
πΈπΈπΈ
Flashback On:
Disebuah hotel bintang lima yang begitu mewah. Dimalam itu aurel masih bekerja sebagai pelayan. Ia tak menyangka bahwa ialah yang dipilih oleh bos nya untuk bekerja sampai larut malam. Bahagia! Tentu saja Aurel bahagia, gaji yang ditawarkan bos nya sangatlah banyak. Ia bisa menggunakan uang itu untuk melakukan cuci darah selama kurang lebih 3 bulan. Dan itu artinya, aurel tidak akan membebani sang kakak untuk biaya pengobatan ginjal nya untuk 3 bulan kedepan.
Kerena terlalu senang, Aurel sampai lupa menghibungi sang kakak. Guna mengatakan kalau di tidak bisa pulang malam ini. Tapi dia tak dapat berbuat banyak, karena memang ia bekerja dihotel itu tanpa sepengetahuan kakaknya.
Disebuah kamar yang begitu mewah dan megah, dibandingkan kamar lainya. Aurel masih bersemangat membersihkan kamar mewah yang super berantakan itu. Tanpa banyak bicara aurel mulai membersihkan kamar itu. Cukup lama Aurel membersihkan kamar itu, hingga akhirnya selesai juga. Aurel yang merasa sangat haus, segera meraih minuman kemasan botol berwarna orange yang ia dapat dari bosnya.
Tanpa merasa curiga sedikit pun, Aurel segera melegakan dahaganya dengan minuman rasa jeruk itu.
Tak butuh waktu lama, kini Aurel merasa sangat gerah. Aurel mulai kehilangan kendali, karena kini ia telah melepaskan semua pakaian yang melekat ditubuhnya. Aurel sudah seperti cacing kepanasan, sedangkan mulutnya tak berhenti mengeluarkan suara-suara yang terdengar begitu erotis.
Menuju kamar mandi, Aurel langsung menenggelamkan tubuhnya didalam buthub berukuran jumbo disana.
Kemudian terdengar suara pintu yang di buka, Yong tersentak kaget, saat kini matanya menatap seorang gadis tanpa busana tengah merendam tubuhnya dengan suara-suara aneh yang keluar dari mulut gadis seksi itu.
Aurel yang melihat seorang pri tampan dihadapanya, langsung menyerang Yong tiba-tiba. Hingga kini dua mahluk itu terdampar diatas kasur yang begitu empuk.
Yong kaget ketika mendapati Aurel masih virgin. Mengingat sumpahnya, ia tak jadi melakukan penyatuan dengan tubuh Aurel. Tapi Aurel yang telah dibaluti nafsu, dengan cepat menarik Yong agar tak meninggalkan nya.
Jiwa player seorang Yong muncul seketika, saat Aurel terus Menggodanya.
"Baiklah nona, tapi setelah ini kau harus bertanggung jawab, "ucap Yong singkat dan langsung menyerang Aurel dengan ganasnya.
Dec*tan dami dec*tan beradu dengan suara-suara erotis Aurel. Menciptakan melodi yang terdengar indah dimalam yang sunyi. Dinginya malam bercampur dengan AC Tak mampu menghilangkan hawa panas dikamar hotel itu.
πΈπΈπΈ
Sedangkan di mansion utama, Meilyn terus membujuk Annin agar mau memakan makananya. Namun apa daya, dari jauh saja Annin begitu mula melihat makanan-makanan itu.
Tentu saja Annin juga merasa sangat kelaparan. Tapi entah karena apa, ia menolak semua jenis makanan yang dibawakan ibu meilyn untuknya. Ia akan muntah dengan hebatnya walaupun hanya melahap sesendok makanan saja.
Terbaring diatas ranjang, Annin hanya bisa menangis.
πΈπΈπΈ
"Tuan, sekarang nona annin sudah dibawa ke rumah sakit."lapor sekretaris Chao pada presdir Shilin.
"Katakan pada Shimming untuk selalu memantau keadaan istri ku. Jangan sampai terjadi apa-apa padanya, "ucap presdir shilin yang kini dibalut rasa kuatir terhadap Annin.
"Baik tuan, "jawab Chao.
πΈπΈπΈ
"Tapi saya benar-benar tidak sadar saat itu, tuan. Saya berani bersumpah, "ucap aurel ketakutan saat Yong tiba-tiba mengukunng tubuhnya.
"Apa kau bisa membuktikan nya? "ucap Yong santai.
"Taun bisa menyelidiki nya. Saya menjadi seperti itu, setelah saya minum air kemasan yang diberikan bos saya. Saya tidak salah, tuan. Malahan saya yang rugi. Lagi pula tuan seharusnya bertanggung jawab pada saya. Tuan sudah mengambil mahkota saya, "ucap Aurel yang kini telah menangis begitu derasnya.
"Apa maksud mu, apa kamu menginginkan saya untuk menikahi mu. Jangan pernah mimpi untuk mendapatkan status dari daya. Karena kamu tidak akan pernah pantas untuk mendampingi saya, "ucap Yong sedikit membentak Aurel.
"Tapi saya hamil, tuan. Dan itu semua perbuatan, tuan. Ini anak tuan, dan tuan harus bertanggung jawab, "teriak Aurel dengan menangis histeris. Ia tak menyangka bahwa pria yang ia tiduri dimalam itu, adalah pria dengan wajah malaikat tapi berhati iblis. Kecewa! Tentu saja Aurel kecewa, Aurel kecewa bukan karena Yong tak ingin bertanggung jawab atas anaknya. Tapi ia kecewa karena dirinya telah jatuh cinta pada sosok pria yang menolongnya dimalam itu.
**Bersambung......
Like, komen, hadiah, dan voteee ππ
jangan lupa beri author Rate bintang 5 ππ
Maafkan typonya π
Selamat membaca dan semoga suka πππ
Saranghae Reader ππππ
ππΈ**