
Dan itu adalah seseorang yang di temui Yuna di bus kemarin.
Dengan perasaan terkejut Yuna pun berkata
Yuna:
"apa!!!, itukan lelaki yang aku temui kemarin di bus, apa yang dia lakukan disini?"
Dan lelaki tersebut berlari menuju Yuna
Setelah sampai, lelaki tersebut menundukkan kepalanya dan menghela nafas karena kecapekan.
Yuna pun bertanya dengan perasaan bingung
Yuna:
"lhoo!!, apa yang kamu lakukan disini?, kalau boleh tahu siapa namamu?"
Kevin:
"namaku Kevin"
*perkenalkan namanya kevin Alexander,
umurnya 28 tahun, seorang pemain basket
profesional.
Lelaki tersebut tidak bisa melanjutkan perkataannya karena terlalu lelah, Yuna yang melihatnya jadi kasihan dan Yuna menyuruh lelaki tersebut untuk duduk.
Yuna:
"kamu cape, duduk dulu!"
Yuna pun mempersilahkan duduk Kevin.
Kevin:
"iya, terima kasih"
Dan Kevin langsung duduk, tanpa berbicara
yuna pun jadi kasihan melihat keadaan Kevin seperti itu,dan yuna pun langsung menanyakan keadaan nya.
Dengan perasaan khawatir
Yuna:
"apakah kamu baik-baik saja?"
Kevin:
"iya saya baik-baik saja"
Yuna:
"oh baguslah kalau tidak apa-apa, dan apa yang kamu lakukan disini?"
Kevin:
"bermain basket"
Yuna:
"oh"
Kevin:
"aku memanggil Yuna tadi, tapi Yuna enggak dengar, Yuna malah lari, aku kejar, tapi Yuna larinya kencang sekali jadi aku tidak bisa kejar karena kelelahan, maafkan saya"
Yuna:
"oallah itu kamu tadi yang manggil aku?"
Kevin:
"iya, maafkan saya sudah membuat mu takut"
Yuna:
"tidak apa-apa"
Kevin:
"terima kasih, oh iya kamu disini sedang apa?"
Yuna:
"aku mau ke toko buku mau beli buku"
Kevin:
"oh, ya sudah, kita pergi sekarang bersama-sama"
Yuna:
"Kevin..anu.."
Perasaan Yuna tidak enak karena luka yang ada di kakinya, dan itu membuat Yuna tidak bisa berjalan, Yuna pun berkata dalam hatinya"gimana ini, aku tidak bisa berjalan kaki ku terluka, bila aku beritahukan kevin, itu membuat nya khawatir nanti, gimana ini?".
Kevin:
"Yuna? ayo"
Yuna:
"anu...."
datn Kevin memegang tangan Yuna dan menariknya
Kevin:
"ayo"
Dan lagi hal yang tidak diinginkan terjadi, disaat kevin menarik tangan Yuna dan seketika Yuna terjatuh ke tanah.
Yuna pun berteriak sakit
Yuna:
"aghhhr......."
Kevin:
"Yuna?"
Kevin segera duduk, dan membantu Yuna, dengan perasaan khawatir Kevin pun bertanya pada Yuna.
Kevin:
"Yuna apakah kamu baik-baik saja?, apa yang sebenarnya terjadi?"
Yuna:
"aku baik-baik saja"
Dan Yuna pun mencoba menutupi luka yang ada pada kakinya menggunakan tangan, dan kevin matanya yang tertuju pada kaki Yuna, kevin segera menghempaskan tangan Yuna dan mencoba melihat sesuatu yang ada di kakinya Yuna, setelah melihatnya, bertapa terkejutnya kevin terkejut bahwa yang ada di kaki Yuna adalah luka, dengan perasaan khawatir, kevin pun bertanya.
Kevin:
"kakimu terluka"
Yuna:
"ini bukan apa-apa"
Yuna pun mencoba menutupinya, tapi..
Kevin:
"tunggu disini, aku akan kembali nanti"
Yuna:
"lho kemana?"
Dan Kevin tanpa berbicara langsung pergi.
Beberapa jam kemudian, Kevin pun kembali, dan kevin kembali dengan sebuah benda di tangannya, dan itu membuat yuna penasaran
Yuna:
"itu di tangan Kevin apa?"
datn setelah tiba, Kevin segera mengangkat kakinya Yuna dan menaruhnya di lututnya dan mengolesi obat merah, seketika pipi Yuna memerah dan terkejut melihat perilaku kevin terhadap nya, dan yuna merasa malu.
