
๐ธ๐ธ๐ธ
"Hanya dipipi saja, aku ingin di bibir. Ayo! Berikan aku ciuman di bibir," titah Presdir Chao siap dengan memonyongkan bibirnya, Dan Tania langsung memberikan kecupan sekilas di bibir seksi suaminya. Berhubung hanya sekilas, ia pun langsung menjauh kan bibirnya dari sang suami. Namun, gerakannya terhenti ketika Presdir Chao langsung menarik kembali tengkuknya. Dan Ciuman panas pun terjadi.
"Tambah satu nol lagi, itu bayaran karena kakak sudah mencuri ciuman pertamaku," ucap Nia mengerutkan bibirnya yang kini terlihat sedikit membengkak.
"Apa hanya segitu hargamu, kenapa kau murahan sekali. Kalau aku tambah 6 angka lagi apa kau mau aku tiduri sekarang," goda Presdir Chao.
"Bagaimana ini, dengan uang sebanyak itu. Aku bukan hanya dapat membeli 25% Saham. Dengan jumlah segitu aku bisa membeli 45% Saham. Kenapa tidak, dia kan suamiku, dia memang berhak atas tubuhku. Demi Mendiang ibu juga ayahku, aku akan melakukan apapun. Semangat Zanna," Batin Nia yang kini tengah berperang dengaj hatinya.
"Benarkah kak, aku mau kak. Cepat berikan uangnya padaku. Kakak tidak membohongi ku kan kak," ujar Nia memastikan.
"Asataga! Kenapa kau sangat matre," jawab Presdir Chao heran akan kelakuan istri anehnya itu.
"Kenapa memangnya, kita kan suami istri. Cepat atau lambat kakak juga akan melakukannya padaku. Tapi untuk saat ini kakak harus memberikan aku biaya perawatan dulu. Kakak tau kan, secantik dan seseksi apa diriku ini. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal kakak harus mengeluarkan biaya bulanan yang banyak untuk istri kakak yang cantik mempesona ini," ucap Nia dengan pedenya.
"Memangnya perawatan seperti apa yang kau jalani, Apa dengan mandi emas, mandi berlian, atau mandi batu mulia. Hingga harganya semahal itu. Dengar ya, kau tau tidak kalah suamimu ini adalah orang terkaya didunia. Jangan memberikanmu uang sekecil itu, tidak akan membuatku miskin. Sudah sana! Terserah padamu mau ambil berapa banyak angka pada kartu itu. Tapi untuk sekarang jalan-jalanlah dulu. Aku benar-benar tidak konsen kalau kau masih disini dengan mulut cerewet itu." Usir Presdir Chao pada Tania istrinya.
Mengentak-hentakkan kakinya, Tania langsung bergegas keluar dari ruang kerja suaminya. Menutup pintu itu dan
"Yes berhasil, dengan uang ini aku akan merebut kembali apa yang sebelumnya menjadi hakku," teriak tania tertahan agar tak terdengar. Berjalan dengan meloncat-loncat, Tania memasuki lif menuju ruangan rahasia. Yang sebelumnya ia datangi.
Keadaan kembali memihak pada Tania. Memasuki ruangan canggih itu, dan tidak ada siapa-siapa disana. Melihat keadaan yang aman Tania langsung mengutak-atik komputer raksasa dihadapannya.
"Yes peretasan ku berjalan dengan mulus, sekarang tinggal membeli saham sebesar 45 persen. Dan aku akan kembali berkuasa. Ahahahaha...," Tawa Tania menggelegar didalam ruangan kedap suara itu.
Lalu Tania kembali bermain dengan banyaknya tombol disana, mengutak-atiknya dengan penuh semangat.
Tania panik, ketika mendengar suara seseorang yang akan segera masuk keruangan itu. Bagaikan terkena Sembiring, Tania terdiam tak bergerak sedikit pun.
"Siapa kamu?" Tanya seorang pria bertubuh kurus terkejut melihat Tania yang tiba-tiba berada diruang rahasia tempat nya bekerja.
"Ini kartu saya, pak. Saya adalah keponakan Presdir Chao, tadi saya jalan-jalan karena bosan. Dan akhirnya saya nyasar kesini, saja ekarang saya bingung, dimana jalan untuk saya keluar dari ruangan menakutkan ini,"akting Nia pura-pura akan menangis.
"Oh nona Nia ya? saya juga mendapatkan laporan dari atasan saya. Kalau akan ada keponakan Presdir yang jalan-jalan, dan kami juga diperintahkan untuk bersikap sopan. Saya tadi hanya terkejut saja, Nona. Saya kira ada penyusup yang masuk kesini. Mari nona saya antrakan keluar dari ruangan ini," ucap pria kurus itu sopan.
"Huff...hampir saja," ucap Nia mengelus dadanya.
๐ธ๐ธ๐ธ
"Siapa sebenarnya dirimu, Nia. Dan apa yang kau lakukan diruangan IT, kenapa kau selalu mendatangi ruangan itu. Apa yang kau lakukan sebenarnya? Apa ini ada hubungannya dengan misteri siapa dirimu. Saham siapa yang kau beli hingga menghabiskan uang sebanyak itu," batin Presdir Chao, kini ia tengah fokus pada cctv, dimana didalam sana, ada Vidio istrinya yang bergerak-gerik mencurigakan.
Bersambung...
Like, komen, hadiah, dan vote๐
Maafkan typonya๐
Selamat membaca dan semoga suka๐
Lope readersss ๐