My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 135



๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Keesokan paginya:


"Apa benar dulu Mom juga sepertiku, dad? Apa bisa disembuhkan, dad? Apa benar Aeri tidak akan merasa nyeri lagi saat head, kalau sudah diobati oleh dokter Ana?" tanya beruntun Aeri. Ia begitu senang saat mendengar ungkapan daddynya, yang mengatakan bahwa nyeri yang ia rasakan setiap bulannya, dapat disembuhkan.


"Iya, sayang. Apapun akan daddy lakukan asalkan kamu bisa sembuh,"jawab tuan besar Aldrich merasa bersalah karena kini ia sedang membohongi putri kandungnya itu.


Tuan besar Aldrich terpaksa membohongi Aeri, dengan mengatakan bahwa mereka akan melakukan pengobatan untuk nyeri head yang Aeri alami. Memang pengobatan ini juga mampu membantu meringankan nyeri head jika pengobatannya berhasil. Tapi misi utama pengobatan itu adalah, untuk mengobati rahim Aeri yang bermasalah akibat keguguran.


Dengan wajah penuh sinar Aeri tersenyum bahagia. Membayangkan setiap bulannya ia tak akan sakit lagi, membuatnya merasa sangat bahagia. Apakah saat ini hidup yang baik untuknya akan segera dimulai, pikir Aeri penuh harap.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Samapai dirumah sakit. Kedatangan tuan besar Aldrich membuat heboh seisi rumah sakit. Setelah bertahun-tahun tak pernah terlihat, kini tuan besar Aldrich keluar dari persembunyiannya. Dan yang paling membuat heboh adalah saat mata mereka menangkap pasangan yang saling bergandengan mengekor dibelakang tuan besar Aldrich. Walaupun tangan mereka gatal ingin mengambil gambar. Tapi tak ada satupun yang berani, mengingat seberapa berkuasanya tuan besar Aldrich.


Dokter Ana yang memang telah mengetahui maksud kedatangan pasien setianya itu, lebih tepat sahabatnya. Ya! Dokter diana sudah tau untuk apa sahabatnya itu datang. Termasuk masalah yang tengah dihadapi sahabatnya itu. Ia juga cukup kaget saat mengetahui bahwa putri dari Aldrich ternyata masih hidup, dan sekarang tengah bersama dengannya.


"Ana, bagaimana kabarmu?"tanya tuan Aldrich berbasa basi.


"Sehat, Apa ini Aeri? Wah kamu semakin cantik saja, sayang," puji dokter Ana.


"Iya dokter, saya Aeri. Terima kasih pujiannya dok, dojter juga sangat cantik," puji balik Aeri sambil tersenyum ramah.


"Ayo silahkan masuk dulu," dokter Ana mempersilahkan mereka masuk kedalam ruanganya yang sangat luas. Karena dia adalah dokter senior yang dihormati, maka fasilitas miliknya juga sangat mewah. Apalagi dua hanya merawat pasien VIV saja.


"Al kau tunggu dan istirahat disini saja ya. dan tuan Shilin, sebagai suami anda harus ikut saya. Untuk menemani dan memberi semangat pada istri anda. Jadi, mari ikut saya masuk," ucap dokter Ana.


"Kau tenang saja, aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik,"jawab dokter Ana yakin.


Entah kenapa jantung Aeri berdegub sangat kencang saat mendengar dialog antara Daddynya dengan dokter Ana. Aeri sedikit takut, ia takut jika terjadi apa-apa padanya. Ia takut kalau sehenarnya ia punya penyakit yang sukit disembuhkan. Dan ia takut penyakit itu menghambat dirinya untuk memiliki keturunan.


Aeri tersadar ketika jemarinya digenggam erat suaminya. Dan hal itu mampu mengurai sedikit ketegangan yang melanda hatinya.


Mengekor dibelakang dokter Ana, Aeri dan presdir Shilin takjub melihat ruangan yang bernuansa serba putih, dengan berbagai macam alat canggih yang terpasang rapi diruangan itu. Dan hal itu sukses membuat Aeri semakin tegang.


"Aeri,"panggil dokter Ana. "Sini dulu sayang, kita akan mulai dengan CT-Scan terlebih dahulu," ucap dokter Anin.


"Baik, dok," jawab Aeri berjalan menghampiri dokter Ana.


"Nah, sekarang buka semua pakainamu terlebih dahulu," titah dokter Ana santai. Sedangkan Aeri yang mendengarnya langsung membulatkan matanya terkejut sekaligus tak percaya.


Bersambung.......


Like, komen, hadiah, dan votee๐Ÿ™๐Ÿ’—


Maafkan typonya๐Ÿ™๐Ÿ’—


Selamat membaca dan semoga suka๐Ÿ’—


Lope lope readers๐Ÿ’—๐Ÿ’—


๐Ÿ’—๐ŸŒธ