My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
part 66



Pertanyaan dan perasaan yang bingung membuat Yuna lelah dalam memikirkannya, karena terlalu lelah akhirnya Yuna memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu dan besok Yuna mengambil kesimpulannya


...****************...


(Pagi 🌆)


Matahari mulai terbit dan memancarkan cahayanya yang cerah ke setiap pelosok-pelosok rumah, angin berhembus dingin, dinginnya terasa ingin menusuk tulang, orang mulai keluar dari rumah mereka masing-masing dan melanjutkan kegiatan mereka, mulai dari menyapu halaman rumah, menyirami tanaman, dan lain-lain, ini semua terasa sempurna!!


Yuna yang masih tidur dengan bantal kesayangannya, tiba-tiba alarm berbunyi, sontak Yuna terkejut


.....Saatnya bangun..saatnya bangun...(alarm bersuara)


Yuna bangun sambil menarik selimutnya lalu melemparnya ke bawah tempat tidur


Yuna:


"ahhhh.... ternyata sudah pagi, perasaan baru tadi tidur sudah pagi saja"(Sambil bangun dari tempat tidurnya)


Setelah bangun dari tempat tidur, Yuna memutuskan untuk melihat jam berapakah, Yuna mengambil alarm nya dan melihat jarum jam menunjuk ke angka berapa


Yuna:


"masih jam 10, ternyata awal masih"


Yuna pun berjalan menuju tempat tidurnya kembali sambil tergopoh-gopoh, tiba-tiba saat kembali ke tempat tidurnya, Yuna berhenti dan seketika terkejut ternyata hari ini adalah hari pertama Yuna masuk kerja sebagai reporter


Yuna:


"aduh gawat!!!!, terlambat"


Yuna pun panik, dengan segera Yuna berlari menuju toilet dan mandi, setelah mandi, dengan cepatnya Yuna keluar dari toilet menuju lemari baju, karena sudah terlambat Yuna tidak bisa memilih baju yang pas, Yuna hanya mengambil baju dengan asal-asalan, setelah bersiap-siap, Yuna pun mengambil tas dan perlengkapan yang harus dibawanya, setelah selesai Yuna pun keluar dari kamarnya


Nenek yang sedang membersihkan rumah melihat Yuna yang buru-buru, ia pun memberhentikan menyapunya dan pergi menghampiri Yuna


Nenek:


"Yuna?, siap-siap seperti ini mau kemana?"(heran)


Yuna:


"Nek, Yuna ada urusan penting sebentar, nek Yuna pergi dulu" (sambil berlari keluar rumah)


Nenek hanya diam sambil melihat tingkah laku Yuna


Nenek:


"tingkahnya semakin hari semakin aneh saja"


...//...


Yuna yang berdiri di depan halte bus sambil menunggu taksi lewat, tiba-tiba sebuah mobil mewah lewat di depan Yuna dan berhenti, Yuna pun terkejut dan seketika bingung


Yuna:


"kenapa orang ini memakirkan mobilnya di depanku?, siapa orang yang ada di dalamnya?"


Kaca jendela mobil turun sedikit demi sedikit, Yuna berusaha melihat dengan jelas, sontak Yuna terkejut saat melihat orang yang ada di dalam mobil tersebut


Yuna:


"Kevin!!!"


Semua orang yang sedang menunggu taksi di tempat itu juga seketika mereka ribut, kegantengan Tuan Jordan Kevin membuat semua orang tergoda dan terpana


Yuna:


"kevin, sedang apa kau disini?"


Semua orang menjadi ribut dengan kedatangan Kevin, karena tidak tahan akan hal itu, dengan segera Yuna masuk ke dalam mobil Kevin


Setelah Yuna masuk, mobil pun berjalan lagi seperti biasanya


Dengan perasaan marah


Yuna:


"Kevin!! apa yang kau lakukan disini?"


Kevin pun tertawa


Kevin:


"hahahaha......aku pikir kau tidak akan naik"


Yuna:


"apa!!!!" (wajah melotot)


Kevin:


"kedatangan aku kesini tidak ada rencana sejak awal, aku ada urusan sebentar, jadi aku lihat kamu berdiri di halte sambil menunggu bus, lebih baik aku kasih tumpangan, itu saja"


Yuna:


"hah!!:'), apa ini? apa kau gila!!"


Kevin:


"hahahaha, mereka tidak akan mengenalku, tenang saja"


Yuna:


"justru itu yang aku takutkan, kamu banyak penggemar, mana tahu diantara mereka ada yang mengambil photo kita, dan membuat rumor bahwa kita berkencan, itu akan merusak reputasi kita!!!"


Kevin:


"aku rasa tadi banyak yang memotret kita"


Mendengar perkataan dari Kevin membuat Yuna bertambah kesal


Yuna:


"apa!!!, apa kau merasa senang dengan hal itu?, ada orang macam dirimu di dunia ini"


Kevin:


"aku suka bertengkar, berkelahi, dan yang berhubungan dengan tantangan, semua aku suka termasuk dirimu juga:)"


Yuna:


"hah.....Lebih baik aku mati saja disini" (jijik)


Kevin:


"kamu mau kemana rapi-rapi seperti ini?, apa kamu sedang berkencan dengan seseorang?"


