My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Terpaksa Menikahi Gadis Dibawah Umur (54)



๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Tak lama, datanglah seorang pelayan perempuan dengan mambawa sarapan sehat untuk Zanna yang tengah hamil muda, tak lupa segelas teh hangat untuk sang istri tercinta.


Pelayan itu langsung pamit, setelah memberikan menu itu pada tuan Chao.


"Minum ini dulu, sayang," ujar presdir Chao, sambil membantu Zanna untuk meminum teh hangat untuk melegakan tenggorokannya. Zanna meneguknya dengan pelan. Lega, begitulah perasaanya saat meneguk teh hangat yang langsung menghangatkan tenggorakkannya.


"Sarapan ya, sayang." Tanya Presdir Chao, di jawab anggukan kelapa oleh sang istri.


Presdir Chao langsung mengulurkan sendok berisi makanan pada sang istri. Zanna menerimanya antusias.


"Apa menurut kakak, aku ini sangat manja dan cengeng. Maaf kak, maaf karena Zanna udah nyusahin kakak," tutur Zanna sambil mengunyah makanan dimulutnya.


"Apa maksudmu, sayang. Aku sama sekali tidak pernah merasa keberatan. Kau adalah istriku, didalam perutmu ada anakku. Aku yang seharusnya minta maaf padamu. Karena telah menyusahkanmu, dengan menitipkan bayiku pada tubuhmu. Jangan berpikiran begitu lagi ya. Aku ini suamimu, aku memang harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi padamu," tutur Presdir Chao menggenggam erat jemari istrinya.


"Makan lagi ya. Kalau kamu drop begini. Bagaimana sangup berdiri di altar pernikahan kita nanti," bujuk presdir Chao menenangkan istrinya yang lagi di mode mellow.


"Sudah kak, aku sudah kenyang," Zanna menahan tangan suaminya yang akan kembali menyuapinya.


"Nanggung banget sayang, dikit lagi," jawab presdir Chao.


"Tapi Zanna sudah sangat kenyang, kak." Jawab Zanna.


"Baiklah. Sekarang kamu istirahat saja ya. Ingat kata dokter Kelvin kamu harus Badrest,"


"Tapi, aku mau kebawah, kak. Aku penasaran seperti apa adik kakak dan juga keluarga Mou. Aku ingin bertemu mereka," lirih Zanna.


"Baikalah kita kebawah sekarang. Tapi kamu tidak boleh bergerak terlalu banyak, oke." Ujar presdir Chao mengingatkan.


"Kakak berlebihan," tambahnya lagi.


"Bukan berlebihan, sayang. Hanya menjaga dan melindungi kamu dan bayi kita. Kan kalian berdua tanggung jawabku," ucap presdir Chao mengangkat pelan tubuh istrinya.


"Tidak...tidak mau digendong kak. Turunin kak, kan malu kak. Turunin Zanna kak," pinta Zanna menggerakkan tubuhnya minta diturunkan.


"Aku sudah makan kak, sudah bertenaga lagi. Lepasin kak," Zanna semakin berontak. Tapi, tak kunjung dilepaskan oleh sang suami. Ketika tiba di lift barulah Zanna ia turunkan.


Sampai dilantai bawah, keduanya duduk santai di ruang tamu. Ditemani secangkir teh juga cemilan ringan, berbincang mesra sambil menunggu kedatangan keluarga Mou.


Tak lama, tibalah keluarga Mou berombongan. Satu keluarga lengkap berkcampur jadi satu.


Zanna yang memang mudah bergaul, begitu cepat akrab dengan Aeri, Aurel juga Nyonya besar Mou. Nyonya Mou yang juga tak bisa diam, begitu lancar berbincang dengan Zanna yang juga tak bisa diam. Aeri, Aurel dan Meilyn pun tak tinggal diam. Mereka saling berbincang sesama perempuan.


Sedangkan kaum laki-laki berbincang sesama kaum lelaki. Yang mereka bahas tak jauh dari masalah bisnis.


Garren dan Girren sibuk bermain. Berbeda dengan Lee, saat ini ia tengah duduk manis di pangkuan sang Daddy. Entah kenapa ia memang suka mendengar orang-orang yang membahas tentang bisnis. Aneh memang, tapi itulah kenyataannya. Ia suka mendengarnya walaupun ia tak mengerti apa yang dibahas oleh orang-orang dewasa itu.


Bersambung....


Kalian mau tamat yang tuntas atau yang menggantung guys๐Ÿ˜‚ sudah mau tamat nih๐Ÿ’ƒ


Jangan lupa mampir ke karya temen Author ya. Dijamin seru-seru ceritanya. Nggak bakal nyesel deh. Cus buruan mampir ya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