
πΈπΈπΈ
Malam itu Aurel bersiap-siap untuk menyambut suaminya pulang dari kantor. Duduk santai ditemani berbagai makanan Aurel tampak ceria. Tentu saja dia ceria, dia sudah tau rahasia suaminya. Dan ia akan nemanfaatkan hal itu agar suaminya mau membuka hati dan mau menerimanya.
Begitu mendengar suara pintu apartemen yang terbuka, Aurel segera berdiri dari duduknya.
"Honey, kau sudah pulang, "ucap Aurel menyambut kedatangan Yong. Aurel segera mengambil tas yang tadi ditenteng Yong.
"Aku suka itu, baby. Kau benar-benar menjalankan tugasmu sebagai istriku. Tapi ingatlah batasanmu, karena kau hanya istri kontrak ku, "ucap Yong memperingatkan Aurel.
"Tentu saja saya ingat, tuan. Saya hanya menjalankan tugas saya. Dan tidak lebih, "jawab Aurel sama liciknya.
"Bagus kalau begitu. Siapkan air hangat, aku ingin mandi. "titah Yong pada Aurel.
"Siap tuan, "jawab Aurel mengekor dibelakang tuan Yong menuju kamar mereka.
Sampai dikamar, Aurel langsung menuju kamar mandi. Mengisi buthub itu dengan air hangat, setelah selesai Aurel pun membalikkan tubuhnya akan pergi.
"Astaga, teroooong... "teriak Aurel kaget saat melihat Yong yang kini berjalan mendekatinya dan tanpa memakai sehelai kain pun. Bukannya menutup mata, tapi Aurel malah menutup mukutnya yang menganga. Sedangkan mata masih membulat sempurna menatap terong ungu jumbo milik tuan Yong. Yang kini terlihat sangat gagah dimata Aurel yang sedang dimabuk cinta.
"Tuan Yong, mengagetkan saya saja. Saya kira ada gajah yang lepas tadi, "canda Aurel dengan santainya.
"Aku sedah dua kali melihatnya, jangan harap kau bisa mengerjaiku dengan cara seperti itu, "ucap Aurel dalam hatinya.
"Mandikan aku, "Yong berkata sambil masuk kedalam buthub.
"Mandikan saya juga tuan, "Aurel berkata untuk memggoda Yong. Melepaskan semua pakainnya hingga ia benar-benar polos. Masuk kedalam buthub dan duduk diatas pangkuan tuan Yong.
"Kenapa aku merasa seperti wanita murahan ya, ahh.. Sudahlah dia kan sudah menjadi suamiku. Apa salahnya aku begini, Apalagi aku mencintainya. Entah apa yang merasuki ku bisa-bisanya cinta pertama ku jatuh pada iblis ini, "batin Aurel.
"Kenapa kau menjadi sangat agresif, tapi aku suka. "ucap Yong dengan tanganya sudah bergerilya kemana-mana.
"Tuan, coba tuan rasakan ini. Apa tuan benar-benar tidak menginginkan mereka. Ini hasil benih yang tuan tanam dirahim saya. Ini darah daging tuan, dan mereka ada dua tuan, "ucap Aurel meletakkan telapak tanan Yong diperut buncitnya.
"Aku tidak suka itu, Aku lebih suka kembar yang ini, "ucap Yong mulai bermain. Sedangkan Aurel berusaha menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara-suara anehnya yang bisa saja membuat tuan Yong semakin menggila.
Ia sudah bertekad untuk melancarkan rencananya yang sudah disusun oleh Zhang. Dan dengan bodohnya Aurel mengikuti apa yang Zhang katakan.
"Aurel kamu harus kuat. Ingatlah, om Zhang bilang untuk meluluhkan hati iblis ini, kamu harus bersikap agresif. Karena tuan Yong memang menyukai wanita yang agresif dan juga penurut, " batin Aurel sambil menguatkan dirinya.
"Tuan jangan, kata dokter kita hanya boleh berolahraga 1 kali dalam waktu 3 hari. Tadi malam kan sudah, jadi tiga hari kedepan baru kita olahraga lagi, "ucap Aurel menahan Yong.
"Kau terlambat honey, lagi pula siapa suruh dirimu yang memancingku, "ucap zhang melancarkan aksinya.
"Aaaahhh.... Tuannn, " Aurel kehilangan pertahananya.
"Tuan jangan ya, nanti bayi saya terluka, "ucap Aurel tak karuan.
"Yasudah kalau begitu begini saja, "ucap Yong dengan santainya, membiarkan terongnya tertanam didalam sana tanpa ada pergerakan.
"Dasar om Zhang gila. Kenapa aku mau saja dibodohi olehnya, "teriak Aurel dalam hatinya. Ia benar-benar merasa gila saat ini. Tak tahan akhirnya ia pun mengalah.
Sementara disebuah ruangan lain.
"Hutciuh..., "(suara bersin seseorang).
"Maafkan saya nona Aurel, hal itu juga Berguna untuk mendekatkan nona pada tuan Yong. Semoga taun Yong secepatnya menyadari kalau ia telah jatuh cinta, pada nona Aurel. "ucap Zhang mengambil selembar tissu.