Yuna:
"kevin, kamu tidak harus begini?"
Seketika kevin marah
Kevin:
"apakah aku akan membiarkan temanku terluka begitu saja?"
yutna pun tersenyum dengan jawaban kevin
Yuna:
Dan kevin pun selesai mengoleskan obat merah ke kakinya Yuna, dan ketika kevin mengangkat kepalanya.
Kevin:
"apa yuna?"
Tiba-tiba wajah mereka berhadapan, dan seketika suasana tadi yang biasa saja dan sekarang menjadi romantis, tatapan dingin dari kevin membuat Yuna tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya bisa terdiam.
Dan kevin mendekati wajahnya dan mencoba untuk mencium Yuna, dan Yuna hanya bisa terdiam, dan disaat bibir Kevin hampir mendekati bibir Yuna, tiba-tiba yuna teringat sesuatu dan segera memalingkan wajahnya, dan kevin pun segera memalingkan wajahnya, seketika suasana berubah kembali.
Yuna:
"maafkan aku"
Kevin:
"aduh memalukan sekali"
Yuna pun hanya terdiam melihat kevin yang tersipu malu, Yuna pun merasa bersalah dan ia mencoba meminta maaf.
Yuna:
"anu......"
Kevin:
"ya sudah, sekarang selesai"
Yuna pun menundukkan kepalanya dan menjawab:"iya"
Kevin:
"sekarang kamu mau kemana biar aku antar?"
Yuna:
"aku mau pulang tapi tidak usah diantar aku bisa sendiri kok"
Kevin:
"tidak biar aku antar, kakimu belum sembuh sepenuhnya, nanti kalau kamu kenapa-napa di jalan gimana?!"
Yuna:
"tidak apa-apa"
Dan kevin pun mengambil tangan Yuna dan menaruhnya di bahunya, dan mengangkat Yuna, seketika pipi Yuna memerah.
Yuna:
"kamu tidak usah seperti ini juga"
Kevin:
"diam, jangan ribut"
Yuna pun tersenyum, dan mereka pun pergi,
setelah beberapa jam kemudian mereka pun sampai di depan rumah Yuna.
Yuna:
"sudah sampai"
kevin langsung melepaskan Yuna dan menaruh Yuna di kursi depan rumah Yuna, dan akhirnya Yuna pun duduk di kursi, dan Yuna pun mengetuk pintu.
Yuna:
"tok..tok..tok.. Nek"
Dan tiba-tiba pintu pun terbuka, keluarlah Nenek.
Nenek:
"yuna?, apa yang terjadi"
Yuna:
"tidak apa-apa Nek"
Dan Nenek pun terkejut dengan seseorang pria tampan di samping Yuna, dan Yuna yang melihat ekspresi nenek, segera memeperkenalkan kevin kepada Nenek.
Yuna:
"nek perkenalkan ini teman Yuna namanya kevin"
Kevin:
"nek, nama saya kevin"
Nenek:
"oh nak kevin, masuk dulu"
Yuna:
"masuk dulu kevin?"
Kevin:
"baik"
Dan mereka pun masuk, dan Yuna pun mempersilahkan kevin duduk di kursi ruang tamu, dan mereka pun duduk.
Nenek:
"sebentar ya nenek buatkan air dulu"
Kevin:
"tidak usah nek"
Nenek:
"gimana sih kalau ada tamu ke rumah harus kita layani"
Kevin:
"hahaha iya Nek"
Dan Nenek pun pergi ke dapur untuk membuat kan air.
Yuna:
"rumah ku sangat sederhana"
Kevin:
"bagus kok, kamu tinggal sama nenek?"
Yuna:
"iya, itu nenek ku"
Kevin:
"oh"
Yuna:
"aku tinggal sama nenek ku"
Kevin:
"oh, iya ngomong-ngomong kamu kerja?"
Yuna:
"iya kerja"
kevin yang mendengar itu pun kasihan melihat keadaan Yuna seperti, dan kevin pun berkata dalam hatinya"wanita ini sangat sederhana,cberani, dan mandiri, kenapa aku selalu memikirkannya?"
Yuna:
"kevin?apa yang kamu pikirkan?"
Kevin:
"oh tidak apa-apa"
Yuna:
"oh iya, kalau rumah ku seperti ini jangan dipikirkan"
Dan tiba-tiba pintu rumah Yuna ada seseorang yang mengetuknya, dan Yuna pun pergi dan membuka pintunya, dan di saat Yuna membuka pintu betapa terkejutnya Yuna.
Yuna:
"Tuan tang xiahao....."
...(continued ❤)...