My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 111



๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


"Kau adalah Ha Aeri! Apakah ini benar? Benarkah kau adalah Aeri ku,"ucap presdir Shilin sedikit bergetar. Presdir Shilin meraih wajah Annin, menatap lekat wajah Annin. Presdir Shilin tersenyum bahagia, ia juga merutuki kebodohannya selama ini. Bagaimana mungkin ia tidak mengenal cinta masa lalunya.


"Betapa bodohnya aku, kenapa aku tidak pernah menyadirinya selama ini. Istriku yang dulu sering kusiksa, ternyata adalah perempuan yang sangat kucintai dimasa lalu. Kenapa aku sangat bodoh,"batin presdir shilin merutuki kebodohannya.


"Aeriii,"ucap presdir Shilin langsung memeluk erat tubuh mungil Annin.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Keluar dari ruangan putrinya, tuan besar Aldrich kembali ketempat semula. Disana, sudah tidak ada lagi tuan besar Mou maupun nyonya besar Mou.


Hanya ada sekretaris Chao, dan juga ibunya Meilyn yang duduk berdampingan disana. Sedangkan tuan dan nyonya besar Mou sudah masuk keruangan Aurel untuk menjenguk Cucu mereka.


Berjalan perlahan, tuan besar Aldrich mendekati sekretaris Chao dan dan juga Meilyn. Tuan besar Aldrich mengambil posisi duduk dihadapan ibu dan anak itu.


"Apa aku bisa berbicara denganmu, Meilyn. Sebentar saja, ada hal penting yang ingin aku tanyakan padamu,"tuan besar Aldrich berkata sambil menatap lekat Meilyn. Meilyn menundukkan wajahnya dalam, dengan tanganya yang sudah mengepal menahan kekesalan. sekretaris Chao yang menyadari perubahan raut wajah ibunya, langsung membalas ucapan tuan besar Aldrich.


"Maaf, tuan Aldrich. Sepertinya ibu saya tidak bisa,"tolak sekretaris Chao.


"Tidak apa-apa, nak. Ibu akan berbicara sebentar dengan tuan besar Aldrich. Kamu tetap disini ya,"sanggah Meilyn.


"Baiklah, bu." Jawab sekretaris Chao.


"Mari tuan,"ajak Meilyn yang lebih dulu berjalan, sedangkan tuan Aldrich mengekor dibelakangnya.


Sampai dimobil, Meilyn lebih memilih duduk dibelakang. Tuan besar Aldrich tampak diam, ia tidak menangapi ataupun melarang. Ia paham, situasi mereka saat ini, sangat berbeda dengan situasi dimasa lalu.


"Meilyn, kamu mau kita bicara dimana?"tanya tuan besar Aldrich menatap Meilyn dari kaca spionnya.


"Kemana saja,"jawab Meilyn singkat.


15 menit perjalanan. Kini, dua insan yang saling canggung itu. Telah berada di sebuah lestoran terkenal dikota itu.


"Duduklah,"tuan besar Aldrich berkata sambil menarik kursi untuk mantan kekasihnya itu.


Meilyn tidak tersenyum apalagi mengucapkan terima kasih. Ia hanya duduk, lalu kembali bungkam.


"kamu mau makan apa, Meilyn,"tanya tuan besar Aldrich.


"Saya tidak ingin makan apapun tuan. Sekarang katakanlah, Apa yang ingin tuan sampaikan kepada saya,"ketus Meilyn.


"Baiklah. Aku hanya ingin bertanya, apakah kau sudah menikah. Dan, Apakah Chao adalah anakmu?"tanya tuan besar Aldrich serius.


"Saya belum pernah menikah seumur hidup saya, tuan. Pria yang berjanji akan manikahi saya, sudah lama meninggalkan saya. Dan Chao benar adalah anak saya, saya tidak perlu menikah dan punya suami untuk membesarkan anak saya,"ketus Meilyn dengan tersenyum sinis, dan juga dengan nada suaranya yang mulai meninggi. Beruntung tidak ada orang lain di lestoran itu, karena memang sudah diboking oleh tuan besar Aldrich.


"Apa maksudmu Meilyn, mana mungkin kau bisa punya anak tanpa menikah,"tanya tuan besar Aldrich heran.


"Kenapa tidak bisa, tuan. Buktinya saya bisa, seorang pria yang saya cintai, meninggalkan saya setelah mengambil satu-satunya harta saya didunia ini. Begitu mendapatkan apa yang dia inginkan, dia pun pergi meninggalkan saya seorang diri. Pria brengsek itu menikah dengan perempuan lain, hidup bahagia bersama perempuan lain, hingga mereka berdua dikarunia seorang anak perempuan yang sangat cantik. Dia meninggalkan saya bahkan melupakan saya yang tidak punya siapa-siapa ini. Tapi lihatlah saya saat ini, saya masih bisa bertahan hidup bahkan membesarkan putra saya seorang diri,"Ketus Meilyn lagi, dengan nada suaranya yang bergetar menahan kekesalan dan juga kekecewaannya selama ini.


Bersambung.....


Like,komen,hadiah,dan Voteee๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


Rate bintang 5 juga๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


Selamat membaca dan semoga suka๐Ÿ’—


Maafkan typonya๐Ÿ™


๐Ÿ’—๐ŸŒธ