaan. Karena hari ini ada meeting penting yang tidak bisa ditinggalkan.


Setelah mengantarkan Wina kekamarnya. Tania berjalan menuju dapur, guna mengambil makanan untuk ia berikan pada Wina.


Sampai di dapur, Nia langsung mengambil makanan untuk Wina. Nia begitu akrab dengan para pelayan di mansion. Bahkan ia sampai hapal semua nama pelayan.


Tapi ia tak begitu akrab dengan para bodyguard di mansion itu. Ia tak bisa mengingat satu persatu bodyguard, karena memang jumlahnya sangatlah banyak. Berbeda dengan pelayan, yang kira-kira hanya berjumlah 50 orangan.


Kalau dari cerita suaminya, boddyguar bertubuh mungil nan tampan itu terpilih, karena ia pernah menyelamatkan tuan Aldrich dari kecelakaan yang dialami tuan Aldrich 2 Minggu lalu. Dan saat itulah tuan Aldrich mengangkatnya untuk menjadi boddyguarnya di mansion. Danial itulah nama sang boddyguar, yang menjadi idola para kaum pelayan wanita saat ini.


Kalau sekarang, tuan Aldrich sedang berada di China untuk menjenguk cucu pertamanya. Sudah hampir 2 Minggu dia disana. Sepertinya tuan Aldrich sangat betah disana, sehingga belum juga pulang.


Sebenarnya, ia betah bukan hanya karena cucu pertamanya. Tapi juga karena Cinta pertamanya ada Disana. Saat ini mereka sudah mulai membaik. Dan hal itu semakin membuat tuan Aldrich untuk mematangkan rencananya. Untuk segera membawa Meilyn kepelaminan. Tinggal menunggu saat yang tepat saja.


Begitu selesai, Tania langsung membawakan makanan yang ia sajikan untuk ia berikan kepada Wina. Yang kini sedang beristirahat dikamarnya.


"Kak Wina! Kakak sedang apa?" Tanya Nia yang heran saat melihat Wina yang kasuk-kusuk mencari sesuatu.


Bersambung....


Like, komen, hadiah, dan vote πŸ™


Maafkan typonya πŸ™


Selamat membaca dan semoga suka πŸ’–


Lope readersss 😘


πŸ’–πŸŒΈ