
πΈπΈπΈ
Disebuah negara yang populer, Disebuah perusahaan terbesar di dunia, disebuah ruangan yang begitu mewah dan megah. Albern Aldrich, itulah nama seorang pria paruh baya yang kini menginjak usia 57 tahun. Usianya memang sudah tak muda lagi, tapi siapapun akan terpesona dengan ketampanan nya, yang bak pangeran dinegeri dongeng.
Ia adalah Presdir sekaligus pemilik Perusahaan 'Aldrich'. Aldrich adalah perusahaan yang bergerak disegala bidang. Perusahaan itu dibangun oleh ayahnya yang telah lama meninggal dunia. Setelah ayahnya meninggal ia langsung dinobatkan sebagai Presdir, walaupun kala itu usianya masih sangat muda.
Dia didapuk sebagai pria tersempurna didunia. Baik dari segi harta, tahta, hingga ketampanan melekat pada dirinya. Tapi tauhkah kalian dibalik semua kesempurnaan nya, ada sebuah luka yang teramat sangat dalam, yang hingga saat ini belum juga terobati.
Luka yang ditimbulkan di masa lalu belum juga bisa ia terima. Kehilangan istri tercinta dan putri satu-satunya, di waktu yang bersamaan. Menimbulkan luka yang teramat dalam bagi seorang Albern Aldrich.
Apalagi mengingat bagaimana dia menyiksa sang istri di masa lalu. Dimana ia tak terima, dinikahkan oleh seseorang yang tidak pernah ia cintai. Begitu banyak derita yang ia berikan pada sang istri yang kala itu sangat sabar menghadapinya. Kesabaran sang istrilah yang mampu menggoyahkan hatinya, hingga mau membuka diri untuk mencintai istrinya yang bernama Ha Aerum.
Hingga hadirlah seorang putri yang begitu cantik, yang mereka beri nama Ha Ae-Ri. Kehadiran putri kecilnya semakin mempererat hubungan mereka berdua.
Walaupun Aldrich menikahi istrinya dengan terpaksa dan tanpa cinta, tapi selama mereka bersama rasa cinta itu tumbuh dengan sendirinya.
Tapi apa yang terjadi, Sebuah kecelakaan mengharuskannya kehilangan istri dan putri yang begitu ia cintai. Bahkan hingga saat ini, ia masih belum bisa melupakan kenangan-kenangan saat dulu mereka menghabiskan waktu bersama.
Tapi saat ini ia sendiri, duduk disingasana nya. Ditemani oleh adegan kenangan yang kini muncul dihadapannya.
Dari singasana nya ia bisa melihat dan merasakan istrinya yang sedang menggendong putrinya disofa yang berada dihadapannya.
"Sayang, lanjutkan pekerjaan mu"ucap istrinya dengan pelan agar tak membangunkan anaknya.
Mendengar itu tuan besar Aldrich tersenyum, namun setelah istri nya membalas senyumanya. Istri dan putrinya hilang seketika. Kesadaran nya mulai datang. Mengacak rambutnya kasar. Lalu berteriak kencang lalu dengan kedua tanganya tuan Aldrich menyapu mejanya. Hingga komputer dan berkas penting lainya terpontang panting kelantai.
Tuan besar Aldrich kembali menangis, menangisi kebodohannya yang belum juga bisa merelakan kepergian istri dan putri kecilnya.
Kini ia hanya tinggal bersama dengan putra angkatnya yang bernama Mike Aldrich. Mike adalah anak pertama yang ia dan istrinya adopsi karena saat itu mereka tak kunjung diberi keturunan. Beruntungnya setelah mereka mengadopsi mike mereka langsung diberi keturunan.
Kini Mike lah yang memimpin perusahaan, Walaupun belum sepenuhnya jabatannya, ia berikan pada mike. Karena memang dialah yang masih menjadi presdir diperusahaan nya. Sedangkan mike hanya menjabat sebagai wakil Presdir.
Kesalah pahaman di masa lalu membuatnya membenci sahabatnya sendiri, siapa lagi kalau bukan tuan besar mou. Tuan besar Aldrich dan tuan besar Mou, adalah sahabat yang sama porsinya. Sama tampan nya, sama kaya nya, sama kejamnya dan sama pintarnya. Walaupun lebih pintar Aldrich, karena ia dinobatkan sebagai orang terpintar didunia kala itu. Dengan IQ nya mencapai 280.
Begitu banyak wanita muda nan cantik, yang ingin menjadi istrinya. Tapi hingga usianya kini. Ia masih sendiri, ia masih belum bisa membuka hatinya untuk perempuan lain.
Memang ada satu lagi gadis istimewa yang menjadi Kekasihnya dulu. Tapi karena gadis itu miskin dan tak punya asal usul yang jelas, hubungan nya dengan gadis itu dibantah oleh keluarga besarnya. Hingga ia harus rela melepaskan gadis itu, dan menikah bersama Ha Aerum. Kini ia tak tau dimana gadis itu, ia sudah mencarinya kemana-mana. Namun tak pernah berhasil ia temukan.
Setelah mengingat kekasihnya, kini ia kembali mengingat kenangan bersama istri dan putrinya.
Begitulah seterusnya, ia tak pernah tenang selama ini. Ia hidup menderita dalam bayangan masa lalu.
πΈπΈπΈ
Tapi annin tenang seketika, saat melihat seorang pelayan yang masih muda berada disampingnya.
"Nyonya muda, sudah bangun, "tanya pekayan muda itu mendekati annin.
"Ahh. Iya Lou. Lou kenapa saya bisa tidur disini ya? "tanya annin heran. Lalu annin menggeser tubuhnya untuk duduk.
"Ahhh.... "desis annin sedikit berteriak, saat merasakan tubuhnya begitu lelah dan terasa remuk, belum lagi kepalanya yang terasa begitu pusing.
Disaat yang bersamaan rasa mual nya datang. Dibantu Lou sang pelayan annin menuju toilet yang ada dihotel itu. Begitu sampai annin langsung memuntahkan semua isi perutnya.
Setelah dirasa sudah membaik ia pun kembali ketempat semula, dan duduk disisi ranjang disana.
"Lou kenapa saya bisa ada disini ya? "tanya annin untuk yang kedua kalinya.
"Kata tuan muda, nyonya muda ketiduran dimobil. Sedangkan tuan muda ada urusan penting. Jadi tuan muda mengantarkan nona ke hotel ini untuk beristirahat.
"Ternyata benar, dia memang bernohong selama ini. Dia tetaplah seorang tuan untukku, dan tidak akan pernah menjadi suamiku"batin annin bersedih.
"Begitu ya, terima kasih ya Lou. Kamu sudah menemani saya disini, "ucap annin tulus.
"Jangan Berterima kasih nyonya muda, ini memang sudah menjadi tugas saya, "jawab lou.
"Iya-iya, kalau begitu mari kita pulang saja, "ucap annin, setelah itu mereka pun keluar dari hotel dan menuju mansion.
**Bersambung......
Like, komen, hadiah dan voteeeee πππ
Rate bintang 5 juga ya, pleaseeeee πππ
Selamat membaca dan semoga suka π
Maafkan typonya π
ππΈ**