My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Terpaksa Menikahi Gadis Dibawah Umur (22)



🌸🌸🌸


Apa kau tidak menganggap aku ada," sahut Presdir Chao.


"Bukan begitu maksudku, kak. Maksudku keluarga kandungku." Jawab Nia pelan.


"Kau tidak boleh bicara seperti itu lagi, Nia. Kau adalah istriku dan aku adalah suamimu, hubungan kita lebih dari keluarga kandung. Jadi, jangan pernah merasa sendiri lagi," jelas Presdir Chao memberikan kecupan dikening Nia.


Nia hanya memejamkan matanya merasai hangatnya kecupan dari suaminya yang memberikan rasa nyaman dan tenang untuk-nya.


"Kak, dia sudah bengun," ucap Nia kala melihat Wina mengerjakan matanya pelan.


Keduanya mendekat disamping Wina, dan Wina begitu terkejut melihat sosok disampingnya.


"Za-zanna....," Ucap Wima membuat Nia kaget.


"Kakak dari mana tau nama asliku?" Tanya Nia mmbekap mulutnya tak percaya.


"Ak-aku ha-nya menebak saja," jawab Wina sedikit terbata.


"Oh bikin kaget saja. Btw, tebakan kakak benar, namaku Tania atau Zanna. Tapi untuk saat ini, kakak penggil aku Tania atau Nia saja," jelas Nia, tanpa curiga sedikit pun.


"Baikah, Nia," jawab Wina lemah.


"Apa kamu yang sudah menolongku?" Tanya Wina pelan, buliran bening yang terasa hangat mengalir dari kedua sudut matanya.


"Iya kak, aku hanya kebetulan lewat saja. Kakak juga tidak perlu kuatirkan masalah perempuan yang membuli kakak, karena saat ini dia sudah berada di penjara." Jawab Nia.


"Terima kasih," jawab Wina masih saja bersedih. Hal itu membuat Nia merasa Aneh.


"Sama-sama, btw, usia kakak berapa?" Selidik Nia.


"25 tahun," jawab Wina lemah.


"WHAT! Yang benar kak, tapi tubuh kakak kecil sekali ya," Nia terkejut mendengar ucapan Wina yang menyebutkan usianya. Nia tak percaya jika Wina sudah berusia 25 tahun. Sedangkan tubuhnya sangat mungil, seperti gadis yang berumur 17 tahun.


"Bukannya dia yang kecil, kau saja yang bongsor," sela Presdir Chao, menjahili istrinya.


"Kakak! Kalau kakak sudah merasakannya. Maka kakak akan tergila-gila padaku." Jawab Nia sombong.


"Wah...jadi penasaran," jawab Presdir Chao menahan tawanya.


"Aku jarang makan, jadi tubuhku semakin kurus," ujar Wina bersedih hati.


"Astaga, apa kakak benar-benar sudah tidak punya keluarga lagi," tanya Nia.


"Tidak ada," jawab Wina jujur.


"Rumah kakak diamana?" Tanya Nia lagi.


"Saya tidak punya rumah. Selama ini saya hanya menumpang tinggal di penginapan perusahaan," jawab Wina lagi.


"Apa kau tidak takut, bukannya hanya kau yang tinggal disana," pertanyaan kali ini berasal dari presdir Chao.


"Tidak, tuan. Saya lebih takut tidur dijalanan," jawab Wina jujur.


"Kakak ada masalah apa sama perempuan yang membuli kakak?" Selidik Nia.


"Sepertinya dia marah, karena pak Kevin manyukaiku. Dia pacarnya pak Kevin. Tapi aku berani bersumpah, aku benar-benar telah menolak pernyataan cinta pak Kevin," jawab Wina ketakutan.


"Sudah kakak tenang ya, kakak tidak perlu takut lagi. Saat ini dia telah dipenjara, untuk menebus kesalahannya pada kakak," ucap Nia membantu menenangkan Wina.


"Apa kepala kakak masih sakit?" Tanya Nia.


"Sedikit," saut Wina.


"Kalau kakak mau, Bagaimana kalau kakak ikut tinggal bersama kita saja," tawar Nia.


"Sayang," ucap presdir Chao menekankan panggilannya.


"Tidak usah, saya masih betah tinggal di penginapan," Tolak Wina.


"Kasianilah kakak Wina, kak. Aku mohon izinkan kak Wina tinggal bersama kita, kak. Aku tidak akan bosan jika ada temennya," ucap Nia dengan mata berbinar menatap suaminya penuh harap.


Tatapan berbinar penuh harap itu, mampu membuat Presdir Chao tak dapat berkutik, selain mengiyakan keinginan istrinya.


Tatapan Nia yang mematikan, mampu mengubah Presdir Chao bak robot, yang selalu mengikuti perintah tuannya.


" Baiklah, aku setuju dia tinggal bersama kita," jawab Presdir Chao terpaksa mengalah.


"Maafkan saya, tapi saya hanya ingin tinggal ditempat saya sebelumnya. Saya tidak ingin merepotkan siapapun," jawab Wina keukeuh.


Bersambung...


Like, komen, hadiah, dan vote πŸ™


Maafkan typonya πŸ™


Selamat membaca dan semoga suka πŸ’–


Lope readersss 😘


πŸ’–πŸŒΈ