
๐ธ๐ธ๐ธ
Kreeeek, (suara pintu yang dibuka pelan oleh seseorang)
Sesosok pria yang begitu tampak sangat kelelahan, perlahan memasuki kamar. Agar tak membangunkan istri tercintanya, yang kini tengah terlelap.
Melepaskan jasnya kemudian ia lempar kesembarang arah, begitu pun sepatutunya yang ia lempar entah kemana.
Presdir Shilin yang sudah sangat kelelahan, langsung menaiki ranjang dengan perlahan. Ia ingin segera tidur menyusul istrinya, kasur empuk dengan wangi khas istrinya begitu ia rindukan. Untuk itulah ia lebih memilih pulang larut malam, daripada tidur sendirian di kantor.
"Maafkan aku, sayang,"ucapnya lalu mencium kening istrinya. Presdir Shilin yang sudah pulang sedari tadi, enggan masuk kekamar. Karena ia tak sengaja mendengar curahan hati istrinya yang membuatnya ikut merasakan pilu dan pedih yang kini dirasakan istri tercintanya.
Dengan sangat lembut dan penuh perhatian, presdir Shilin menyeka sisa-sisa air mata istrinya. Memeluk erat istrinya, kembali mencium semua yang ada diwajah istrinya. Kening, pipi, kedua mata, hidung, tak lepas dari kecupan lembutnya. Dan terakhir kecupannya berakhir dibibir manis Aeri.
Tak puas hanya sebatas kecupan, presdir Shilin mulai terbakar nafsu. Dan dengan tanganya, ia membuka mulut sang istri yang masih terlelap, dan pada akhirnya bermain didalam sana.
Aeri yang merasakan geli akibat sesuatu yang bergerak panas didalam mulutnya, lansung terbangun dari tidurnya. Betapa terkejutnya ia, saat melihat suaminya yang kini sudah menguk*ngnya.
Aeri tak dapat lagi mengelak, ketika jari-jari nakal suaminya sudah bermain di pusat intinya.
Des*hannya pun lolos, tanpa dapat ia tahan. Segala rasa yang tadinaya membuatnya menangis hilang seketika. Tak mau kalah, ia yang sudah cukup pandai bermain, kini mulai membalas atas apa yang suaminya lakukan. Tak dapat ia pungkiri, ia juga merindukan tubuh saminya, beserta sentuhan-sentuhan lembutnya.
Dan hawa dingin dikamar mulai menyingkir, digantikan dengan hawa panas yang begitu terasa saat ini. Bahkan pendingin ruangan yang biasanya membuat Aeri masuk angin, kini tak dapat melawan hawa panas dikamar itu.
Aeri mulai tak karuan, saat sang suami akan melakukan penyatuan. Namun apa yang terjadi, tiba-tiba saja suminya ambruk menimpa tubuhnya sebelum memasukkan senjatanya.
Aeri yang tertimpa tubuh suaminya yang begitu berat, berusaha dengan seluruh tenaga untuk menyingkirkan tubuh kekar itu. Akhirnya ia pun berhasil menyingkirkan tubuh suaminya itu.
Dengan nafasnya yang tak teratur, Aeri berusaha membangunkan suaminya. Bukannya bangun. Tapi suara dengkuran yang semakin keras yang ia dapat.
Tapi pada akhirnya, ia pun turun dari ranjang. Memungut kembali pakainnya dan memasangkan ketubuhnya yang telah polos.
Aeri pergi keruang makan yang masih berada dilantai empat yang tak jauh dari kamarnya. Mengambil air putih lalu meneguknya dengan cepat. Kemudian Aeri kembali lagi kedalam kamar.
Aeri memghembuskan nafasnya kasar, lalu menyelimuti tubuh kekar suaminya yang kini masih polos. Berbaring disamping suaminya, Aeri mendekatkan wajahnya pada wajah lelah suaminya.
"Dia terlihat lebih tampan saat tertidur,"jelas saja terlihat lebih tampan, karena saat tidur, tidak ada ekspresi dingin dan arogant yang biasanya melekat pada suaminya itu.
"Kulitnya begitu putih dan bersih dari pada kulitku, matanya lebih indah dari mataku, hidungnya lebih mancung daripada hidungku, rahangnya sangat tajam dan kokoh, dan bibirnya.....bibirnya sangat mesum,"ucap Annin tersenyum saat mengatakan kalimat terakhirnya.
"Dia juga sangat tinggi, ototnya juga sangat banyak, dia juga sangat kaya. Apa benar dia suamiku, Apakah dia punya banyak perempuan diluar sana? Dia sangat berbeda saat masih kecil dulu. Sekarang dia sangat sempurna, Apa aku pantas untuknya," ucap Aeri merasa insecure.
"Apa pun itu, yang paling penting. Dia adalah suamiku, MY BOSSY MY HUSHBAND,"ucap Aeri dengan segala kepercayaan dirinya. Membenamkan wajahnya kedalam dada bidang suaminya. Dan akhirnya menyusul suaminya yang telah lebih dulu mengarungi dunia mimpi.
Bersambung.......
Like, komen, hadiah, dan vote๐๐
Maafkan typonya๐๐
Selamat membaca dan semoga suka๐๐
Saranghae readers๐๐
๐๐ธ