My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 88



🌸🌸🌸


Seminggu sudah Annin menjalani bed rest. Melakukan semua aktivitas didalam kamar, membuat ia merasa bosan akut. Walaupun sesekali ibu meilyn membawanya jalan-jalan ditaman mansion, tetap saja itu tidak cukup untuk menghilangkan kebosanan yang ia alami saat ini.


Usia kandungan Annin, kini memasuki trisemester ke 2. Mual dan muntah masih Annin alami sampai saat ini. Walaupun sudah sedikit berkurang. Annin hanya akan muntah-muntah ketika bangun tidur saja. Annin akan aman ketika siang, sore, serta malam.


Walaupun ia dan janinnya sudah dalam kindisi baik. Tapi, Shilin yang posesif meminta dokter Shimming untuk berbohong pada Annin. Dan sampai hari ini, Annin mengira janinnya masih dalam keadaan lemah. Hingga mau tak mau ia harus menjalani kesehariannya hanya didalam kamar.


Presdir Shilin yang selama ini dikutuk tidak akan pernah bisa memasak. Tiba-tiba saja meleset menjadi koki dadakan untuk sang istri dan juga calon bayinya. Setiap hari presdir Shilin selalu meluangkan waktunya untuk belajar memasak menu baru, agar istri dan calon bayinya tak bosan karena hanya makan itu-itu saja.


Lihatlah penampilan presdir Shilin saat ini. Bulu-bulu halus sudah mulai berkumpul, rambutnya juga sedikit gondrong. Dan jangan lupakan lingkaran matanya yang kini sudah mulai menghitam.


Sebanyak apapun pekerjaan kantor tidak akan membuatnya tumbang. Tapi hanya karena memikirkan kesehatan istri dan calon bayinya, ia tumbang seketika.


Pagi yang cerah datang lagi untuk yang ke setriliun kalinya. Pagi itu, Presdir Shilin bangun dengan sedikit keliatan lemas. Mencoba berdiri walaupun agak sedikit sempoyongan.


Presdir Shilin kelabakan ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul 6:45, Annin biasanya akan sarapan pukul 7 pagi. Dan itu artinya ia hanya punya waktu sekitar 15 menit untuk membuatkan sarapan. Sedangkan biasanya, presdir Shilin membutuhkan waktu sekitar setengah jam, walaupun hanya untuk menggoreng telur saja.


Dengan cepat presdir Shilin masuk ke lifnya. Didalam lif, berbagai umpatan ia tuturkan untuk sekretaria Chao yang tak bisa datang tepat waktu. Karena memang semua tugas kantor ia alihkan sementara kepada sekretaris Chao. selama ia sibuk mengurus asupan gizi untuk istri dan juga calon bayinya.


Walaupun begitu ia sangat senang, karena istri dan anaknya begitu menyukai masakannya, yang tergolong tidak enak untuk indra perasa orang-orang yang normal.


Karena terburu-buru, presdir Shilin tak sadar jika penampilannya saat ini begitu mengundang tawa para pelayan yang sedang melakukan tugas mereka masing-masing.


Tapi karena takut dipecat, semua pelayan itu pergi serentak membuat presdir Shilin keheranan sesaat. Tapi setelah itu ia kembali fokus mencari bahan bahan yang ia butuhkan untuk membuat sarapan.


"Astaga...Tuan... "pekik ibu meilyn kaget ketika melihat tuannya yang saat ini tengah sibuk berperang dengan peralatan dapur. Tapi hanya dengan memakai ****** ***** saja.


"Ada apa bu, "jawab presdir Shilin tanpa melihat kearah ibu meilyn yang kini mendekatinya.


"Tuan. Kenapa tuan keluar tanpa memakai pakaian, "tanya ibu meilyn sedikit berlari mendekati tuanya.


"Astaga..... "teriak presdir shilin kaget. kemudian ia berlari masuk kedalam lif menuju kamarnya.


Bersambung.......


Vote dong, beri author vote πŸ˜’πŸ™πŸ˜…


Like, komen, HadiaπŸ™πŸ˜Š


Selamat membaca dan semoga suka πŸ’—πŸ’—


Maafkan typonya πŸ™πŸ™πŸ™


πŸ’—πŸŒΈ