
πΈπΈπΈ
"Jadi selama ini, aku membesarkan dan merawat seseorang yang telah membunuh Anak dan istriku. Kenapa kau tidak memberitahuku dari dulu, Mou. Kenapa kau baru memberitahu kebenarannya sekerang. Apa gunannya lagi, istri dan Ankku telah tiada. Kenapa aku begitu bodoh, "ucap tuan besar Aldrich dengan segala penyesalan merutuki kebodohannya. Penyesalan-nya begitu mendalam, apalagi mengingat anak dan istrinya yang telah lama meninggalkannya. Tanpa ia sadari, setetes air mata lolos dari kedua sudut mata tajamnya.
"Apa kau percaya begitu saja, bahwa anakmu telah tiada."ucap tuan besar Mou.
"Apa maksudmu?"tanya tuan besar Aldrich.
"Jadi selama ini, kau percaya begitu saja bahwa anakmu Ha Aeri telah tiada. Bukankah kau belum menemukan jasadnya, "tuan besar Mou berkata, membuat tuan besar Aldrich semakin kebingungan.
"Apa maksudmu, masih ada kemungkinan, bahwa anakku masih hidup, "tanya tuan besar Aldrich.
"Jika aku mengatakan, bahwa anakmu ada bersamaku. Apakah kau akan percaya padaku? Apakah kau masih akan meragukanku. Dan mempercayai seluruh apa yang dikatakan putramu, Mike, "ucap tuan besar Mou, menatap mata tajam milik tuan besar Aldrich.
"Apa maksudmu, Mou. Apa kau barusan mengatakan, jika anakku Aeri ada bersamamu. Apa maksudmu, Mou. Jelaskan semuanya secara semuanya padaku. Kali ini aku akan benar-benar mempercayai mu sepenuhnya,"ucap tuan besar Aldrich, menatap tuan besar Mou dengan tulus.
"Bacalah ini, "ucap tuan besar Mou, memberikan sebuah maf berwarna coklat pada tuan besar Aldrich.
Dengan sedikit terburu-buru, tuan besar Aldrich membuka maf itu, dan mengeluarkan selembar surat didalamnya.
"Itu adalah hasil test DNA, antara kau dan menantuku Annin, "ucap tuan besar Mou. Menjelaskan sedikit pada tuan besar Aldrich.
"Ba.. Bagaimana..bisa, apakah I.. Ini asli, Mou, "tanya tuan besar Aldrich masih tak percaya akan surat yang ia baca saat ini. Disurat itu, ada sebuah tulisan bertinta tebal dengan kalimat COCOK, diapit oleh namanya dan juga sebuah nama yang bertuliskan Annindiyah aqila.
"Tentu saja asli. Aku mengambil sample rambutmu, yang ada didalam kamarmu dirumahku, "jawab tuan besar Mou.
"Bawa aku pada Annakku sekarang juga, Mou. Aku ingin menemuinya sekarang juga. Aku sangat merindukannya, Anakku masih hidup, Aeriku benar-benar masih hidup. Aku mohon bawa aku padanya. Aku ingin tau bagaimana keadaanya saat ini, "mohon tuan besar Aldrich.
Baru satu kebenaran yang aku ungkap padamu Al, entah kau akan menerimanya atau tidak. Jika aku mengatakan kebenaran yang lainya, batin tuan Mou berkata.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita ke China. Tapi ke korea dulu, aku akan menjemput istriku terlebih dahulu,"jawab tuan besar Mou.
"Baiklah. Gunakan pesawatku saja. Agar lebih cepat, Ayo,"ajak tuan besar Aldrich, yang sudah tidak sabar ingin segera menemui anaknya.
"Tunggu dulu, ada panggilan masuk, "ucap tuan besar Mou, lalu menempelkan ponsel di tekinganya.
"Apa yang terjadi, Mou, "tanya tuan besar Aldrich heran.
"Mike, bertindak lebih cepat dari dugaanku,"jawab tuan besar Mou.
"Apa yang kau maksud, Mou. " Tanya lagi tuan besar Aldrich.
"Mike telah menculik Annin menantuku, "jawab tuan mike panik.
"Anakku Aeri diculik, Mou. Kakau begitu kita harus cepat. "kedua pria keriput tapi masih awet itu, langsung berlari keluar dari perusahaan. Menuju bandara mereka berdua masuk kedalan pesawat khusus Aldrich. Yang selalu siap siaga.
πΈπΈπΈ
"Tuan, saya barusan mendapatkan informasi. Bahwa tuan Yong sudah berada disini, dan dia sudah mempersiapkan segalanya untuk menyerang Gangster Backblood." Lapor sekretaris Chao dengan raut wajah misteriusnya.
"Kenapa dia ingin menyerang ,Mike. Apa dia ingin membantu,"tanya presdir Shilin heran.
"Bukan tuan. Tuan Yong juga ingin menyelamatkan istrinya, yang juga diculik oleh Mike, "jawab sekretaria Chao.
"Istri, kapan Yong menikah? "tanya presdir Shilin kaget.
Bersambung......
Maaf reader, othor baru bisa up jam segini. dikarenakan tidak ada sinyal. Maafkan keterlambatannya ya. πππ
Masalah visual, itu hanya halu othor saja, reader semua bebas, menghalukan siapa pun. ππ
like, komen, dan vote ππ
Rate bintang 5 juga π
Selamat membaca dan semoga suka π
Maafkan juga typonya π