
๐ธ๐ธ๐ธ
Setelah pulang dari rumah sakit. Aurel bergegas menuju dapur, ia memang tidak pernah mual apalagi muntah-muntah seperti perempuan hamil lainnya. Yang berubah hanyalah porsi makannya. Ia akan makan dengan sangat banyak bahkan bisa sampai 4 porsi sekaligus. Ia juga tak pernah terlihat nyemil. Karena kalau terasa lapar sedikit saja, ia akan lanngsung makan nasi. Tak terhitung berapa kali ia makan dalam sehari.
Walaupun makannya banyak, tapi tidak ada lemak yang berlebihan ditubuhnya. Tubuh indahnya masih tetap sempurna seperti sebelumnya. Tubuh Aurel memang tergolong paling sempurna dari kakaknya. Bahkan ia memiliki tinggi yang sangat ideal yaitu 175 cm, berbeda dengan Annin kakaknya yang hanya mencapai 167 cm. Bahkan diusianya yang baru menginjak 18 tahun, ia sudah memiliki ukuran kelapa muda 36d dan cd yang berukuran L.
Semua itu diturunkan oleh alhm ibunya, yang dulunya mantan Model terpopuler di indonesia, sedangkan alhm Ayahnya juga seorang model asal Korea. Jadi wajar menghasilkan keturunan yang juga tak kalah berkualitasnya. Walaupun tubuhnya lebih dewasa dari usianya, tapi tidak dengan wajahnya yang terlihat imut lengkap dengan kelakuan polosnya.
Dengan berlarian Aurel menuju dapur, setelah mengingat ada seorang bayi diperutnya barulah ia berjalan dengan pelan sambil mengelus perut buncitnya. Berlarian ringan dengan sedikit meloncat-loncat memanglah ciri khasnya. Kelakuannya yang satu iniqq memang sesuai dengan usianya. Tapi ia tak pernah sadar jika banyak pasang mata yang menatapnya tergoda ketika ia berlarian.
"Nona, nona mau apa? "tanya Zhang pada Aurel.
"Aurel mau masak untuk suami Aurel, Om, "jawab aurel membuka kulkas mengeluarkan semua sayur yang ada disana.
"Memangnya nona Aurel bisa masak? "tanya Zhang membuat aurel terdiam. Ingat terakhir kali ia masak nasi malah jadi bubur.
"Oh iya, Om. Aurel nggak bisa masak, terus gimana caranya agar tuan Yong berlutut pada Aurel. Masak saja Aurel nggak bisa. Memang Aurel bukanlah istri yang baik. Benar kata tuan Yong, Aurel memang tidak akan pantas bersaing denganya, " ucap Aurel kecewa.
"Apa nona Aurel, benar-benar telah jatuh cinta pada tuan Yong? "tanya Zhang dijawab anggukan malu-malu dari Aurel.
"Baiklah, kalau begitu saya akan membantu nona, agar tuan Yong juga jatuh cinta pada nona, "ucap Zhang membuat Aurel tersenyum bahagia.
"Benarkah, Om. Wahhh... Terima kasih Om, "jawab Aurel bahagia.
"Tapi bagaimana caranya, Om? "tanya Aurel.
"Tuan yong tidak ingin melepaskan nona, karena hanya nona yang bisa memuaskannya. Walaupun tuan sering melakuka olahraga bersama perempuan lain dengan memakai topeng wajah nona. Tapi tuan Yong tidak pernah merasa puas. Hanya nona yang mampu memuaskannaya. "ucap Yong membuat Aurel mengerti.
"Benarkah Om, jadi tuan Yong hanya bisa merasa puas dengan saya, ketika melakukan olahraga. Akhirnya saya punya kelebihan, om. "ucap Aurel bangga, sedangkan Zhang hanya bisa tersenyum samar melihat kelakuan istri tuannya yang ternya tak Polos-polos amat.
"Saya mengerti apa rencana yang harus saya persiapkan, om. Om tenang saja percayakan pada saya, lihat saja dalam hitungan menit. Saya pasti bisa nerubah sifatnya yang menjijikan itu, "ucap Aurel dengan nada sinisnya.
๐ธ๐ธ๐ธ
Sementara itu, Annin masih terbaring lemah di rumah sakit. Tak ada asupan energi yang masuk ketubuhnya, karena setelah makan akan langsung ia muntahkan. Hanya cairan infus yang menjadi asupan makanya, sehingga ia dan bayinya masih dalam keadaan sehat.
Tak lama ibu meilyn masuk kedalam ruangan Annin dirawat. Duduk disamping Annin sambil menentang sebuah bekal di salah satu tanganya.
"Nona, nona Annin. Bangun dulu nona, ibu membawakan makanan yang pastinya nona suka, "ucap meilyn berusaha membangunkan Annin.
Annin pun segera membuka matanya, entah apa penyebabnya. Kini, dengan semangat Annin meraih bekal yang dibawa ibu meilyn. Dari wanginya saja Annin sudah tergoda.
"Wahh.... Nasi goreng, makasih ya bun. Annin suka baunya, "ucap Annin senang karena ia tak merasa mual dengan makanan yang dibawakan ibu meilyn kali ini.
Ibu meilyn tersenyum, tebakannya benar. Ternyata calon bayi Annin benar-benar hanya ingin menyantap makanan yang dibuatkan oleh daddynya sendiri. Tak sia-sia ia memaksa tuan mudanya untuk masak.
**Bersambung......
๐๐ธ**