My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 107



🌸🌸🌸


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, barulah Presdir Shilin, tuan Yong, dan juga sekretaris Chao sampai disebuah pabrik yang berada di kota B


Ketiga pria tampan itu, mulai memasuki Area dalam pabrik. Mereka bertiga kaget bersamaan, ketika melihat orang tua yang mereka kenal saat ini sedang bertempur melawan para musuh yang berjumlah sangat banyak.


Dengan cepat ketiga pria itu mengambil posisi masing-masing. Dan adegan perperangan pun dimulai, pukulan, tendangan, serta tinjuan tak henti presdir Shilin daratkan kepada setiap musuh yang mengerumininya. Begitu juga dengan Sekretaris Chao, tapi berbeda dengan seorang tuan Yong, dia yang handal memainkan senjata, terlihat lebih santai. Hanya berjalan santai dan sebelum musuh mendekat mereka sudah berjatuhan ketanah.


Tak butuh waktu lama, para musuh pun tumbang ditangan seorang tuan Yong. Lihatlah tuan Mou, dia tersenyum bangga melihat keagresifan putranya dalam hal tembak menembak. Tapi sebaliknya, ia akan mencaci maki putra bungsunya itu, jika dalam hal mengurus perusahaan.


Melihat musuh yang telah tumbang semua. Kelima pria gagah itu mulai memasuki gedung pabrik dengan tetap berhati-hati.


🌸🌸🌸


Didalam ruangan kotor itu, Aurel tampak sangat tak bertenaga. Tenaganya telah habis terkuras saat melahirkan kedua bayinya. Darah berceceran dilantai kotor itu. Tidak jauh darinya, tergeletak seorang bayi perempuan yang masih berlumuran darah. Bayi mungil itu menangis kencang karena kedinginan. Aurel yang masih sangat lemah, mencoba menggeser-geserkan tubuhnya berusaha meraih bayi mungilnya.


Tak sia-sia usahanya, kini Aurel tersenyum gentir ketika ia semakin dekat dengan bayinya. Begitu mendapatkan bayinya, Aurel langsung memeluk erat bayinya agar hangat. Mendapatkan pelukan hangat dari ibunya, bayi mungil itu pun akhirnya tenang.


Dengan berurai air mata, Aurel menumpahkan semua kesakitan yang kini ia rasakan.


Ia juga menangisi nasib putranya, yang telah diambil dan dibawa oleh Mike. Ia tak dapat melakukan apa-apa, hanya uraian air mata yang dapat menjelaskan bagaimana perasaannya saat ini.


Tak lama ia mendengar suara-suara tembakan yang berasal dari luar sana. Kemudian masuklah seorang pria yamg telah ia tanti begitu lama.


"Baby, Astaga, Shiiit. "umpat tuan Yong ketika melihat kondisi istri dan anaknya yang masih berlumuran darah.


Tuan besar Mou yang sudah tau semua tentang putra bungsunya itu, langsung bergerak cepat meraih cucu mungilnya dari sang ibu.Sedangkan tuan Yong langsung mengangkat tubuh lemah Aurel yang tak hentinya menangis.


🌸🌸🌸


Sedangkan diruangan lainnya, Annin sudah tidak punya tenaga lagi. Bahkan, tidak lagi ada air mata yang mengalir ketika ia menangis.


Sedangkan darah segar mengalir begitu deras saat borgol yang mengikat kaki dan tanganya semakin mengecil dengan sendirinya.


Mike sudah memodifikasi borgol itu sedemikian rupa. Sehingga semakin lama tidak dilepaskan, maka akan semakin mengecil dan menutup dengan sendiri.


Rasa sakit dan perih yang Annin rasakan saat ini, membuatnaya tidak bisa bertahan lama. Dan untuk kali ini Annin benar-benar telah hilang kesadarannya.


Dan saat akan memejamkan matanya, ia melihat dua sosok orang yamg mendekatinya. Dan mengangkat tubuhnya, setelah itu ia sudah tidak lagi sadarkan diri.


Ketika mereka sudah membawa Annin dan Aurel keluar dari gedung. Barulah Zhang datang bersama dengan anggota lainnya. Seperti biasa mereka mulai melaksanakan tugas mereka untuk menghilangkan jejak para musuh yang sudah terbunuh.


Tuan Yong duduk dibelakang sambil memangku istrinya Aurel, yang sudah tak sadarkan diri. Sedangkan tuan Mou duduk disamping kemudi sambil menggendong bayi mungilnya. Dan Zhang langsung tancap gas menuju rumah sakit.


Sedangkan Sekretaris Chao yang jenius, berusaha memutar otaknya untuk membuka borgol yang kini semakin mengecil.


Tuan Aldrich terpaksa menjadi sopir untuk saat ini. Ia yang kuatir akan kondisi putrinya, sesekali melihat ke kaca spion untuk melihat kondisi putrinya. Melihat wajah presdir Shilin yang begitu kuatir membuatnya lega. Setidaknya ada seseorang yang selama ini menjaga dan menyayangi putrinya.


Presdir Shilin akhirnya bisa bernapas lega, setelah sekretaris Chao berhasil melepaskan semua borgol yang mengikat kaki dan tangan istrinya. Hatinya sakit dan perasaannya ngilu ketika melihat pergelangan kaki dan tangan sang istrinya, yang kini menyisakan luka dengan darah yang terus mengalir. Melepas bajunya presdir Shilin menutup luka istrinya agar darahnya berhenti mengalir.


🌸🌸🌸


"Ini barulah permulaan tuan Aldrich dan juga tuan Mou. Bila tiba waktunya nanti. aku akan kembali, dan kau tuan Aldrich dan juga tuan Mou, kalian berdua tunggu saja. Aku akan kembali untuk membalaskan dendam atas kematian orang tuaku yang telah kalian bunuh, ahahahahah..... "Mike yang kini sudah berada didalam pesawat pribadinya, tertawa begitu mengerikan. Saat menghentikan tawanya, ia menatap seorang bayi mungil, yang kini berada dalam dekapan perempuannya.


"Dan kau akan menjadi alatku, "ucap Mike tersenyum sinis.


"Apa aku yang akan merawat bayi ini tuan, aku tidak masalah asalkan gajiku dipluskan, "ucap wanitanya yang kini menggendong seorang bayi, Mike hanya menjawab ucapan wanitanya dengan tawanya yang terdengar begitu menakutakan.


Bersambung.....


Maaf belum bisa kasih part yang panjang πŸ™πŸ™


Agak slow, karena othor juga sedang menulis novel yang akan diterbitkan πŸ™πŸ™πŸ™


Mohon pengertiannya😊😊😊


Untuk adegan Action, kapan-kapan lagi ya. Sekarang othor belum bisa kasih, maaf ya πŸ™πŸ™πŸ™


Ceritanya masih panjang kokπŸ˜…, jadi jangan bosan ya πŸ˜πŸ˜…


Like, komen, hadiah, dan Voteee πŸ™πŸ’—


Rate bintang 5 juga πŸ™πŸ’—


Selamat membaca dan semoga suka 😍😘


Maafkan typonya πŸ™πŸ™πŸ™


πŸ’—πŸŒΈ