
πΈπΈπΈ
"Chao, coba kamu baca surat ini. Sepertinya Anna kabur!" Tutur Meilyn panik.
"Kabur!" Jawab Presdir Chao heran.
Presdir Chao pun membaca surat itu, surat itu berisi...
*Zanna, maafin kakak ya. maafin kakak karena harus pergi meninggalkanmu lagi. Kakak mohon jangan cari kakak, karena kakak tidak pergi jauh. kakak hanya pergi sementara untuk mengejar apa yang kakak inginkan. kakak mohon biarkan kakak kembali hidup sendiri. Kakak suka dan merasa nyaman selama sendiri. Biarkan kakak pergi, agar kakak menjadi lebih mandiri. kakak harap kamu mengerti dan tidak mencari kakak. kakak akan baik-baik saja, percayalah.
TTD
Anna love Zanna*.
"Bagaimana ini Dad, Mom. Chao tidak mungkin memberi tau Zanna. Dia pasti sangat mengkhawatirkan kakaknya." Tutur Presdir Chao juga panik.
"Katakanlah pada istrimu, suami istri tidak baik saling menutupi setiap masalah. Buatlah istrimu mengerti tentang kepergian kakaknya.
"Baik, dad. Chao akan mengatakannya pada Zanna," ujarnya akan berangkat ke lantai 4 dimana kamarnya berada.
"Habiskan dulu makanmu Chao," peringatan sang Mommy mampu membuatnya memutar arah.
"Baiklah, Mom," jawabnya, lalu melanjutkan makannya dengan cepat.
"Chao ke atas dulu, Dad, Mom."izinnya. Mendapatkan amggukkan dari Daddy juga sang Mommy.
"Zanna," panggilnya seraya membuka pintu kamar.
"Sepertinya dia sangat kelelahan," tuturnya menyingkirkan anak rambut istrinya yang berantakan.
"Kenapa malah mau buang air," ujarnya langsung menuju kamar mandi. Dan meninggalkan Surat Anna di atas nakas.
Tak lama, Zanna mengerjakan matanya perlahan. Tenggorokannya terasa kering. Duduk perlahan meraih gelas berisi air putih yang ada di nakas.
"Surat apa ini?" Ujarnya penasaran.
Ia pun langsung mengambil surat itu, karena curiga akan tulisan yang sepertinya ia kenal. Dan iapun mulai mbaca surat itu.
Matanya membulat sempurna, nafasnya seakan tercekat. Ia benar-benar kaget setelah membaca isi dari surat itu.
"Kak Anna!" Ucapnya langsung menbekap mulutnya. Ia berdiri, ia melangkah bersusah payah karena masih merasa nyeri dibawah sana.
Masuk kedalam lift, ia langsung menuju lantai bawah. Sampai disana ia menuju kamar sang kakak.
"Zanna!" Seru Meilyn kaget melihat Zanna yang berlari dengan kesusahan. Ia segera membopong tubuh menantunya itu.
"Kamu kenapa, nak?" Tanya-nya pelan.
"Tenanglah sayang, kakakmu sudah pergi, tapi kamu tidak boleh seperti ini. Kakakmu baik-baik saja. Dia hanya ingin menjalani hidupnya dengan mandiri. Kalau harus merelakan pilihannya sayang. Dia tidak pergi jauh-jauh, dia masih ada disini, sayang." Jelas Meilyn membujuk menantunya.
"Zanna Inging kak Anna, Mom. Kenapa kak Anna ninggalin Zanna lagi," tangis Zanna. Meilyn langsung memeluk mematunya itu dengan sayang.
"Zanna sayang," seru presdir Chao dengan wajah kuatirnya.
"Astaga! Kamau kenapa sayang,"
"Kak Anna, kak Anna ninggalin Zanna lagi," ucapnya berlinang air mata.
"Sayang, jangan begini. Kakak Annamu baik-baik saja. Dia hanya ingin merasakan hidup mandiri. Kamu jangan membantah apa yang sudah menjadi keputusannya. Mungkin di punya alasan lain, sayang," tutur presrdir Chao, mengangkat tubuh istrinya akan mendudukkannya dikursi ruang tamu.
"Bawa ke kamar saja, Chao. Kasian istrimu," titah Meilyn.
"Baik, Mom," jawab presdir Chao langsung membawa istrinya menuju kamarnya di lantai atas.
Didalam kamar, presdir Chao terus berusaha membuju istrinya, agar tidak menangis terus-menerus.
"Sayang, kamu tenang yah. Aku berjanji akan mencati keberadaan kakakmu dan akan membawanya pulang. Tapi, kamu jangan menangis lagi ya," bujuk presdir Chao lagi.
"Kakak berjanji?" Tanya Zanna mengkonfirmasi.
"Iya, kakak berjanji," jawab presdir Chao bersungguh-sungguh.
"Sekarang kamu istirahat, kakak akan mencati kak Anna. Tapi kamu istirahat ya. Kalau kamu sakit bagaimana bisa kita mencari kak Anna." Tutur presdir Chao.
"Baiklah," jawab Zanna mulai tenang.
Bersambung....
Mau tau Anna kemana, Othor kasih tau ya. Anna pergi karena ingin mengejar seorang pria yang telah membuatnya jatuh Cinta. Bagaimana kisah Anna selanjutnya dan dengan siapa ia jatuh cinta. jawabannya ada di novel kedua Author yaitu, BUDAKKU CANDUKKU.π€
Mulai besok, no 21+. Jadi, aman dibaca saat puasaππ
Like, komen, hadiah, dan vote π
Maafkan typonya π
selamat membaca dan semoga suka π
lopeeeee readerssss πππ
ππΈ