
Yuna bertemu dengan Kevin, dan Yuna melihat Kevin bertemu dengan seseorang di lorong tersebut, Yuna melihat seseorang itu tidak terlalu jelas, karena setelah mengetahui Yuna akan ke tempat tersebut dengan segera Kevin menyuruh orang tersebut untuk pergi..
Yuna:
"Kevin?"
Dengan segera Kevin membalikkan tubuhnya menghadap Yuna, Yuna hanya melihat sikap Kevin yang tiba-tiba aneh itu
Yuna:
"Kevin, sedang apa kau di sini?"
Kevin hanya terdiam sambil memasukkan sesuatu ke kantong celananya, Kevin berusaha menyembunyikan sesuatu dari Yuna
Yuna melihat tangan Kevin yang bergerak aneh, dengan segera Yuna menggapai tangan Kevin untuk mencari tahu apa yang di sembunyikan Kevin, namun rencana Yuna gagal, dengan segera Kevin menghindar dari Yuna, sambil mengatakan...
Kevin:
"itu bukan apa-apa, aku sendiri di sini"
Mendengar perkataan dari Kevin membuat Yuna bingung, ia sama sekali tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Kevin tadi
Yuna:
"sepertinya kamu tidak sendiri di sini, aku melihat seseorang di sana tadi" (sambil menunjukkan ke sebelah Kevin, dimana seseorang misterius itu tadi berada)
Mendengar jawaban dari Yuna, membuat tingkah laku Kevin menjadi aneh terus, Yuna hanya memperhatikan Kevin dari jauh
Kevin:
"Yuna?, sedang apa kau di sini?"
Karena sikap Kevin yang tidak bisa di tebak membuat Yuna seketika bingung, dan ia pun berusaha untuk tidak mencari tahu siapa orang yang dia temui oleh Kevin tadi
Yuna:
"oh aku, hanya berjalan sambil menghirup udara segar"
Kevin:
"oh iya?, apa kau mau makan sesuatu dulu?"
Karena kebingungan yang tiap kali Kevin berbicara membuat Yuna tidak tahan akan itu
Yuna:
"Kevin, barusan kita bertemu tadi di rumahmu, dan kau tiba-tiba mengajakku makan, sebenarnya apa yang terjadi?"
Kevin menggigit bibirnya hingga tubuhnya bergetar seketika
Yuna:
"Kevin, apa ada seseorang Yang mengamcammu?"
Kevin:
"tidak!!!, tadi aku hanya bertemu dengan teman lama"
Karena jawaban yang tidak akurat membuat Yuna berpikir bahwa Kevin menyembunyikan sesuatu darinya
"kenapa sikap Kevin berubah?, dan aku melihat dia bertemu dengan seseorang tadi, apa seseorang itu mencoba mengancam Kevin?, tidak...itu tidak mungkin, bila seseorang mengancam dirinya, pasti Kevin akan mengancam balik orang tersebut, harus aku selidiki sedikit, apa yang sebenarnya terjadi..." sahut Yuna dalam hati
Tiba-tiba Kevin menarik tangan Yuna dan membawa pergi Yuna dari tempat tersebut ke sebuah restoran yang berdekatan dengan tempat tersebut, setelah sampai..
Yuna:
"Kevin, aku sudah makan tadi dirumah, kenapa kau mengajakku lagi?"
Yuna mencoba untuk menolak ajakan Kevin dengan cara berbohong, padahal Yuna belum makan sama sekali
Kevin:
"tidak!!, kau makan tidak kenyang, aku mengajakmu sekali lagi untuk makan"
Kevin berusaha menarik tangan Yuna untuk masuk ke restoran, Yuna berusaha untuk tidak masuk, di saat Kevin menarik salah satu tangan Yuna, tanpa ia sadari baju Yuna ke tarik hingga robek, karena hal tersebut membuat Yuna marah, Kevin pun melepaskan tangan Yuna
Yuna:
"kamu kenapa sih!!, kenapa tiba-tiba sikapmu aneh sekali, apa ada seseorang yang mencoba mengancammu?, sebenarnya kau katakan saja mana tahu aku bisa bantu nanti, jangan seperti ini!!!!!"
Kevin hanya terdiam, dan tiba-tiba tangan Kevin menyentuh salah satu tempat dimana tempat tersebut terlarang (payudara), dengan segera Yuna menghempaskan tangan Kevin hingga terjatuh ke tanah, dengan perasaan marah Yuna yang tidak tertahankan lagi akan sikap Kevin yang aneh itu
Yuna:
"cukup!!!!!, cukup Kevin!!! cukup!!!, apa yang telah kau lakukan?, aku tidak tahu kenapa kamu begitu menjijikkan sekali Kevin, aku tahu kamu tidak suka akan hal-hal seperti ini, tapi sekarang kenapa kau malah melakukanya, Kevin kenapa kamu jadi seperti ini?, aku rasa aku harus pergi meninggalkan dirimu"
Yuna pun mengangkat langkah kakinya dan pergi meninggalkan Kevin sendiri, tiba-tiba Kevin memberhentikan Yuna
Kevin:
"tunggu!!"
