My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 110



๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Perlahan Annin membuka matanya, betapa terkejutnya ia saat melihat seseorang yang ia kenal berada tepat dihadapannya. Annin mengucek matanya kasar, guna memastikan ia tidaklah mengkhayal. Annin yang sudah mengingat masa lalunya, tentu saja tau siapa pria paruh baya yang ada dihadapnnya saat ini.


"Ha Aeri, "ucap pria paruh baya itu bergetar.


Annin yang mendengar nama aslinya dipanggil, tak dapat lagi membendung air mata yang sedari tadi memaksa untuk keluar.


"Dad-daddy, "penggil Annin sedikit terbata.


"Kamu ingat daddy, nak, "tanya tuan besar Aldrich semakin mendekati Annin. Annin pun menjawab dengan mengangukkan kepalanya.


Melihat hal itu, tuan besar Aldrich langsung memeluk tubuh putrinya, yang masih terbaring lemah.


"Terima kasih tuhan. Terima kasih karena kau sudah mempertemukan kembali aku dengan putriku,"ucap tuan besar Aldrich bersyukur. Lalu semakin mengeratkan pelukannya pada purtinya, yang selama ini ia kira telah tiada.


"Apa yang anda lakukan tuan Aldrich, kenapa anda memeluk istri saya, "bentak presdir Shilin, yang tiba-tiba memisahkan pelukan antara ayah dan anak itu.


"Kak Shilin, "panggil Annin pelan, tapi masih terdengar oleh presdir Shilin.


Presdir Shilin sedikit kaget mendengar Annin memanggilnya, dengan panggilan yang tak asing itu.


Melihat suaminya yang termenung Annin langsung mengambil tangan suaminya. Saat itulah tuan Aldrich keluar dari ruangan putrinya. Ia paham apa yang dirasakan dua sejoli itu. Hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk keluar terlebih dahulu.


Annin mengambil tangan kanan suaminya, membalikkan punggung tangan itu menjadi telapak tangan. Dan dengan telunjuk lentiknya ia mengukir huruf S dan A berdampingan, kemudian mengurung kedua huruf itu dengan pagar berbentuk Love. Setelah itu Annin pun mengecup telapak tangan suaminya yang tadinya ia ukir.


Presdir Shilin tak dapat berkata-kata, ia tampak terdiam guna mencerna apa yang dilakukan oleh istrinya saat ini.


"Kau adalah suamiku kak Shilin. Dan aku adalah istrimu, aku adalah Nyonya Muda Mou.


Adegan yang dilakukan Annin saat ini, persis seperti adegan yang dulunya ia lakukan pada Aeri. Kekasih masa kecilnya dulu.


Dibawah sebuah pohon berdaun pink yamg rindang. Presdir Shilin yang kala itu sudah mulai remaja tak dapat dipisahkan dan selalu bermain bersama dengan Aeri. Dan dibawah pohon itulah presdir Shilin dan Aeri membuat rencana pernikahan untuk mereka berdua dimasa depan kelak.


Dan diakhiri dengan adegan seperti yang Annin lakukan saat ini. Mereka yang kala itu masih belia, tidak berani untuk saling mencium walaupun hanya ciuman dipipi.


Dan dengan inisiatifnya, presdir Shilin mengambil telapak tangan Annin. Mengukir huruf awal nama mereka dan mengurungnya dengan pagar berbentuk Love. Aeri memejamkan matanya saat presdir Shilin ingin mengecup telapak tanganya. Begitu pula presdir Shilin ia juga memejamkan matanya lalu mengecup telapak tangan Aeri. kemudian mengucapkan kalimat.


"Kau adalah istriku, Aeri. Dan aku adalah suamimu, Kau adalah Nyonya muda Mou," itulah kalimat yang dulu diucapkan oleh presdir Shilin, yang kini juga diucapkan oleh Annin, yang tak lain adalah istrinya sendiri.


"Ka-kau si-siapa?"tanya presdir Shilin terbata-bata.


"Aku adalah Annin istrimu, orang sama dengan Ha Aeri istrimu dimasa lalu. Aku sudah mengingat semuanya kak, Aku sudah mendapatkan kembali ingatan masa lalu ku. Dan aku adalah Ha Aeri,"jawab Annin seraya air mata mengucur dengan sendirinya.


Bersambung.....


Like,komen,hadiah, dan voteeee๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


Rate bintang 5 juga๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


Selamat membaca dan semoga suka๐Ÿ’—


Maafkan typonya๐Ÿ™


๐Ÿ’—๐ŸŒธ