
๐ธ๐ธ๐ธ
Wanita mana yang tidak kecewa, bila kekasih yang dicintai. Tiba-tiba memutuskan sebuah hubungan yang sudah lama terjalin.
Menyerahkan mahkota berharganya, pada kekasih yang sangat dicintai. nyatanya benar membawa petaka bagi Meilyn.
Wajar mereka tak bisa bersama. Cinta yang sudah ternodai oleh dosa, memang tak akan bertahan lama. Disini Meilyn memetik suatu pelajaran yang berharga.
Jangan pernah menyerahkan dirimu seutuhnya, secinta apapun kamu padanya, karena belum tentu dialah yang akan menjadi suamimu kelak. Jagalah hartamu, karena setiap lelaki selalu menginginkan yang belum ternoda. Hanaya 1 dari 1000 yang masih menerima.
Cinta sebelum menikah memang dekat dengan dosa. Namun apadaya, Cinta memang sudah membutakannya. Yang paling mulia adalah Cinta setelah menikah, karena itu akan menjadi sebuah ibadah.
"Siapa lelaki yang kau maksud, Meilyn. A-apa lelaki yang kau maksud adalah aku? Apakah Chao adalah anakku? Kapan kau mengandung, kenapa kau tidak memberitahuku, Meilyn."tanya tuan besar Aldrich merasa tersinggung dengan ucapan Meilyn.
"Chao anak tuan, heh,"decih Meilyn.
"Apa tuan pernah merawatnya, menjaganya, memberinya nafkah. Tidak taun! Tuan tidak pernah mengangap kami ada. Jadi jangan pernah mengatakan bahwa putra saya adalah anak tuan. Hampir 30 tahun saya sendiri yang membsarkannya. Tuan tidak pernah tau bagaimana perjuangan saya, dan apa yang saya alami diwaktu selama itu. Chao adalah anak saya, dan dia tidak pernah punya seorang ayah,"dengan berlinang air mata Meilyn merasa sedikit lega, karena telah meluapkan segala kekesalannya selama ini.
"Jadi benar Chao adalah anakku. kenapa kau menyembunyikannya dan tidak mengatakan apapun padaku, Meilyn. Aku pasti akan selalu bersamamu jika saja kau mengatakanya padaku,"jawab tuan besar Aldrich mencoba menahan emosi dan keterkejutannya.
"Heh,"Meilyn kembali berdecih, lalu menghapus air matanya dengan kasar.
"Kau salah Meilyn, aku bersumpah. Saat itu aku memang tidak sedikit pun mencintai Areum. Aku hanya mencintaimu Meilyn,"jawab tuan besar Aldrich mencoba mendekati Meilyn.
"Tuan berbohong, saya tau tuan tidak pernah mencintai saya. Tuan memerima saya hanya karen rasa kasian. Saya hanyalah barang yang tuan pungut karena rasa kasian, jadi saya sangat yakin tidak pernah ada cinta dihati tuan untuk saya. Saya sangat ingat jelas bagaimana raut wajah bahagia tuan ketika memutuskan hubungan kita,"ucap Meilyn menepis kasar tangan tuan besar Aldrich yang mau menghapus air matanya.
"Kau salah paham Meilyn, aku sangat mencintaimu. Aku hanya tidak ingin terlalu menyakitimu saat itu, makanya aku memasang wajah bahagia yang palsu dihadapanmu. Kau tau aku sangat mencintaimu. Kau tau hubungan kita terlarang. Keluargaku tidak ada yang setuju jika aku bersamamu. Bahkan mereka mengancamku untuk membunuhmu, jika aku menolak pernikahan dengan Areum. Aku tidak ingin kehilangan Meilyn. Itulah sebabnya aku meninggalkanmu saat itu. Apa kau tau betapa hancurnya hatiku saat mengatakan putus denganmu. Aku sangat-sangat mencintaimu Meilyn. Aerum juga wanita yang baik ketika menjadi istri ku. Aku bahkan mengabaikannya saat di awal pernikahan, karena kesabaran hatinya lah yang menjadi penyebab aku mulai menerimanya. Tapi apa kau tau, Aku tidak pernah bisa melupakanmu. Walaupun aku mulai melapangkan hatiku untuk menerimannya. Walaupun lama-kelamaan aku mau menerimanya, tapi hatiku tetap hanya mencintaimu, Meilyn. Maafkan aku yang dulu, Maafkan aku yang tidak punya kekuatan untuk melindungimu. Maafkan aku yang hanya bisa melindungimu dengan cara menyakitimu. Aku mohon maafkan aku. Tapi ketahuilah dari dulu hingga saat ini hanya dirimu yang aku Cintai,"ucap tuan besar Aldrich berusaha menjelaskan.
Bersambung.......
Like, komen, hadiah, dan Voteeee๐๐
Rate bintang 5 juga๐๐
Selamat membaca dan semoga suka๐
Maafkan typonya๐
๐๐ธ