
πΈπΈπΈ
"Maafkan aku, sayang," ujar taun Aldrich dengan segala rasa penyesalannya.
"Sudahlah, aku tidak apa-apa. Semua yang berlalu biarlah berlalu. Itu sudah takdirku dan ujian dalam hidupku. karena ujian itulah aku menjadi lebih baik sekarang. Tidak ada yang sia-sia dari setiap ujian. Itu akan menjadikan seseorang lebih kuat," jawab Meilyn, menyampaikan kalimat untuk menenangkan Tuan Aldrich.
"Terima kasih, sayang. Kau memanglah wanita terbaik di dunia ini," ujar tuan Aldrich memeluk pundak Meilyn.
"Bagaimana keadaan menantuku Kelvin?" Tanya tuan Aldrich.
"Nona Zanna baik-baik saja, Dad. Hanya perlu badrest Saja, untuk beberapa hari kedepan, karena kondisinya cukup lemah. Tapi janinnya baik-baik saja." Jelas dokter Kelvin sopan pada tuan Aldrich. Ia juga sudah dianggap seperti anak sendiri oleh tuan Aldrich.
"Dan ini, ada beberapa Vitamin. Pastikan istrimu meminumnya tepat waktu. Kau juga harus libur setidaknya 1 Minggu kedepan." Jelas dokter Kelvin menyodorkan beberapa tablet pil pada Presdir Chao.
Dengan wajah bingungnya, presdir Chao bertanya polos.
"Libur apa yang kau maksud?"
"Astaga! Apa kau tidak mengerti?" Seru Dokter Kelvin tak percaya.
"Aku serius!" Jawab Presdir Chao membuat, kedua orangtuannya tersenyum masam.
"Kau tidak boleh menyentuh istri mu. Lebih jelasnya kau tidak boleh melakukan ML bersama istrimu. Setidaknya hingga 1 Minggu kedepan. Ini demi kabaikkan istrimu sendiri," jelas dokter Kelvin.
"Kalau istriku yang memintanya bagaimana?"
Plaaak...
Satu tamparan mendarat pada bokong Presdir Chao.
"Aakh," teriak Presdir Chao bukan karena sakit, melainkan karena terkejut.
"Kapan aku yang minta, kakak yang selalu menggangguku," kesal Zanna marah serta malu. Sedari tadi ia telah sadar. Karena kelelahan ia memutuskan untuk tidur saja. Namun siapa sangka ia malah mendengar ucapan suaminya, yang membuatnya murka.
"Bukan begitu maksudku, sayang. Hanya saja, hanya saja," ingin menjawab namun kehabisan kata-kata.
"Hhuh...." Gumam Zanna membalikkan tubuhnya marah.
Tuan Aldrich, Meilyn, juga dokter Kelvin. Hanya mampu menahan tawa melihat betapa malangnya nasib Presdir Chao. Sudahlah harus berpuasa selama 1 Minggu, ditambah lagi harus ekstra sabar, untuk membujuk istrinya yang tengah merajuk.
"Sabar bro. Kalau begitu, Daddy, Mom Meilyn, Chao. Saya permisi pamit dulu. Jaga kesehatan Nona Zanna. Permisi," pamit dokter Kelvin, langsung keluar dari kamar tuan Aldrich, setelah sebelumnya mendapatkan izin.
"Yasudah, jaga istrimu baik-baik. Daddy juga Mommy mu akan keluar sebentar. Kalau terjadi apa-apa jangan lupa hubungi Daddy," tutur tuan Aldrich.
"Jaga Zanna untuk Mom ya, nak," kini Meilyn lagi yang angkat bicara.
"Chao, akan menjaga Zanna. Seperti Mom menjaga Chao dulu," jawab Presdir Chao.
Meilyn tersenyum, kala mendengar ucapan putrannya. Setelah itu, ia bersama tuan Aldrich menuju butik ternama, guna memesan gaun pengantin terbaik untuk calon istrinya Meilyn. Sedangkan untuk Pasangan Shilin Aeri. Yong Aurel. Dan, Chao Zanna. Akan menyusul nanti.
πΈπΈπΈ
"Sayang, makan dulu ya. Setelah makan, minum obat. Aku suapin ya," rayu Presdir Chao.
Membujuk istrinya. Terkadang mudah, terkadang juga sangatlah susah. Seperti saat ini, Zanna lebih mudah untuk dibujuk.
Dari mode galak, sekarang berubah 100%. Menjadi ke mode manja. Sepertinya, hanya dengan mendengar kata makanan. Mambuat Zanna melupakan segalanya.
"Disuapin kan," tanya Zanna yang kini di mode manja.
Dengan sabar dan telaten, Presdir Chao menyuapi Zanna makan. Hingga isi dipiring ludes semua. Presdir Chao langsung menyuruh Zanna meminum obatnya. Karena jika kelamaan akan susah lagi nantinya.
Bersambung...
Like, komen, hadiah, dan, vote
Maafkan typonya π
Selamat membaca dan semoga suka π
Lope readersss πππ
Yuk mampir ke karya-karya temen Author ini. Luar biasa bagusnya. Dijamin seru-seru dan sayang jika dilewatkanπππ
ππΈ