My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 80



🌸🌸🌸


Yong tersenyum, saat melihat bawahanya menyeret paksa Aurel yang kini telah dipakaikan lingerie yang begitu seksi. Menampakkan semua lekuk tubuh indah miliknya.


"Tuan, saya mohon lepaskan saya tuan, "ucap Aurel memohon.


"Tidak semudah itu, baby. Apa kau lupa apa yang telah terjadi waktu? "ucap Yong menarik tubuh Aurel masuk ke dalam pelukannya. Sedangkan bawahanya langsung pergi setelah memberikan Aurel pada tuan nya.


"Saya tidak tau tuan, saya mohon lepaskan saya. "jawab Aurel berkilah.


"Kau berani berbohong padaku, "bentak Yong melemparkan Aurel kasar keatas ranjangnya.


"Tuan, saya mohon jangan begini. Saya akan memberikan uang pada tuan. Jika memeng saya harus membayarnya, lagi pula kan, saat itu tuan juga menikmatinya. Saya yang rugi, tuan. Saya masih per*wan saat itu, "jawab Aurel berusah membenarkan diri.


"Berani sekali kau menjawabku. Apa kau lupa bagaimana cara mu menggodaku. Thor kasih flashback thor, "ucap Yong memberi perintah pada Author yang kini lagi bimbang.


"Ntar aja ya, tuan Yong. Itu adegan plus lagi, Ini aja belum lulus kontrak. Nanti kalau lulus kontrak, baru author kasih adegan kalian d hotel waktu itu, "jawab author yang kini kembali semangat, setelah mendapat semangat dari para reader tercintanya.


🌸🌸🌸


"Bengkak dan warna! "ucap ibu Meilyn dengan bingung lalu mendekati annin. Memapah tubuh Nona mudanya yang kini hanya memakai handuk pendek membuat lekuk tubuh aduhai nya sedikit terekspos. Meilyn mendudukan annin disisi ranjang.


"Mana yang bengkak, biar ibu cek dulu. "ucap Meilyn pada Annin.


"A... apa bu, tapi Annin malu bu, " jawab annin menundudukkan wajahnya yang memerah.


"Kenapa harus malu, Nona. Ibu ini kan, ibu Nona sendiri jadi tidak perlu malu ya. "Meilyn berkata mencoba membujuk Annin.


"Sini ibu lihat ya, Nona tidak perlu malu. Ibu kan juga perempuan, "ucap Meilyn membaringkan tubuh Annin.


"Tu kan bu, bukan cuma disana yang merah. Tapi disini, dan disini juga. "tunjuk annin pada dua gundukkan kelapa mudanya.


"Ini sama dengan apa yang terjadi pada adik Annin dulu. Tapi adik Annin saat itu diperkosa bu. Sedangkan annin enggak, pulang dari hotel Annin sudah jadi begini bu. "ucap Annin kembali menangis histeris.


"Tapi tunggu dulu, apa annin juga diperkosa, tapi kenapa annin tidak mengingat apapun. Jangan-jangan Annin beneran diperkosa saat di hotel. Bayi Annin bagaimana bu, "humor kehamilan bukan hanya merubah Annin menjadi lemah dan juga cengeng. Tapi juga berpikiran Negatif tanpa memikirkan terlebih dahulu. Annin yang tegar, kuat, tidak mudah menangis. Berubah sangat drastis, menjadi wanita yang begitu manja dan terlalu membawa perasaan untuk hal apapun.


"Nona Annin, non tenang ya. Ini bukan penyakit apalagi diperkosa. Tapi ini hal yang biasa terjadi pada ibu-ibu diawal kehamilan, "ucap Meilyn berusaha membohongi Annin agar Nona mudanya tak panik lagi.


"Benarkah bu, Apa ini biasa terjadi pada ibu hamil dan bukanya penyakit atau diperkosa. "ucap annin berusaha mencari kebenaran.


"Iya nona. Hal yang seperti ini biasa terjadi pada ibu hamil. Tapi non tenang saja, ibu punya salep nya kok. Sekarang nona Annin mandi air hangat dulu ya, setelah mandi baru ibu bantu obatin ya, "ucap Meilyn membantu annin masuk kedalam kamar mandi. Setelah itu Meilyn segera keluar dari kamar Annin.


"Yatuhan, kenapa sampai bengkak begitu. Apa tuan tidak bisa menahan diri nya. Astaga, kalau setiap hari begitu, bisa-bisa... Apa yang ku pilirkan. "ucap Meilyn menggelengkan kepalanya. Lalu menuju ruang tamu untuk mengambil salep yang biasanya tersedia disana.


Bersambung.....


Terharu banget, saat author baca komenan para reader semua. Terima kasih dukungan dan semangat nya. Author nggak akan pindah kalau masih ada yang menahan author. Author kira bakalan di buli, tapi ternyata reader semua sangat baik. Terima kasih reader semua, Saranghae 😘😘😘😘😘


Like, komen, hadiah, dan voteeeeπŸ™πŸ˜Š


Beri author rate bintang 5 juga, pleaseess πŸ™


Selamat membaca dan semoga suka 😍😍


Maafkan typonya πŸ™πŸ™πŸ™


πŸ’—πŸŒΈ