πΈπΈπΈ
Kini Aurel dan juga tuan Yong telah memakai pakain mereka masing-masing. Yong terpaksa menyudahi olahraga mereka, karena tak tahan dengan Aurel yang terus merengek meminta makan. Karena saat ingin mencapai kenikmatan, tiba-tiba saja Aurel kelaparan.
Menuju dapur, mereka bersantap malam, setelah selesai Aurel menyusul suaminya kedalam kamar setelah selesai mencici piring.
"Ini untukmu, ini hadiah dariku karena kau penurut dan juga agresif hari ini. Tapi berhati-hatilah, jika sekali saja kau membuatku kesal aku tidak yakin bisa menahan diri. "ucap Yong Pada Aurel.
Setelah itu, Yong bergegas menuju kamar mandi, guna mencuci wajah dan juga menyikat giginya.
Tak lama Yong keluar dari kamar mandi, menuju ranjang ia menyusul Aurel yang kini telah mengarungi mimpinya.
Mengelus wajah wajah pulas itu dengan beberapa jarinya.
"Sepertinya kau benar. Tak lama lagi aku akan benar-benar berlutut dikakimu. Kau berhasil membuatku jatuh hati padamu. Tetaplah seperti ini, jangan pernah berubah. Aku ingin tau seberapa besar usaha mu untuk membuatku mencintaimu. Apa kau kira aku tidak tau apa yang kau lakukan dan kau katakan, selama aku tidak ada. Kau sangat lucu baby. Dan dua baby kecilku, daddy sayang kalian berdua. Maafkan daddy karena sebelumnya tidak mengangap kalian berdua. Itu adalah cara daddy untuk terus bersama momny kalian. Tanpa ada yang akan menyakitinya. Mimmy kalian juga salah, setelah melecehkan daddy. Dia pergi tanpa meninggalkan jejak, dan tidak mengatakan apapun. "ucap Yong seraya mengelus pelan lerut buncit Aurel.
Setelah itu, Yong keluar dari kamarnya untuk menemui Zhang. Yang tengah bersantai diruang tamu.
"Selamat malam, Tuan"ucap Zhang berdiri menyambut tuannya.
"Malam, apa kau sudah berhasil menangkap orang kita yang berkhianat? "tanya Yong duduk disamping Zhang.
"Sudah tuan, Dan dia sudah dikurung di ruang bawah tanah. Tapi dia masih belum mengakui siapa bosnya. Apa yang ingin tuan lakukan padanya, "tanya Zhang.
"Besok aku akan menemuinya, aku sendiri yang akan membuatnya membuka mulutnya, "persiapkan Villa xxx besok aku akan membawa Aurel tinggal disana. Disini tidak aman untuknya.
"Baik tuan, "jawab Zhang.
πΈπΈπΈ
Hari ini keadaan Annin telah membaik. Satu hari penuh Annin menikmati makanan buatan presdir Shilin. Dan dengan ajaibnya ia pulih seketika.
Hari ini juga ia diperbolehkan istirahat dirumah. Dan hari ini juga Annin pulang ke mansion bersama ibu meilyn.
Sanpai dimansion, Annin langsung diantar kekamar untuk segera beristirahat.
Dari jarak yang cukup jauh ada presdir Shilin dan juga sekretaris Chao. Yang memantau keadaan annin.
"Apa yang aku masukan kedalam masakan itu, kenapa istriku langsung sembuh setelah memakan masakanku, "tanya pressir Shilin masih menatap punggung Annin yang telah masuk kedalam kamarnya.
"Sepertinya putri tuan, sangat menyukai masakan tuan. "jawab sekretaris Chao.
"Apa kau bilang, "bentak presdir Shilin menatap tajam sekretaris Chao.
"Aku ingin anak pertama ku laki-laki. Dan bukan perempuan, "ucap presdir Shilin dengan nada suaranya yang membentak.
"Iya tuan, Putra tuan maksud saya. "jawab sekretaris Chao, tapi tudak dengan ekspresi ketakutan. Karena yang ada presdir Shilin lah yang ketakutan denganya.
"Apa kau sudah memberi peringatan pada Yong? "tanya presdir Shilin.
"Sudah tuan, Dan benar seperti yang saya duga. Mike bertindak pada Yong terlwbih dahulu. Yong sudah menangkap Anggota Cruel Blood yang menjadi penyusup. Dan kita juga harus berhati-hati, mungkin setelah ini Tuan yang akan menjadi sasarannya, "jawab sekretaris Chao.
"Perrketat lagi keamanan di mansion. Jangan sampai di mansion juga ada penyusup. "titah presdir Shilin.
"Baik tuan, "jawab sekretaris Chao.
**Bersambung....
Author mau nyiapin untuk part besok. Jangan dibuli ya adegan Action nya. Baru belajar othornya π π π
Like, komen, hadiah, dan vote ππ
Rate bintang 5 juga dong πππ
Selamat membaca dan semoga suka ππ
Maafkan typonya yah π
Ini othor punya rekomendasi karya temen author yang lucu banget, cuslah mampir ππ**