Yuna:


"siapa yang ingin berkencan?, tidak ada waktu untuk hal itu bagiku"


Mendengar perkataan Yuna membuat Kevin tersenyum, melihat Kevin tersenyum membuat Yuna terheran


Yuna:


Kevin pun terkejut


Kevin:


"tidak Yuna, itu semua benar"


Yuna:


"tidak ada waktu bagiku untuk hal itu, semua itu membosankan"


Kevin:


"syukurlah, tapi Yuna asalkan kau tahu"


Tiba-tiba Kevin mendekat ke arah Yuna, mengetahui Kevin akan mendekati nya, Yuna hanya bisa diam di kursi mobil, setelah mendekat ke Yuna, Yuna takut ia hanya bisa menutup matanya dengan sekuat tenaga, Kevin pun berbisik di telinga Yuna sambil berkata...


Kevin:


"Yuna, aku menyukai seseorang yang dimana dia tidak pernah mengerti bahwa selama ini aku menyukai dirinya, sampai sekarang aku menyukai orang tersebut, bila aku berkencan dengan orang tersebut, akan aku beri semua apa yang dia mau, bahkan yang ada pada diriku, dan bila aku sudah menyukai seseorang tidak akan pernah ku lepas bahkan aku lukai, akan kujaga seperti bunga yang baru kembang, tidak akan ku biarkan seorangpun melukainya, bila ingin menyentuhnya akan berurusan dengan ku, sudah aku katakan aku suka yang berhubungan dengan tantangan, apa itu semua aku sukai, dan semoga saja orang yang aku sukai akan menyukai diriku juga"


Setelah mengatakan ha itu Kevin pun kembali ke kursinya, dan duduk seperti biasanya, Yuna pun membuka matanya dan melihat ke arah Kevin dengan heran


Yuna:


"siapa orang tersebut"


Kevin:


"emmmmmm....Yuna kita sudah sampai"


Yuna pun terkejut dengan segera ia pun membuka kaca jendela mobilnya


Yuna:


"wahh, tidak terasa, kau mengendarainya seperti angin"


Kevin:


"sudah turunlah"


Yuna:


"baiklah, terima kasih sudah memberi tumpangan"


Kevin hanya tersenyum, dan ia pun melanjutkan perjalanannya lagi, Yuna yang sedang berdiri di depan besarnya gedung pertelevisian Ceonju, ia pun tidak sabar ingin segera masuk


Yuna:


"tidak ada bedanya dengan gedung Tuan tang xiahao, hanya saja ini kecil sedikit, tapi tidak apa-apa, ayolah aku tidak sabar ingin segera masuk"


Sebelum masuk Yuna menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya, setelah selesai, Yuna pun masuk


...//...


Saat Yuna masuk ia sudah di sambut oleh karyawan-karyawan yang sudah berkerja di situ juga, karena tindakan hal itu membuat Yuna bertambah semangat lagi


Yuna:


"wah!!!, penyambutan yang hangat"


Tiba-tiba seseorang menghampiri Yuna


Pak Direktur Ceonju:


"selamat pagi, Nona Yuna"


Yuna:


"oh iya, selamat pagi pak"


Pak Direktur Ceonju:


"baiklah, karena Nona sudah datang mari ikuti saya"


Yuna:


"baik pak"


Yuna pun pergi mengikuti Pak Direktur Ceonju dari belakang, setelah berjalan sekitar dua menit akhirnya Yuna sampai


(Dan memasuki sebuah ruangan)


Pak Direktur Ceonju:


"ini ruang khusus untuk Nona"


Yuna:


"oh iya?"


Yuna pun heran karena cuma dirinya yang memiliki ruang kerja sendiri yang lain tidak ada


Yuna:


"pak, bukankah saya berada di ruang sama seperti mereka yang saya lihat tadi?"


Pak Direktur Ceonju pun tersenyum mendengar perkataan Yuna


Pak Direktur Ceonju:


"Iya, rencananya kami menaruh Yuna di ruang itu juga, hanya saja sebagai penghormatan kami semua terhadap Tuan anda, jadi kami segan memberi Yuna ruang kerja seperti itu, jadi kami semua membuatkan sebuah ruang khusus Nona Yuna berkerja, dan itu juga suruhan dari Tuan anda"


Yuna:


"apa segitu pentingnya Tuan saya pak?"


Pak Direktur Ceonju:


"iya Nona, beliau berpengaruh sekali dalam negara ini, khususnya bagi perusahaan-perusahaan seperti kami, beliau telah banyak membantu, bahkan beliau ingin mencoba menjadi presiden di negara ini, banyak dukungan dari orang yang ada di negara ini, sepertinya anda orang yang sangat dekat dengan Tuan, Nona ada hal yang harus saya lakukan, saya permisi dahulu, semoga anda nyaman dengan ini semua, bila ada sesuatu yang ingin anda perlukan, Jangan segan-segan memanggil kami"


Pak Direktur Ceonju pun pergi meninggalkan Yuna, Yuna yang sedang berdiri, mendengar kata-kata dari Pak Direktur Ceonju membuat Yuna kagum akan kehebatan Tuan tang xiahao


Yuna:


"wahhh, ternyata Tuan orang penting dalam negara ini, jadi gak heran lagi setiap aku berjalan sama Tuan semua orang melihat kearah kami, aku yang tidak setenar Tuan, bisa berasa jadi artis saat berdampingan dengan Tuan"


Tiba-tiba handphone Yuna berbunyi, dengan segera Yuna mengangkatnya


Yuna:


"hallo??, ini siapa ya??"


.....................………………….


Yuna:


"apa????"


...(continued ❤️)...