
πΈπΈπΈ
Tuan besar Aldrich, tuan besar Mou, nyonya besar Mou, dan juga ibunya yang kini duduk dikursi roda. Berjalan agak terburu-buru memasuki mansion.
"Meilyn Meilyn, "panggil nyonya besar Mou sambil terus mendorong kursi roda ibunya.
"Tunggu dulu, Mou. Siapa itu Meilyn? "tanya tuan besar Aldrich, yang merasa tak asing dengan nama yang sedari tadi dipanggil nyonya besar Mou.
"Kau akan tau nanti, "jawab tuan besar Mou. Kini mereka sudah berada diruang tamu.
"Ada apa nyon....., "Meilyn kagat melihat seseorang yang ia kenal disana. Namun meilyn kembali fokus pada nyonya-nya.
"Ada apa, nyonya?"tanya meilyn mampu mengatasi ekspresi wajahnaya.
"Mei-Lyn, Meilyn, "ucap tuan besar Aldrich kagat, bagaimana tidak kaget. Perempuan yang ia cintai dan ia cari-cari selama ini. Ternyata berada dirumah keluarga Mou, pantas saja selama ini ai mencari Meilyn. Tapi tidak pernah ia temukan.
"Meilyn tolong jaga ibu sebentra ya, "pinta nyonya besar Mou. Setelah itu nyonya besar Mou masuk kedalam kamar untuk mengambil tas rahasia suaminya yang pastinya berisi peralatan perangnya. Begitu mendapatkan apa yang ia cari, nyonya besar Mou kembali ke ruang tamu. Dan memberikan tas itu pada suaminya.
"Mom, mommy kita tinggal ya. Kita akan segera kembali, "ucap tuan besar Mou pada istrinya. Kemudia menciun kening istri tercintanya dan juga ibu mertuanya.
"Ayo Al, kita harus cepat sebelum terjadi hal yang tidak-tidak. Masalah kau dan Meilyn nanti saja kita jelaskan. Ayo cepat, "tuan besar Mou berkata sambil menarik paksa tangan tuan besar Aldrich. Sedangkan tatapan mata tuan besar Aldrich, tak lepas dari perempuan yang selama ini ia cari.
Didalam mobil:
"Apa kau sudah tau dimana Mike berada? "tanya tuan besar Aldrich. Kini tuan Aldrich berpfesi sebagai sopir, karena tuan besar Mou tengah sibuk dengan alat canggihnya.
"Kau itu benar-benar tidak mengenal putramu itu ya. Nah, sekarang aku sudah menenukan keberadaanya. Belok kiri naikkan kecepatannya. Tuan besar Aldrich mengikuti perintah tuan besar Mou.
πΈπΈπΈ
"Dimana?"tanya presdir Shilin dan tuan Yong bersamaan.
"Di pabrik A kota B, tuan"jawab sekretaris Chao, pabrik A adalah pabrik yang sudah tidak terjalankan lagi, karena sang pemilik perusahaan telah bangkrut sejak lama. Dan kota B berjarak sekitar 1 jam dari kota beijing.
"Tunggu apalagi, ayo kita segera kesana. Kalian semua menyusul belakangan. Jangan terlalu ramai, "titah tuan Yong pada bawahannya.
"Ayo kita harus cepat,"ucap presdir Shilin yang langsung berlari keluar dari Villa tuan Yong. Sekretaris Chao dan tuan Yong juga mengekor ikut berlari menyusul presdir Shilin yang sudah lebih dulu menaikki mobilnya. Dan langsung tancap gas menuju pabrik yang dulunya ia juga ikut berinvestasi, namun uangnya ia tarik kembali. Karena perusahaan itu tidaklah efisien.
"Sekretaris Chao, kau pakai mobil yang disana, "titah tuan Yong melemparkan kunci mobil pada sekretaris Chao.
Dengan tangkas sekretaris Chao menangkapnya, dan segera masuk kedalam mobil yang dimaksud dan langsung tancap gas, menyusul presdir Shilin dan juga tuan Yong.
Tiga mobil bermerek berharga selangit beriring-iringan dijalan yang cukup kecil dan dikelilingi hutan. Dengan kecepatan tinggi tiga mobil itu, memecah keheningan malam yang sunyi.
Tanpa mereka sadari. Satu mobil bermerek yang ditunggangi tuan besar Aldrich dan tuan besar Mou, juga berada tak jauh di depan mereka.
Bersambung......
Like, komen, hadiah, dan votenya ya reader tercinta ππ
Rate bintang 5 nya jangan lupa ππ
Selamat membaca dan semoga suka πππ
Maafkan typonya πππ
ππΈ