Yuna:
"tunggu?, seharusnya kau sadar apa yang telah kau lakukan tadi Kevin"
Kevin:
Yuna:
"maafkan aku?, bila kau ingin melakukan hal tersebut!!, seharusnya kau menyewa seorang wanita untukmu, tidak semua wanita menyukai perbuatan tersebut, aku pergi!!"
Karena sudah terbawa emosi akhirnya Yuna pun pergi meninggalkan Kevin sendiri yang tersungkur ke tanah tidak berdaya itu, tiba-tiba Kevin menyadari apa yang telah ia lakukan pada Yuna tadi, ia pun menyesal atas perbuatannya tadi, Kevin pun memukul kepalanya ke tanah, ia menyesal sekali apa yang telah ia lakukan pada Yuna tadi.
Yuna yang sedang berjalan dengan penuh amarah, ia berjalan tanpa hentinya, tiba-tiba Yuna berhenti, dan ia pun menangis
Yuna:
"huhuhuhu...., kenapa kesialan terjadi padaku hari ini?, kenapa?, apa yang salah aku lakukan tadi?, sehingga hal yang memalukan tersebut terjadi padaku?"
Karena tangisan yang tidak tertahankan lagi, Yuna pun jatuh ke tanah dengan posisi terduduk, Yuna mengeluarkan air matanya tanpa henti, tiba-tiba saat di tengah tangisannya, seseorang menghampirinya dengan memberi selembar tissue sambil mengatakan..
"hapus air matamu itu"
Dengan segera Yuna bangun dari duduknya dan melihat siapa yang memberikannya selembar tissue tersebut, setelah mengetahui orang yang memberikannya tissue tadi, bertapa terkejutnya Yuna
Yuna:
"Tuan tang xiahao?"
Seseorang yang memberikannya tissue tadi adalah Tuan tang xiahao, bertapa terkejutnya Yuna sehingga ia tidak bisa mengeluarkan kata-kata
Tuan tang xiahao:
"lap dulu air matamu itu, lihat air liurmu keluar tuh!!"
Setelah mendengar perkataan dari Tuan tang xiahao, dengan segera Yuna mengelapnya
Tiba-tiba Tuan tang xiahao menelepon seseorang
Tuan tang xiahao:
"Allison, tolong bawa mobil ke sini!!!"
Tidak butuh waktu lama mobil pun sampai dan berada tepat di depan mereka, Yuna yang baru saja mengelap air liurnya, terkejut setelah melihat mobil berada tepat di hadapannya, Tuan tang xiahao membuka pintu mobil dan mempersilahkan Yuna masuk terlebih dahulu
Tuan tang xiahao:
"masuklah"
Yuna:
"apa?, masuk?"
Yuna seketika bingung...
Tuan tang xiahao:
"masuklah, biar aku mengantarmu pulang"
Yuna:
"apa!!!, Tuan lebih baik aku pulang dengan berjalan kaki, tidak jauh kok rumahnya, sedikit lagi itu"
Mendengar jawaban dari Yuna membuat Tuan tang xiahao marah, Allison yang melihat dan mengetahui Tuan tang xiahao marah, dengan segera Allison pun pergi menuju Yuna dan berbisik di telinga Yuna sambil mengatakan...
Allison:
"Yuna, masuk saja, Tuan tidak suka orang yang membantah"
Yuna:
"apa!! Tuan Allison, aku katakan, aku lebih baik jalan kaki, dan jaraknya pun tidak jauh lagi itu"
Tuan tang xiahao yang Melihat tingkah Allison dan Yuna yang asyik berbisik itu, hal itu membuat Tuan tang xiahao cemburu, dengan segera Tuan tang xiahao mengangkatnya Yuna dan memasukkannya ke dalam mobil, Yuna pun terkejut dan ia hanya bisa terdiam saat Tuan tang xiahao mengangkatnya..
Yuna:
"kenapa ini!!!!!"
Tuan tang xiahao:
"jalan Allison"
Tanpa menjawab pertanyaan dari Yuna, Tuan tang xiahao pun segera menyuruh Allison untuk jalan
Allison:
"baik Tuan"
Sekarang Yuna berada di dalam mobil, suasana yang tegang membuat Yuna takut, Yuna berusaha untuk mengajak berbicara Tuan tang xiahao yang diam sambil bersandar di kursi mobil, namun Yuna takut untuk berbicara duluan, Yuna pun memberanikan diri untuk berbicara pada Tuan tang xiahao
Yuna:
"Tuan?"
Tiba-tiba Tuan tang xiahao menarik Yuna dan memeluk Yuna, Yuna pun terkejut melihat tingkah aneh Tuan tang xiahao yang tiba-tiba memeluknya...
Yuna:
"Tuan?"
...(continued ❤️)...